Tren Balap Lari Liar di Depok Berubah Jadi Ajang Resmi, Pemuda Sambut Antusias

AZL
Sejumlah pemuda saat mengikuti ajang lomba balap lari Ramadan secara resmi di kawasan Limo, Kota Depok, Jumat (06/03/26) malam. (Foto: adainfo.id)

adainfo.id – Sejumlah pemuda memadati akses jalan menuju Kantor Kecamatan Limo, Kota Depok, pada Jumat (06/03/2026) malam untuk mengikuti ajang balap lari Ramadan yang digelar secara resmi dengan pengawasan aparat kepolisian.

Kegiatan yang sebelumnya sering dilakukan secara liar di jalanan kini difasilitasi oleh pemerintah kota dan kepolisian sebagai ajang olahraga sekaligus wadah aktivitas positif bagi generasi muda.

Antusiasme peserta terlihat sejak malam hari ketika para pemuda mulai berdatangan ke lokasi perlombaan.

Mereka berkumpul di sepanjang akses jalan yang telah disiapkan sebagai lintasan balap lari selama bulan suci Ramadan.

Sebagian besar peserta tampak mengenakan celana pendek dan bertelanjang kaki saat bersiap mengikuti perlombaan.

Suasana semakin meriah ketika para penonton turut memadati pinggir jalan untuk menyaksikan jalannya pertandingan.

Ajang Resmi untuk Menghindari Balap Lari Liar

Kegiatan balap lari Ramadan ini digelar di sejumlah wilayah di Kota Depok, salah satunya di Kecamatan Cinere yang berada dalam wilayah hukum Polsek Cinere.

Pemerintah kota bersama Polres Metro Depok berupaya mengubah kebiasaan balap liar yang kerap dilakukan pemuda menjadi kegiatan olahraga yang lebih tertib.

Kapolsek Cinere Kompol Chairul Saleh mengatakan pelaksanaan kegiatan tersebut berjalan dengan lancar dan aman.

Chairul menyebut kehadiran masyarakat dan peserta menunjukkan bahwa kegiatan ini mendapat sambutan positif.

“Jadi Alhamdulillah sudah bisa berjalan, situasinya aman, malah tadi cukup meriah, cukup padat. Tadi dengan situasi yang ada, mereka sangat terima kasih sudah difasilitasi oleh pihak kepolisian,” ujar Chairul saat ditemui di sela kegiatan, Sabtu (07/03/2026) dini hari.

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan salah satu langkah untuk menyalurkan minat dan hobi para pemuda agar tetap berada dalam jalur yang positif.

Dengan adanya kegiatan resmi, diharapkan aktivitas yang sebelumnya dilakukan secara liar dapat diarahkan menjadi kegiatan olahraga yang bermanfaat.

Antusiasme Pemuda Warnai Lomba Lari Ramadan

Balap lari Ramadan di wilayah tersebut menjadi salah satu titik yang paling ramai diikuti peserta.

Sejak malam hari, para pemuda dari berbagai wilayah sekitar sudah berdatangan untuk mengambil bagian dalam perlombaan.

Selain peserta, warga sekitar juga terlihat antusias menyaksikan jalannya perlombaan.

Mereka berdiri di sisi jalan untuk memberikan dukungan kepada para pelari yang berlomba memperebutkan posisi terbaik.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat selama bulan Ramadan, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi antar pemuda di berbagai wilayah di Depok.

Hadiah Disiapkan untuk Para Juara

Untuk menambah semangat para peserta, pihak kepolisian bersama panitia juga menyiapkan hadiah bagi para pemenang.

Tiga peserta terbaik akan mendapatkan penghargaan, sementara dua juara teratas akan mewakili wilayah Cinere pada perlombaan tingkat Kota Depok.

“Pemenang juara 1, 2, 3 kita berikan hadiah. Tetapi yang kita bawa ke tingkat kota adalah juara 1 dan 2,” jelas Chairul.

Setelah proses penjaringan selesai, pihak penyelenggara berencana mengadakan pertemuan teknis atau technical meeting bersama para pemenang guna mempersiapkan mereka menghadapi perlombaan tingkat kota.

“Rencananya setelah penjaringan ini, mungkin hari Senin atau Rabu nanti kita akan technical meeting dengan para calon juara ini. Bersama pak camat kita akan memberikan dukungan agar mereka bisa mewakili Cinere-Limo dan menjuarai tingkat kota,” tambah Chairul.

Panitia Apresiasi Dukungan Pemerintah dan Polisi

Sementara itu, Reza (25) selaku panitia penyelenggara menyampaikan apresiasinya atas dukungan pemerintah kota dan kepolisian dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

Menurut Reza, kegiatan resmi ini menjadi solusi bagi aktivitas balap lari yang sebelumnya sering dilakukan secara liar di jalanan.

Dengan adanya dukungan dari pemerintah dan aparat, kegiatan yang sebelumnya dianggap mengganggu ketertiban kini dapat berlangsung dengan lebih tertib dan aman.

“Untuk saya sih sangat Alhamdulillah ya, karena ini juga tidak merugikan masyarakat yang lain. Karena dari awal balap liaran, tapi sekarang kita sudah difasilitasi buat menjalani event daripada liaran lagi,” ujar Reza.

Reza juga berharap pemerintah daerah ke depan dapat menyediakan jalur lari, khususnya di wilayah Cinere-Limo, sehingga kegiatan serupa dapat terus berkembang sebagai olahraga yang aman dan terorganisir tanpa mengganggu pengguna jalan lainnya.

Keberadaan fasilitas tersebut dinilai penting agar potensi dan minat olahraga para pemuda dapat tersalurkan secara lebih maksimal sekaligus menciptakan ruang aktivitas positif selama bulan Ramadan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *