TKA 2026 Digelar Serentak, Jadi Penilaian Penting Jalur Prestasi

ARY
Ilustrasi pelaksanaan TKA 2026 untuk SD dan SMP pada bulan ini. (Foto: Haidar Azmi/Pexels)

adainfo.id – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk siswa sekolah dasar dan menengah pertama dipastikan berlangsung pada April 2026 dengan kesiapan teknis yang telah rampung di seluruh wilayah Indonesia.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa pelaksanaan TKA akan diikuti oleh siswa kelas 6 SD dan kelas 9 SMP sebagai bagian dari penguatan sistem evaluasi pendidikan nasional.

Menurut Abdul Mu’ti, jadwal pelaksanaan TKA telah ditetapkan dan tinggal menunggu pelaksanaan sesuai dengan rencana yang telah disusun pemerintah.

Ujian ini akan dilaksanakan secara serentak di berbagai daerah dengan dukungan kesiapan infrastruktur dan teknis yang matang.

“Ya Insya Allah sesuai dengan jadwal yang sudah kita tetapkan, TKA akan kami laksanakan di bulan April ini untuk SMP kelas 9 dan SD kelas 6,” ungkapnya dikutip Jumat (03/04/2026).

Pelaksanaan TKA menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui pengukuran kemampuan akademik siswa secara lebih terstruktur dan terstandar.

Selain itu, pemerintah juga memastikan bahwa seluruh tahapan persiapan telah melalui proses uji coba yang menyeluruh, sehingga pelaksanaan di lapangan diharapkan berjalan lancar tanpa kendala berarti.

Kesiapan Teknis Dinilai Sudah Sangat Matang

Abdul Mu’ti menegaskan bahwa dari sisi teknis, pelaksanaan TKA sudah berada pada tahap yang sangat siap. Hal ini didukung oleh pelaksanaan try out yang telah dilakukan di hampir seluruh daerah di Indonesia.

“Secara teknis sudah sangat siap, karena beberapa kali dilakukan try out. Sudah dilakukan uji coba di hampir semua daerah,” jelasnya.

Try out tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan sistem, baik dari sisi teknis pelaksanaan maupun kesiapan siswa dalam menghadapi ujian.

Dengan adanya simulasi tersebut, potensi kendala dapat diidentifikasi dan diantisipasi lebih awal.

Pemerintah juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk sekolah dan dinas pendidikan daerah.

Hal tersebut untuk memastikan bahwa pelaksanaan TKA berjalan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

Junjung Kejujuran dan Suasana Ujian yang Nyaman

Dalam pelaksanaannya, Abdul Mu’ti menekankan pentingnya menjaga nilai kejujuran dan menciptakan suasana yang menyenangkan bagi siswa.

Ia mengingatkan agar tidak ada pihak yang mencoba melakukan kecurangan atau menciptakan tekanan berlebihan selama ujian berlangsung.

“Kita harapkan agar TKA ini dapat berlangsung dengan lancar dan sesuai dengan semangatnya. TKA itu mengusung nilai jujur, gembira, sehingga jangan ada usaha-usaha untuk curang,” ucapnya.

“Jangan ada usaha-usaha untuk melakukan hal-hal yang tidak menggambarkan objektifitas dan kejujuran,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya pendekatan yang ramah dalam pelaksanaan ujian agar siswa dapat menunjukkan kemampuan terbaik mereka tanpa rasa takut atau tekanan.

“Kita bangun semangat agar TKA ini dilaksanakan dengan jujur, dan semuanya gembira,” paparnya.

“Jangan ada yang menakut-nakuti, jangan ada yang misalnya membuat suasana yang menyeramkan bagi murid-murid,” imbuhnya.

Pendekatan ini dinilai penting untuk menciptakan pengalaman evaluasi yang lebih humanis, sekaligus mengurangi beban psikologis yang sering dialami siswa saat menghadapi ujian.

Hasil TKA Jadi Komponen Penting dalam SPMB

Lebih lanjut, Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa hasil TKA akan menjadi salah satu komponen penilaian dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB), khususnya pada jalur prestasi.

Namun, ia menegaskan bahwa TKA bukan menjadi penentu kelulusan siswa.

“Semuanya kita ajak untuk melaksanakan dengan gembira dan TKA ini sangat penting untuk mengukur kemampuan akademik anak-anak kita juga. Nanti hasil TKA itu akan menjadi salah satu aspek dalam SPMB jalur prestasi,” bebernya.

Ia merinci bahwa penilaian dalam jalur prestasi tidak hanya didasarkan pada hasil TKA, tetapi juga nilai rapor serta prestasi non-akademik yang dimiliki siswa.

“Jadi jalur prestasi itu nanti ada nilai rapot dan ada hasil tes TKA dan yang non-akademik itu ada prestasi olahraga, prestasi seni dan kepemimpinan di sekolah,” ujarnya.

“Ini semuanya akan menjadi salah satu penilaian dalam jalur prestasi,” sambungnya.

Meski memiliki peran penting dalam proses seleksi, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa keputusan kelulusan tetap berada di tangan masing-masing satuan pendidikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Walaupun memang tidak menjadi penentu kelulusan, tapi menjadi penentu untuk bagaimana kita bisa memperbaiki kualitas pembelajaran. Karena penentu kelulusan sesuai undang-undang itu oleh masing-masing satuan pendidikan,” ungkapnya.

Fokus Dua Mata Pelajaran

Dalam pelaksanaan TKA, materi yang diujikan difokuskan pada dua mata pelajaran utama, yaitu matematika dan bahasa Indonesia.

Sementara itu, mata pelajaran lain tetap menjadi bagian dari evaluasi internal sekolah.

“Karena itu, yang kita ujikan juga hanya dua mata pelajaran, hanya matematika dan bahasa Indonesia. Yang lainnya mata pelajaran yang lain itu oleh masing-masing sekolah,” tuturnya.

Tingkat partisipasi siswa dalam TKA 2026 juga menunjukkan angka yang sangat tinggi, bahkan hampir mencapai seluruh peserta didik yang menjadi sasaran program.

“Ada sekitar 98 persen, lebih tinggi dari tingkat SLTA. Walaupun tidak wajib, tapi Alhamdulillah hampir 100 persen mengikuti TKA di tahun 2026,” tandasnya.

Pelaksanaan TKA tahun ini menjadi salah satu indikator penting dalam transformasi sistem pendidikan nasional yang menekankan pada pengukuran kompetensi akademik secara lebih komprehensif dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *