Besi Pagar Pembatas Taman SeCAWAN Raib, Wajah Ruang Publik di Depok Kian Memprihatinkan

AZL
Penampakan besi pagar pembatas di Taman SeCAWAN, Kota Depok yang hilang, Sabtu (13/06/26). (Foto: adainfo.id)

adainfo.id – Kondisi Taman Sungai Elok, Cantik, dan Menawan (SeCAWAN) Depok yang berada di Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, kembali menjadi perhatian warga.

Ruang publik yang sebelumnya diharapkan menjadi kawasan rekreasi dan tempat berkumpul masyarakat itu kini terlihat kurang terawat dengan sejumlah fasilitas mengalami kerusakan.

Tidak hanya fasilitas fisik yang rusak, kondisi lingkungan di sekitar taman juga dinilai mengalami penurunan kualitas.

Mulai dari pagar pembatas yang hilang, papan nama yang rusak, tanaman yang mengering, hingga tumpukan sampah di aliran sungai menjadi pemandangan yang dikeluhkan warga.

Pagar Pembatas Hilang, Keamanan Jadi Kekhawatiran

Salah satu kerusakan yang paling mencolok terlihat pada pagar pembatas jalan di area taman.

Sejumlah bagian pagar diketahui hilang sehingga meninggalkan lubang di beberapa titik.

Kondisi tersebut tidak hanya mengurangi keindahan kawasan, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran terkait aspek keselamatan pengunjung yang beraktivitas di sekitar taman.

Warga menduga hilangnya komponen pagar tersebut berawal dari bagian yang sebelumnya mengalami kerusakan.

Besi yang terlepas kemudian diduga diambil oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Kerusakan tersebut membuat wajah ruang publik yang berada di pusat Kota Depok itu terlihat semakin kurang terawat dibandingkan saat pertama kali dibangun.

Plang Nama Rusak dan Mulai Kehilangan Identitas

Selain pagar pembatas, kerusakan juga terlihat pada papan nama SeCAWAN yang menjadi identitas kawasan.

Tulisan pada plang nama tampak kusam dan mengalami kerusakan akibat usia maupun minimnya perawatan.

Bahkan salah satu huruf pada papan nama tersebut sudah hilang sehingga membuat tampilannya tidak lagi utuh.

Kondisi itu dinilai mengurangi citra kawasan yang selama ini dikenal sebagai salah satu ruang terbuka publik bagi masyarakat di wilayah Depok Jaya dan sekitarnya.

Keberadaan papan nama yang rusak juga menjadi simbol bahwa sejumlah fasilitas di kawasan tersebut membutuhkan perhatian lebih serius dari pihak terkait.

Warga Minta Perawatan Dilakukan Secara Berkala

Dion, warga yang sering beraktivitas di sekitar kawasan SeCAWAN, menilai kondisi taman saat ini seharusnya menjadi perhatian bersama antara pemerintah dan masyarakat.

Menurutnya, keberadaan ruang publik yang nyaman tidak hanya bergantung pada pembangunan fasilitas, tetapi juga pada pemeliharaan yang dilakukan secara berkelanjutan.

“Sebenernya ini harus jadi tanggung jawab bersama, dari dinas terkait dan juga masyarakat. Seharusnya perawatan harus dilakukan oleh dinas terkait secara berkala agar dapat terkontrol fasilitas-fasilitas yang ada di sini, dan masyarakat juga harus dapat menjaga fasilitas bersama bukan malah mengambil kesempatan untuk kepentingan pribadi,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Sabtu (13/06/2026).

Ia menilai pengawasan rutin diperlukan agar setiap kerusakan dapat segera ditangani sebelum semakin parah dan menimbulkan kerugian yang lebih besar.

Tanaman Mengering Kurangi Keindahan Kawasan

Selain fasilitas fisik, kondisi vegetasi di kawasan SeCAWAN juga mendapat sorotan dari warga.

Beberapa tanaman dan pohon yang berada di area taman terlihat mengering dan kurang terawat.

Kondisi tersebut membuat suasana hijau yang menjadi salah satu daya tarik kawasan perlahan memudar.

Padahal, keberadaan pepohonan dan tanaman yang sehat memiliki fungsi penting dalam menciptakan lingkungan yang nyaman serta membantu menurunkan suhu di kawasan perkotaan.

“Sama ini halnya kayak tanaman-tanaman, pohon-pohon yang kayaknya jarang disiram atau diapain di sini. Banyak yang layu, banyak yang kering. Harusnya kan bisa lebih rapih dan bersih gitu,” kata Dion.

Menurut warga, perawatan rutin terhadap tanaman menjadi hal yang penting agar taman tetap memberikan manfaat sebagai ruang terbuka hijau sekaligus tempat rekreasi masyarakat.

Sampah Sungai Masih Jadi Persoalan

Persoalan lain yang masih membayangi kawasan SeCAWAN adalah keberadaan sampah di aliran sungai yang melintas di area tersebut.

Meski mengusung konsep sungai yang elok, cantik, dan menawan, kondisi di lapangan menunjukkan masih banyak sampah yang tersangkut di sejumlah titik aliran air.

Tumpukan sampah tersebut tidak hanya mengganggu pemandangan, tetapi juga berpotensi menimbulkan masalah lingkungan apabila terus dibiarkan.

“Lihat aja tuh, masih banyak sampah yang tersangkut di aliran kali, dan ini bukan hal yang jarang tapi udah terlalu sering, jadi bikin pemandangan juga jadi terganggu,” ujarnya.

Keberadaan sampah yang terus muncul menunjukkan bahwa persoalan kebersihan sungai masih menjadi tantangan yang perlu ditangani secara berkelanjutan.

Warga Berharap SeCAWAN Kembali Menjadi Ruang Publik Andalan

SeCAWAN selama ini dikenal sebagai salah satu ruang publik yang dimanfaatkan masyarakat untuk berolahraga, berjalan santai, hingga berkumpul bersama keluarga.

Karena itu, warga berharap Pemerintah Kota Depok dapat meningkatkan pemeliharaan kawasan tersebut agar kembali nyaman dan aman digunakan.

Perbaikan pagar pembatas, pembaruan papan nama, perawatan vegetasi, hingga pembersihan sampah di aliran sungai dinilai menjadi langkah yang perlu segera dilakukan.

Warga meyakini dengan perawatan yang lebih optimal, Taman SeCAWAN Depok masih memiliki potensi besar untuk kembali menjadi ruang publik yang menarik sekaligus mempercantik kawasan pusat Kota Depok.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *