Jemaah Haji Depok Diingatkan Jangan Forsir Tenaga Jelang Puncak Ibadah Armuzna

ARY
Ilustrasi jemaah haji Kota Depok diimbau jaga kondisi jelang Armuzna. (Foto: Gatot Adriansyah/Scorpio)

adainfo.id – Menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), calon jemaah haji asal Kota Depok diminta lebih menjaga kondisi fisik dan tidak memaksakan diri melakukan aktivitas berlebihan di Tanah Suci.

Imbauan tersebut disampaikan Kepala Kemenhaj Kota Depok, Fauzan, menyusul semakin dekatnya jadwal keberangkatan jemaah menuju Armuzna yang menjadi salah satu rangkaian terpenting dalam ibadah haji.

Menurut Fauzan, kesiapan kesehatan dan stamina menjadi faktor utama agar seluruh jemaah dapat menjalani rangkaian ibadah dengan lancar hingga selesai.

“Buat seluruh jemaah, dalam persiapan Armuzna, kalau untuk kloter sebelumnya mungkin mereka sudah melaksanakan ibadah umrah wajib. Jadi jangan diforsir,” ungkapnya dikutip, Rabu (20/05/2026).

Jemaah Haji Diminta Jaga Ritme Ibadah

Fauzan menjelaskan, sebagian besar jemaah yang telah tiba di Tanah Suci sebelumnya sudah menjalankan umrah wajib.

Karena itu, ia meminta para jemaah mulai mengatur ritme aktivitas agar kondisi tubuh tetap stabil menjelang Armuzna.

Menurut dia, banyak jemaah yang masih ingin memperbanyak ibadah sunnah maupun aktivitas lainnya setelah tiba di Makkah.

Namun hal tersebut dinilai berisiko menguras tenaga apabila tidak diimbangi dengan waktu istirahat yang cukup.

“Kami sangat berharap jamaah itu diberangkatkan ke Arafah, Muzdalifah, Mina dalam keadaan sehat,” jelasnya.

Ia menilai fase Armuzna membutuhkan kondisi fisik yang prima karena jemaah akan menjalani serangkaian ibadah dengan mobilitas tinggi dan cuaca panas di Arab Saudi.

Selain aktivitas ibadah yang padat, kepadatan jemaah dari berbagai negara juga membuat stamina menjadi faktor penting selama pelaksanaan haji.

Karena itu, jemaah diminta lebih bijak mengatur pola aktivitas sehari-hari agar tidak mengalami kelelahan sebelum memasuki puncak ibadah haji.

Kloter 26 JKS Punya Waktu Persiapan Singkat

Fauzan mengatakan, kondisi berbeda dialami jemaah yang tergabung dalam Kloter 26 JKS karena waktu persiapan menuju Armuzna relatif lebih singkat dibanding kloter sebelumnya.

Menurut dia, para jemaah berangkat saat memasuki awal bulan Dzulhijjah sehingga waktu adaptasi di Tanah Suci tidak terlalu panjang.

“Karena ini sudah tanggal 1 Dzulhijjah dan mereka akan diberangkatkan ke Arafah tanggal 8 Dzulhijjah, jadi kurang lebih tinggal satu minggu lagi,” bebernya.

Dengan waktu yang terbatas tersebut, jemaah diimbau memanfaatkan masa persiapan dengan fokus menjaga kesehatan dan memperbanyak istirahat.

Fauzan menegaskan bahwa menjaga stamina merupakan bagian penting dari persiapan ibadah haji, terutama menjelang pelaksanaan wukuf di Arafah yang menjadi puncak haji.

“Datang sampai di sana, mengerjakan umrah wajib, setelah itu tolong dijaga ritme ibadahnya,” ucapnya.

Aktivitas Tambahan Disarankan Setelah Armuzna

Selain menjaga kondisi fisik, Fauzan juga mengingatkan jemaah untuk menunda berbagai aktivitas tambahan yang berpotensi menguras tenaga sebelum Armuzna selesai dilaksanakan.

Aktivitas seperti city tour, perjalanan tambahan, hingga ibadah sunnah secara berlebihan disarankan dilakukan setelah seluruh rangkaian puncak ibadah selesai.

Menurut dia, prioritas utama jemaah saat ini adalah memastikan kondisi tubuh tetap sehat agar dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah wajib dengan maksimal.

“Kalau ada kegiatan lain yang sifatnya sunnah atau city tour dan lain sebagainya, itu bisa dilakukan setelah Armuzna,” tukasnya.

Imbauan tersebut diberikan karena banyak jemaah yang memanfaatkan waktu di Tanah Suci untuk melakukan berbagai aktivitas tambahan di luar agenda utama ibadah haji.

Padahal, kondisi cuaca panas dan aktivitas berjalan kaki yang cukup tinggi dapat memicu kelelahan apabila tubuh tidak dijaga dengan baik.

Kemenhaj Kota Depok berharap seluruh jemaah asal Depok dapat menjalani rangkaian ibadah haji dalam kondisi sehat hingga kembali ke Indonesia.

Selain menjaga stamina, jemaah juga diminta disiplin menjaga pola makan, memperbanyak konsumsi air putih, dan mematuhi arahan petugas kesehatan maupun pembimbing ibadah selama berada di Tanah Suci.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *