Tekan Vandalisme, Komunitas Mural Dorong Depok Punya Ruang Seni Publik untuk Wadahi Kreativitas

AZL
Komunitas Mural Depok melukis mural bertema Merah Putih di Jalan Kartini sebagai upaya menekan vandalisme dan mempercantik ruang publik, Jum'at (05/06/26). (Foto: adainfo.id)

adainfo.id – Komunitas Mural Depok berharap Pemerintah Kota (Pemkot) menyediakan ruang seni publik dan tembok ekspresi resmi untuk mewadahi kreativitas para seniman mural.

Keberadaan ruang berkarya yang legal dinilai dapat menjadi salah satu solusi untuk menekan maraknya aksi vandalisme yang masih ditemukan di berbagai fasilitas umum dan ruang publik di Kota Depok.

Harapan tersebut disampaikan di sela kegiatan mural bertema kebangsaan yang digelar di Jalan Kartini, Kota Depok, Jumat (05/06/2026).

Dalam kegiatan itu, komunitas mural mengubah tembok yang sebelumnya dipenuhi coretan vandalisme menjadi karya seni bernuansa Merah Putih.

Aksi tersebut tidak hanya bertujuan mempercantik lingkungan kota, tetapi juga menjadi bentuk edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga fasilitas umum dan ruang publik bersama.

Minim Ruang Ekspresi Dinilai Picu Vandalisme

Salah satu anggota Komunitas Mural Depok, Ray, mengatakan kegiatan mural yang dilakukan merupakan bagian dari gerakan untuk mengurangi aksi vandalisme yang masih marak terjadi di berbagai sudut kota.

Menurutnya, banyak tembok di fasilitas umum yang menjadi sasaran coretan liar sehingga mengurangi estetika dan keindahan wajah Kota Depok.

“Jadi hari ini adalah kegiatan mural bertemakan kebangsaan. Untuk sekarang kita menghias tembok yang tadinya penuh coretan dengan tema bendera merah putih,” ujar Ray saat ditemui di lokasi, Jum’at (05/06/2026).

Ray menilai salah satu faktor yang menyebabkan vandalisme masih sering terjadi adalah terbatasnya ruang bagi para seniman jalanan untuk menyalurkan kreativitas mereka secara legal dan terarah.

Akibatnya, tidak sedikit pihak yang memilih menggunakan fasilitas umum sebagai media berekspresi tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap lingkungan sekitar.

“Goal-nya adalah untuk mengurangi aksi vandalisme yang marak terjadi di public area, khususnya di tembok-tembok besar seperti Jalan Kartini, Jalan Margonda, dan tempat-tempat lain di Kota Depok,” katanya.

Dorong Hadirnya Tembok Ekspresi

Sebagai solusi jangka panjang, Komunitas Mural Depok mendorong pemerintah daerah untuk menyediakan ruang seni publik yang dapat dimanfaatkan para seniman secara resmi.

Keberadaan tembok ekspresi maupun kawasan seni khusus dinilai dapat menjadi wadah kreatif sekaligus sarana edukasi bagi generasi muda.

Ray berharap Kota Depok dapat memiliki fasilitas serupa yang telah diterapkan di sejumlah daerah lain.

“Tempat ekspresi itu sangat perlu banget. Apalagi kalau Depok punya tempat kesenian sendiri atau mungkin tembok ekspresi seperti di Kota Bogor,” tambah Ray.

Menurutnya, ruang ekspresi yang legal akan memberikan kesempatan bagi para pelaku seni untuk berkarya secara positif tanpa harus merusak fasilitas umum.

Selain itu, keberadaan ruang seni publik juga dapat memperkuat identitas kota sekaligus menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat.

Tembok Vandalisme Disulap Jadi Mural Kebangsaan

Dalam kegiatan tersebut, Komunitas Mural Depok mengubah tembok yang sebelumnya dipenuhi berbagai coretan menjadi mural bertema kebangsaan dengan dominasi warna Merah Putih.

Transformasi tersebut menjadi simbol bahwa ruang publik dapat dimanfaatkan untuk kegiatan yang lebih produktif dan bernilai edukatif.

Melalui karya seni mural, komunitas ingin menyampaikan pesan bahwa keindahan kota dapat dibangun melalui kreativitas yang bertanggung jawab.

Mural yang dibuat juga diharapkan mampu menumbuhkan rasa memiliki terhadap fasilitas umum sehingga masyarakat lebih peduli dalam menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan.

Warga Apresiasi Upaya Percantik Kota

Kegiatan mural tersebut mendapat respons positif dari masyarakat sekitar.

Salah satunya disampaikan Azmi, seorang pelajar yang menilai keberadaan mural membuat tampilan kawasan menjadi lebih menarik dibandingkan sebelumnya.

“Bagus, adanya kegiatan ini jadi tampilan tembok yang tadinya banyak coretan bisa dipercantik dengan tampilan bendera Merah Putih,” ujar Azmi.

Menurutnya, langkah yang dilakukan Komunitas Mural Depok menunjukkan bahwa karya seni dapat menjadi media edukasi sekaligus solusi untuk mengurangi vandalisme di ruang publik.

Selain mempercantik lingkungan, mural juga dinilai mampu menghadirkan suasana yang lebih nyaman dan tertata bagi masyarakat yang beraktivitas di kawasan tersebut.

Harapan Wujudkan Kota yang Lebih Tertata

Komunitas Mural Depok berharap gerakan serupa dapat terus dilakukan di berbagai titik lain yang selama ini menjadi sasaran vandalisme.

Namun mereka menilai upaya tersebut perlu didukung dengan kebijakan yang memberikan ruang lebih luas bagi para seniman untuk berkarya secara legal.

Dengan hadirnya ruang seni publik, tembok ekspresi, maupun fasilitas kesenian yang memadai, kreativitas anak muda dapat tersalurkan secara positif sekaligus membantu mengurangi praktik vandalisme yang merusak fasilitas umum.

Bagi komunitas mural, penyediaan ruang ekspresi bukan hanya soal seni, tetapi juga bagian dari upaya menciptakan Kota Depok yang lebih tertata, berwarna, dan ramah bagi kreativitas masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *