PMT Jadi Solusi Pemenuhan Nutrisi Balita dan Ibu Hamil
adainfo.id – Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita dan ibu hamil terus digencarkan di Kota Depok sebagai langkah mencegah stunting dan meningkatkan pemenuhan gizi anak sejak dini.
Program tersebut menjadi perhatian serius TP PKK Kelurahan Tanah Baru bersama Puskesmas yang terus memperkuat pemantauan tumbuh kembang balita melalui kegiatan posyandu rutin di lingkungan warga.
Penyaluran PMT difokuskan kepada balita yang mengalami penurunan maupun stagnasi berat badan berdasarkan hasil penimbangan bulanan di posyandu.
Langkah tersebut dilakukan agar anak-anak yang mengalami risiko gangguan pertumbuhan dapat segera mendapatkan tambahan asupan gizi.
Anggota TP PKK Pokja 4 Kelurahan Tanah Baru, Masnah, menjelaskan program PMT merupakan bagian dari upaya menjaga tumbuh kembang anak agar tetap optimal.
“PMT ini program makanan tambahan untuk balita, program Puskesmas Tanah Baru. Karena Puskesmas tersebut membawahi dua kelurahan, Tanah Baru dan Kukusan. Terus, sasarannya itu untuk balita yang berat badannya tidak naik,” ungkapnya Sabtu (23/05/2026).
Berat Badan Balita Dipantau Setiap Bulan
Masnah menjelaskan penyaluran PMT dilakukan berdasarkan data hasil penimbangan rutin balita yang dikumpulkan masing-masing posyandu setiap bulan.
Balita yang diketahui mengalami berat badan stagnan atau tidak mengalami kenaikan akan masuk dalam daftar penerima PMT pada bulan berikutnya.
“Jadi pada saat bulan April ditimbang berat badan balita tidak naik, maka bulan Mei dia dapat PMT. Lama pemberiannya itu 14 hari. Semua itu berdasarkan data dari laporan masing-masing posyandu di Tanah Baru,” jelasnya.
Program tersebut dinilai penting karena pemantauan berat badan secara rutin menjadi salah satu langkah utama mendeteksi risiko stunting sejak dini.
Selain menyasar balita, program PMT juga diberikan kepada ibu hamil yang membutuhkan tambahan asupan gizi selama masa kehamilan.
Peningkatan gizi ibu hamil dinilai memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan janin dan mencegah risiko stunting pada anak sejak dalam kandungan.
Distribusi Penyaluran PMT
Masnah mengatakan seluruh proses distribusi PMT dilakukan secara berjenjang melalui koordinasi antara puskesmas, kelurahan, hingga kader posyandu di lingkungan warga.
Menu makanan tambahan sendiri disiapkan oleh penyedia makanan atau katering yang telah bekerja sama dengan pihak puskesmas.
“Datanya itu dari puskesmas, penyedianya juga dari puskesmas. Terus, puskesmas kerjasama dengan kelurahan. Nanti dari penyedianya atau cateringnya nganter ke kelurahan. Lalu penyalurannya ke balita dan ibu hamil itu lewat kader di masing-masing posyandunya yang bakal ambil ke kelurahan,” paparnya.
Keterlibatan kader posyandu dinilai menjadi faktor penting agar distribusi bantuan makanan tambahan dapat berjalan tepat sasaran dan menjangkau warga yang benar-benar membutuhkan.
Selain membantu pemenuhan gizi, program tersebut juga memperkuat keterlibatan masyarakat dalam pemantauan kesehatan anak di lingkungan masing-masing.
Orang Tua Balita Merasa Terbantu
Program PMT balita ini juga mendapat respons positif dari masyarakat, terutama para orang tua yang merasa terbantu memenuhi kebutuhan gizi anak mereka.
Salah satu penerima PMT, Habibah, mengaku bersyukur dengan adanya bantuan makanan tambahan tersebut.
Menurutnya, program tersebut sangat membantu keluarga yang memiliki anak dengan kondisi berat badan kurang.
“Iya, Alhamdulillah dengan adanya program ini jadi terbantu ya, soalnya anak kan juga berat badannya kurang, jadi dengan adanya ini sangat terbantu,” ujar Habibah.
TP PKK Kelurahan Tanah Baru berharap program PMT tidak hanya membantu meningkatkan asupan gizi balita dan ibu hamil, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pola makan sehat dan bergizi.
Di tengah upaya pemerintah menekan angka stunting nasional, edukasi mengenai gizi keluarga dinilai menjadi langkah penting agar masyarakat semakin memahami pentingnya pemenuhan nutrisi sejak dini.
Melalui pemantauan rutin dan pemberian makanan tambahan, pemerintah bersama kader kesehatan berharap tumbuh kembang anak dapat berjalan lebih optimal dan risiko stunting dapat dicegah sejak awal.












