Ketahanan Pangan Indonesia Dilirik Investor Timur Tengah, Pemerintah Dorong Penguatan Rantai Pasok
adainfo.id – Pemerintah Indonesia terus memperkuat kerja sama ekonomi dengan Uni Emirat Arab (UEA) sebagai salah satu mitra strategis di kawasan Timur Tengah.
Upaya tersebut dilakukan melalui dorongan peningkatan investasi yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi.
Akan tetapi juga mendukung penguatan rantai pasok nasional, percepatan hilirisasi industri, serta peningkatan ketahanan pangan.
Komitmen tersebut kembali ditegaskan dalam pertemuan antara Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dengan Duta Besar UEA untuk Indonesia Abdulla Salem Al Dhaheri dan perwakilan Louis Dreyfus Company (LDC).
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari langkah kedua negara untuk memperluas peluang kerja sama di berbagai sektor strategis.
Indonesia Dorong Investasi UEA di Sektor Prioritas
Pemerintah memandang UEA sebagai salah satu mitra ekonomi penting yang memiliki peran besar dalam mendukung pembangunan nasional.
Airlangga menilai hubungan ekonomi Indonesia dan UEA memiliki prospek yang semakin kuat setelah implementasi Indonesia–United Arab Emirates Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-UAE CEPA).
Menurutnya, perjanjian tersebut membuka peluang yang lebih luas bagi peningkatan perdagangan maupun investasi antara kedua negara.
“Indonesia menyambut baik komitmen UEA dan pelaku usaha global seperti Louis Dreyfus Company untuk memperluas kerja sama ekonomi di Indonesia. Kami mendorong peningkatan investasi yang mendukung hilirisasi, ketahanan pangan, dan penguatan rantai pasok nasional,” papar Airlangga dikutip, Senin (15/06/2026).
Pemerintah berharap investasi yang masuk tidak hanya berfokus pada sektor perdagangan.
Namun juga mampu memberikan nilai tambah melalui pengembangan industri pengolahan dan penguatan sektor produktif lainnya.
Implementasi I-UAE CEPA Buka Peluang Baru
Perjanjian I-UAE CEPA dinilai menjadi salah satu fondasi penting dalam memperkuat hubungan ekonomi kedua negara.
Kesepakatan tersebut memberikan berbagai kemudahan bagi pelaku usaha, termasuk peningkatan akses pasar dan peluang kerja sama investasi yang lebih luas.
Dengan dukungan perjanjian tersebut, Indonesia optimistis arus investasi dari UEA akan terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang.
Selain mendorong masuknya modal baru, implementasi CEPA juga diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu tujuan investasi utama di kawasan Asia Tenggara.
Pemerintah menilai kerja sama yang semakin erat dengan UEA dapat memberikan dampak positif terhadap penciptaan lapangan kerja, transfer teknologi, serta pengembangan berbagai sektor strategis nasional.
UEA Tegaskan Komitmen Perluas Investasi
Dalam pertemuan tersebut, Duta Besar UEA untuk Indonesia, Abdulla Salem Al Dhaheri, menegaskan bahwa Indonesia memiliki posisi penting dalam strategi ekonomi negaranya di kawasan Asia Tenggara.
Menurutnya, UEA melihat Indonesia sebagai mitra strategis dengan potensi ekonomi yang besar dan peluang investasi yang terus berkembang.
Karena itu, pemerintah UEA menyatakan kesiapan untuk memperluas kerja sama di berbagai sektor yang dinilai memiliki prospek jangka panjang.
Komitmen tersebut tidak hanya datang dari pemerintah, tetapi juga didukung oleh sejumlah perusahaan dan lembaga investasi asal UEA yang telah menjalin hubungan bisnis dengan Indonesia.
Fokus pada Ketahanan Pangan Nasional
Salah satu sektor yang menjadi perhatian dalam kerja sama investasi antara Indonesia dan UEA adalah ketahanan pangan.
Dalam pertemuan tersebut, Abu Dhabi Export (ADEX) menyampaikan komitmen investasinya untuk mendukung penguatan sektor pangan nasional.
Investasi tersebut dipandang sebagai bentuk kepercayaan UEA terhadap potensi agribisnis Indonesia yang memiliki pasar besar serta sumber daya yang melimpah.
Pemerintah berharap dukungan investasi pada sektor pangan dapat memperkuat rantai pasok nasional, meningkatkan produktivitas, serta mendukung upaya menjaga stabilitas pasokan pangan di dalam negeri.
Penguatan sektor ini juga dinilai penting dalam menghadapi berbagai tantangan global.
Termasuk perubahan iklim dan dinamika pasar internasional yang dapat memengaruhi ketahanan pangan nasional.
Abu Dhabi Ports Lirik Infrastruktur Bali
Selain sektor pangan, kerja sama investasi juga diarahkan pada pembangunan infrastruktur.
Abu Dhabi Ports (ADP) menyatakan kesiapan untuk mendukung pengembangan bandar udara di Bali melalui pelaksanaan studi kelayakan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari eksplorasi peluang investasi yang dapat memperkuat konektivitas dan mendukung pertumbuhan sektor pariwisata Indonesia.
Pembangunan infrastruktur yang lebih modern dan terintegrasi dinilai menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing ekonomi nasional sekaligus menarik lebih banyak investasi asing.
Bagi Indonesia, keterlibatan investor global dalam proyek-proyek infrastruktur juga menjadi bagian dari strategi percepatan pembangunan yang berkelanjutan.
Louis Dreyfus Company Perkuat Bisnis di Indonesia
Pemerintah juga menyampaikan dukungan terhadap keberlanjutan dan ekspansi bisnis perusahaan-perusahaan asal UEA yang telah lama beroperasi di Indonesia.
Salah satunya adalah Louis Dreyfus Company (LDC), perusahaan global yang telah hadir di Indonesia selama sekitar 25 tahun.
Keberadaan perusahaan internasional seperti LDC dinilai berkontribusi dalam pengembangan rantai pasok, perdagangan komoditas, serta peningkatan kapasitas sektor agribisnis nasional.
Pemerintah berharap perusahaan-perusahaan yang telah beroperasi di Indonesia dapat terus memperluas investasinya dan menciptakan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.
Indonesia dan UEA Perkuat Sinergi Ekonomi
Dalam pertemuan tersebut, kedua negara sepakat untuk terus menjaga komunikasi yang intensif guna memastikan berbagai komitmen investasi dapat direalisasikan secara optimal.
Indonesia dan UEA juga berkomitmen memperkuat sinergi investasi melalui peningkatan kepastian usaha bagi investor strategis serta percepatan pelaksanaan proyek-proyek prioritas.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan ekonomi bilateral sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Dengan semakin kuatnya kerja sama antara Indonesia dan UEA, peluang masuknya investasi baru di sektor pangan, infrastruktur, dan hilirisasi industri diperkirakan akan terus meningkat.
Kondisi ini dinilai dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi perekonomian nasional, termasuk dalam memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan daya saing industri, dan menciptakan peluang usaha baru di berbagai daerah.












