Figma Boys Raih Juara di LDSC 2026, Desain Aplikasi Transportasi Curi Perhatian

AZL
Tim Figma Boys SMK Pembangunan Bogor memenangkan kompetisi UI UX dengan desain aplikasi transportasi. (Foto: adainfo.id)

adainfo.id – Tim Figma Boys dari SMK Pembangunan Bogor berhasil meraih juara pertama dalam kategori UI/UX Competition pada ajang LP3I Depok School Competition 2026 (LDSC) 2026.

Tim tersebut menghadirkan desain aplikasi transportasi umum yang dinilai inovatif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat perkotaan.

Keberhasilan ini menegaskan kemampuan pelajar dalam menciptakan solusi digital berbasis desain yang tidak hanya menarik secara visual.

Akan tetapi juga fungsional dalam menjawab tantangan mobilitas di kota berkembang seperti Bogor.

Konsep aplikasi yang dirancang oleh tim Figma Boys menghadirkan sistem informasi transportasi terintegrasi untuk layanan BisKita Trans Pakuan.

Desain ini memungkinkan pengguna mengakses berbagai informasi penting hanya melalui satu platform digital.

Aplikasi tersebut dirancang untuk memberikan kemudahan dalam mengakses rute perjalanan, mengetahui lokasi halte, memantau posisi bus secara real-time, hingga memanfaatkan layanan pelanggan secara langsung.

Fitur-fitur tersebut dinilai mampu meningkatkan efisiensi dan kenyamanan pengguna transportasi umum.

Tim yang terdiri dari Noval, Darwis, dan Vio mengembangkan konsep ini dengan pendekatan berbasis pengalaman pengguna atau user experience, sehingga setiap fitur dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat urban.

“Kami juga punya desain buat aplikasi BisKita, jadi buat Pemkot siapa tau bisa di lirik. Jadi kita tuh bikin konsep buat aplikasi BisKita Trans Pakuan yang beroperasi di sekitaran Kota Bogor, jadi user itu bisa interaksi mulai dari melihat rute bus, halte-haltenya ada dimana aja, terus bus nya ada dimana, sampai ke pelayanan juga ada di aplikasi tersebut,” ungkap Darwis selaku salah satu anggota tim, Selasa (31/03/2026).

Konsep ini tidak hanya menonjol dari sisi desain visual, namun juga dari aspek integrasi data dan kemudahan navigasi, yang menjadi poin penting dalam penilaian kompetisi UI/UX tingkat pelajar tersebut.

LDSC 2026 Jadi Ajang Unjuk Kreativitas Pelajar

Ajang LDSC 2026 menjadi wadah bagi pelajar SMA dan SMK di wilayah Depok dan Bogor untuk menunjukkan potensi mereka di berbagai bidang, mulai dari teknologi hingga seni.

Kompetisi ini digelar di kampus LP3I Depok yang berlokasi di Jalan Raya Bogor.

Para peserta yang tampil dalam closing ceremony menunjukkan kualitas kreativitas yang tinggi meskipun masih berstatus pelajar.

Karya-karya yang ditampilkan mencerminkan kemampuan adaptasi generasi muda terhadap perkembangan teknologi dan tren industri kreatif.

Kompetisi ini juga memperlihatkan bahwa pelajar memiliki kapasitas untuk bersaing secara sehat sekaligus berinovasi dalam menciptakan solusi yang berdampak nyata.

Dalam kategori teknologi seperti UI/UX, peserta dituntut untuk tidak hanya menguasai desain visual, tetapi juga memahami perilaku pengguna serta kebutuhan sistem digital.

Kehadiran berbagai kategori lomba memberikan ruang luas bagi peserta untuk mengekspresikan bakat mereka.

Hal ini menjadi indikator bahwa pendidikan berbasis praktik dan kompetisi mampu mendorong lahirnya talenta-talenta muda yang siap bersaing di masa depan.

Talenta Seni Turut Bersinar di LDSC 2026

Selain bidang teknologi, LDSC 2026 juga menjadi panggung bagi talenta seni pelajar.

Salah satu yang mencuri perhatian adalah penampilan Zelda, siswi dari SMK Pembangunan Bogor, yang berhasil meraih juara pertama dalam kategori Singing Competition.

Penampilannya dalam closing ceremony mendapatkan apresiasi dari penonton yang hadir, sekaligus menunjukkan bahwa kompetisi ini mampu mengakomodasi berbagai minat dan bakat pelajar.

“Seneng banget bisa jadi juara di Singing Competition dan juga lumayan unexpected, karena ini jadi first experience for me. Serta bisa jadi juara di event ini,” ungkap Zelda.

Zelda mengaku telah memiliki ketertarikan terhadap dunia tarik suara sejak kecil dan terus mengasah kemampuan melalui kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.

“Iya udah seneng banget nyanyi dari kecil, biasanya tuh dengerin R&B, Jazz, Pop, gitu. Maka dari itu, juga sering ngasah kemampuan vokal di sekolah, karena kebetulan di sekolah juga gabung ekstrakurikuler band,” tambah Zelda.

Keberhasilan Zelda menjadi bukti bahwa pengembangan bakat di bidang seni juga memiliki peran penting dalam membentuk kepercayaan diri dan karakter pelajar.

Kompetisi Dorong Pengembangan Potensi Generasi Muda

Para peserta menilai bahwa kompetisi seperti LDSC 2026 memiliki peran strategis dalam mendukung pengembangan kemampuan sekaligus memberikan pengalaman berharga bagi pelajar.

Selain menjadi ajang unjuk bakat, kompetisi ini juga menjadi sarana untuk memperluas wawasan dan membangun jaringan.

Atmosfer kompetitif yang sehat dalam ajang ini mendorong peserta untuk terus meningkatkan kualitas diri serta berani menampilkan ide-ide kreatif.

Interaksi antar peserta juga membuka peluang kolaborasi serta pertukaran gagasan yang konstruktif.

Kegiatan ini mencerminkan pentingnya ruang ekspresi bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan masa depan yang semakin kompleks, terutama di era digital.

Melalui kompetisi seperti LDSC, pelajar tidak hanya diuji dari sisi kemampuan teknis, tetapi juga dari kreativitas, inovasi, serta kemampuan berpikir kritis.

Dengan semakin banyaknya ajang kompetisi yang mengakomodasi berbagai bidang, peluang bagi pelajar untuk berkembang menjadi lebih terbuka.

Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa potensi generasi muda di Indonesia, khususnya di wilayah Depok dan Bogor, terus berkembang seiring dengan dukungan lingkungan pendidikan dan ekosistem kreatif yang semakin dinamis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *