Ribuan Guru Swasta Demo di DPR, Tuntut Kesejahteraan dan Status ASN

AZL
Ribuan guru swasta menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR, Jakarta, Rabu (20/05/26). (Foto: adainfo.id)

adainfo.id – Ribuan guru swasta berbagai daerah melakukan aksi demo dengan memadati kawasan depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Rabu (20/05/2026).

Mereka turun ke jalan menuntut keadilan kesejahteraan dan kesempatan pengangkatan menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dinilai belum berpihak kepada guru sekolah swasta maupun madrasah.

Aksi unjuk rasa tersebut digelar oleh massa dari Persatuan Guru Madrasah Mandiri (PGMM) dan Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI) yang diikuti sekitar tujuh ribu peserta.

Mayoritas demonstran berasal dari sekolah swasta dan madrasah di berbagai daerah.

Mereka tampak mengenakan pakaian putih hitam sambil membawa poster, spanduk, hingga ikat kepala berisi tuntutan terkait kesejahteraan guru.

Berdasarkan pantauan di lokasi, massa mulai berkumpul sejak pukul 11.30 WIB.

Sejumlah bus rombongan guru juga terlihat terparkir di sekitar pintu 5 dan pintu 8 kawasan Gelora Bung Karno.

Guru Swasta Tuntut Kesetaraan dan Status ASN

Dalam aksi tersebut, para guru menyuarakan tuntutan agar pemerintah memberikan perhatian lebih serius terhadap nasib guru swasta dan honorer yang dinilai masih tertinggal dibanding guru sekolah negeri.

Salah satu peserta aksi, Sabar Kusnadi (45), yang datang dari Magelang mengaku kondisi guru swasta selama ini masih sering diperlakukan tidak setara dalam kebijakan pendidikan nasional.

“Kami disini untuk minta keadilan, karena sampai sekarang guru swasta masih di anak tirikan,” ungkapnya saat ditemui di lokasi.

Menurut dia, para guru berharap pemerintah membuka peluang lebih besar bagi guru swasta dan honorer untuk diangkat menjadi ASN.

Selain status kepegawaian, mereka juga meminta adanya peningkatan kesejahteraan yang lebih merata di sektor pendidikan.

“Jadi, kami minta untuk diangkat menjadi ASN setidaknya dan diberikan kesejahteraan secara umum. Karena masih banyak guru yang diperlakukan secara tidak adil,” tambah Sabar.

Tuntutan tersebut menjadi salah satu isu utama dalam aksi yang berlangsung di depan kompleks parlemen.

Para demonstran menilai kebijakan pendidikan selama ini masih lebih banyak berpihak kepada kelompok tertentu.

Sementara guru honorer dan swasta belum mendapatkan perlindungan serta kesejahteraan yang layak.

Honor Guru Honorer Disebut Masih Sangat Minim

Selain menuntut pengangkatan ASN, para peserta aksi juga menyoroti rendahnya honor yang diterima guru honorer di sejumlah daerah.

Sabar mengatakan masih banyak guru honorer yang menerima penghasilan jauh di bawah kebutuhan hidup layak.

“Keadilan dari pemerintah itu sangat parah sekali, karena seperti guru honorer belum disentuh sama sekali, bahkan sampai honor pun sangat minim, mulai dari yang 200-300 ribu gaji yang didapetin guru, hingga paling maksimal itu 500 ribu untuk gajian,” jelasnya.

Menurut para demonstran, kondisi tersebut menjadi ironi mengingat guru memiliki peran penting dalam pembangunan sumber daya manusia di Indonesia.

Mereka berharap pemerintah tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur pendidikan, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan tenaga pendidik yang menjadi ujung tombak proses belajar mengajar.

Isu kesejahteraan guru honorer sendiri selama ini menjadi salah satu persoalan yang terus disuarakan berbagai organisasi pendidikan di Indonesia.

Prabowo Sempat Sapa Massa Guru di Depan DPR

Di tengah berlangsungnya aksi demonstrasi, suasana sempat berubah ketika iring-iringan kendaraan kepresidenan melintas di sekitar lokasi aksi.

Sekitar pukul 12.27 WIB, rombongan kendaraan Presiden Prabowo Subianto yang baru keluar dari kompleks Gedung DPR/MPR melintas di Jalan Gerbang Pemuda dekat pintu 10 GBK.

Tak lama kemudian, Prabowo terlihat melintas menggunakan kendaraan Maung dengan mengenakan setelan jas dan peci hitam.

Presiden sempat melambaikan tangan ke arah massa guru honorer dan buruh yang berada di lokasi aksi.

Sapaan tersebut langsung disambut para peserta demonstrasi yang membalas lambaian tangan dari pinggir jalan.

Momen tersebut sempat menjadi perhatian massa di tengah aksi tuntutan kesejahteraan yang berlangsung di kawasan parlemen.

Aksi ribuan guru swasta dan honorer itu kembali menjadi pengingat bahwa persoalan kesejahteraan tenaga pendidik masih menjadi tantangan besar di Indonesia.

Para guru berharap pemerintah dapat menghadirkan kebijakan yang lebih adil agar kesejahteraan, perlindungan profesi, dan kesempatan karier guru swasta maupun honorer dapat dirasakan secara merata di seluruh daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *