Coretan Vandalisme Penuhi Halte Transjakarta di Depok, Dishub Lakukan Penanganan Awal
adainfo.id – Aksi vandalisme yang terjadi di Halte Transjakarta Desari 1 rute D41 Sawangan–Lebak Bulus sudah ditangani oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok dengan menutup coretan menggunakan cat semprot, pada Selasa (07/04/2026) sore.
Hal tersebut dilakukan guna mengembalikan tampilan fasilitas publik agar tetap nyaman digunakan masyarakat.
Coretan yang hampir memenuhi dinding halte tersebut sebelumnya menjadi sorotan masyarakat karena merusak tampilan fasilitas publik yang baru digunakan dalam beberapa bulan terakhir.
Halte yang berada di kawasan Sawangan itu dikenal memiliki desain menarik dengan ornamen Betawi.
Dindingnya berlapis besi berwarna biru yang dipadukan dengan tiga jejeran pipa besi sebagai tempat duduk penumpang.
Tampilan tersebut menjadikan halte ini sebagai salah satu fasilitas rute Transjakarta yang cukup mencuri perhatian pengguna.
Menindaklanjuti laporan masyarakat, Dishub Kota Depok langsung menerjunkan petugas untuk melakukan pengecekan sekaligus penanganan awal.
Coretan vandalisme ditutup sementara menggunakan cat semprot agar tampilan halte kembali rapi sebelum dilakukan perbaikan menyeluruh.
Petugas Dishub Kota Depok, Aris Maulana, yang ditugaskan ke lokasi, mengatakan langkah cepat ini dilakukan untuk merespons keluhan pengguna yang merasa terganggu dengan kondisi halte.
“Hari ini saya ditugaskan untuk melakukan pengecekan dan penanganan sementara. Jadi buat sementara untuk hari ini kita tiban dulu dengan cat semprot yang penting coretannya bisa ditutup dulu. Besok baru kita lakukan penanganan menyeluruh yang lebih baik,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Selasa (07/04/2026).
Ia menjelaskan, tindakan awal tersebut dilakukan agar fasilitas umum tetap nyaman digunakan sambil menunggu proses pembenahan yang lebih permanen.
Respons Cepat Dishub Depok
Langkah cepat yang diambil oleh Dishub Kota Depok mendapat perhatian dari masyarakat, terutama pengguna setia rute D41 Sawangan–Lebak Bulus.
Respons setelah laporan diterima dinilai sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam menjaga fasilitas publik.
Keberadaan petugas di lokasi untuk melakukan pengecekan sekaligus penanganan awal menjadi bukti bahwa aduan masyarakat tidak diabaikan.
Hal ini juga menunjukkan adanya sistem respons yang berjalan efektif dalam menangani permasalahan di lapangan.
Selain itu, penggunaan cat semprot sebagai solusi sementara dinilai cukup efektif untuk menjaga estetika halte sebelum dilakukan perbaikan permanen.
Halte Desari 1 Merupakan Fasilitas Baru
Halte Transjakarta Desari 1 sendiri merupakan salah satu fasilitas transportasi yang relatif baru dibangun oleh Pemerintah Kota Depok.
Kehadirannya menjadi solusi atas kebutuhan penumpang yang sebelumnya harus mengantre di lokasi yang kurang memadai.
Sebelum halte tersedia, penumpang harus mengantre di bus stop dekat pintu Tol Desari dengan kondisi yang kurang nyaman dan minim fasilitas.
Pada awal pengoperasian rute tersebut, penumpang bahkan harus menunggu di bawah terik matahari tanpa pelindung.
Kondisi itu berlangsung selama lebih dari enam bulan meski antusiasme pengguna cukup tinggi.
Dengan hadirnya halte, pengguna kini mendapatkan perlindungan dari panas dan hujan, sekaligus menikmati fasilitas yang lebih layak.
Salah satu keunggulan Halte Transjakarta Desari 1 terletak pada desainnya yang mengusung unsur budaya lokal Betawi.
Hal ini membuat halte tidak hanya berfungsi sebagai tempat menunggu, tetapi juga memiliki nilai estetika.
Penggunaan warna biru pada dinding besi serta susunan pipa besi sebagai tempat duduk memberikan kesan modern sekaligus sederhana.
Desain ini menjadikan halte sebagai salah satu titik yang cukup mencuri perhatian di sepanjang rute Transjakarta.
Tak heran jika aksi vandalisme yang merusak tampilan halte tersebut langsung memicu reaksi dari masyarakat.
Vandalisme Dinilai Merugikan Kepentingan Umum
Dishub Kota Depok menegaskan bahwa tindakan vandalisme merupakan perbuatan yang merugikan masyarakat luas.
Fasilitas umum yang dibangun menggunakan anggaran pemerintah seharusnya dijaga bersama, bukan justru dirusak.
Coretan-coretan yang muncul di dinding halte tidak hanya mengganggu estetika, tetapi juga dapat menurunkan kenyamanan pengguna transportasi publik.
Selain itu, vandalisme juga berpotensi menambah beban anggaran untuk perbaikan yang seharusnya tidak perlu dilakukan jika fasilitas dijaga dengan baik.
“Halte ini kan fasilitas umum, jadi diharapkan masyarakat Depok dapat merawat dan menjaga kelestarian fasilitas umum yang ada. Vandalisme itu tindakan yang merugikan masyarakat secara umum. Jadi buat masyarakat yang melihat aksi vandalisme di tempat umum agar dapat melaporkan kepada pihak yang berwenang,” jelas Aris.
Ditekankan bahwa pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga fasilitas publik agar tetap terawat.
Kesadaran kolektif dinilai menjadi faktor utama dalam mencegah terulangnya aksi vandalisme.
Masyarakat diimbau untuk tidak hanya menggunakan fasilitas, tetapi juga ikut menjaga kebersihan dan keindahannya.
Selain itu, warga juga diharapkan berani melaporkan jika menemukan tindakan vandalisme di ruang publik.
Langkah ini dinilai penting untuk menciptakan lingkungan yang tertib dan nyaman bagi semua pengguna transportasi.
Upaya peningkatan kesadaran masyarakat akan terus dilakukan sebagai bagian dari strategi jangka panjang dalam menjaga fasilitas umum.
Harapannya kejadian serupa tidak kembali terulang, sehingga fasilitas transportasi yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal dan tetap terjaga kebersihannya dalam jangka panjang.












