Remaja Tenggelam di Kali Ciliwung Depok Ditemukan Tak Bernyawa

AZL
Ilustrasi remaja yang tenggelam di Kali Ciliwung, Kota Depok ditemukan tim gabungan. (Foto: adainfo.id)

adainfo.id – Seorang remaja berusia 14 tahun yang sebelumnya dilaporkan tenggelam di aliran Kali Ciliwung, Kota ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa oleh personel gabungan pada Selasa (19/05/2026).

Korban ditemukan setelah proses pencarian intensif dilakukan oleh tim gabungan bersama warga di sekitar lokasi kejadian.

Sebelumnya, korban dilaporkan hilang usai diduga terseret arus sungai saat mencoba mengambil kail pancing yang tersangkut di tengah aliran Kali Ciliwung.

Lurah Kelurahan Depok, Solahudin menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh personel gabungan maupun masyarakat yang terlibat dalam proses pencarian korban sejak awal kejadian.

“Alhamdulillah dan terimakasih kepada personel gabungan dan masyarakat yang telah membantu proses pencarian. Pada hari ini Allah berikan titik terang, dimana korban yang tenggelam di Kali Ciliwung, Allah berikan kemudahan dan telah ditemukan,” ungkapnya dikutip, Selasa (19/05/2026).

Kronologi Remaja Tenggelam di Kali Ciliwung

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa tragis tersebut bermula ketika korban tengah memancing bersama sejumlah temannya di sekitar aliran Kali Ciliwung kawasan Pancoran Mas.

Saat sedang memancing, kail milik korban diketahui tersangkut di bagian tengah aliran sungai.

Korban kemudian berinisiatif mengambil kail tersebut dengan berenang menuju titik tempat kail tersangkut.

Namun nahas, derasnya arus Kali Ciliwung diduga membuat korban kesulitan kembali ke tepian sungai.

Diduga dalam kondisi panik, korban akhirnya tenggelam dan hilang dari permukaan air.

Teman-teman korban yang melihat kejadian tersebut langsung berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar.

Kepanikan pun sempat terjadi di lokasi kejadian ketika warga berupaya mencari keberadaan korban.

Beberapa warga yang berada di sekitar lokasi sempat mencoba memberikan pertolongan.

Akan tetapi, derasnya arus sungai serta kondisi kedalaman air membuat proses penyelamatan sulit dilakukan.

Peristiwa itu kemudian dilaporkan kepada petugas hingga proses pencarian dilakukan oleh personel gabungan bersama masyarakat.

Tim Gabungan Lakukan Pencarian hingga Evakuasi

Pencarian korban tenggelam di Kali Ciliwung dilakukan secara intensif sejak laporan diterima.

Tim gabungan menyisir aliran sungai menggunakan berbagai metode pencarian untuk menemukan korban.

Setelah beberapa waktu dilakukan pencarian, korban akhirnya berhasil ditemukan pada Selasa (19/05/2026).

Solahudin mengatakan, setelah proses evakuasi selesai dilakukan, jenazah korban langsung dibawa pihak keluarga menuju rumah duka untuk segera dimakamkan.

“Jenazah beliau juga InsyaAllah langsung akan dibawa oleh keluarga ke rumah duka,” tambahnya.

Ia juga berharap seluruh proses pencarian dan evakuasi yang dilakukan oleh personel gabungan dapat menjadi amal ibadah bagi semua pihak yang telah membantu.

“Mudah-mudahan ini menjadi amal ibadah buat kita semua. Dan semoga Allah berikan kita kesehatan dan kekuatan untuk gerakan-gerakan yang dijalankan,” katanya.

Warga Diminta Waspada Saat Beraktivitas di Sungai

Peristiwa remaja tenggelam di Kali Ciliwung ini kembali menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati saat melakukan aktivitas di sekitar sungai.

Kondisi arus sungai yang terlihat tenang di permukaan sering kali menyimpan arus bawah yang cukup kuat dan berbahaya, terutama saat debit air meningkat.

Masyarakat diimbau untuk tidak memaksakan diri turun ke sungai hanya untuk mengambil barang yang jatuh atau tersangkut.

Risiko terseret arus dapat terjadi sewaktu-waktu, terlebih di area sungai dengan kedalaman yang tidak merata.

Selain itu, warga juga diminta untuk mengawasi anak-anak maupun remaja yang beraktivitas di sekitar bantaran sungai agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Kali Ciliwung sendiri dikenal memiliki arus yang cukup deras di sejumlah titik, terutama saat kondisi cuaca tidak menentu atau setelah hujan turun di wilayah hulu.

Karena itu, kewaspadaan masyarakat menjadi hal penting demi mencegah terjadinya kecelakaan air.

Peristiwa ini sekaligus menjadi perhatian bagi warga sekitar agar lebih mengutamakan keselamatan saat berada di kawasan aliran sungai.

Aktivitas seperti memancing tetap perlu dilakukan dengan memperhatikan kondisi lingkungan dan potensi bahaya yang ada di sekitar lokasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *