Dedi Mulyadi Bantah Isu Jawa Barat Berganti Nama Jadi Tatar Sunda
adainfo.id – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi membantah isu perubahan nama Provinsi Jawa Barat menjadi Tatar Sunda yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial.
Penegasan tersebut disampaikan Dedi Mulyadi setelah muncul berbagai spekulasi publik usai pelaksanaan peringatan Milangkala Tatar Sunda yang puncaknya digelar pada 18 Mei 2026.
Menurut Dedi, berbagai narasi mengenai pergantian nama daerah tersebut tidak benar dan bukan bagian dari agenda Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar.
“Ada yang melempar wacana, membuat cerita-cerita di media sosial, akan ada perubahan nama Jawa Barat jadi Tatar Sunda. Saya katakan seluruh rangkaian itu adalah karangan orang lain,” jelasnya dikutip Selasa (19/05/2026).
Dedi Mulyadi Tegaskan Nama Tetap Jawa Barat
Dedi menegaskan Pemprov Jabar tetap fokus menjalankan program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat, bukan membahas perubahan identitas administratif daerah.
Ia memastikan nama Provinsi Jawa Barat tidak akan berubah.
“Namanya tetap Jawa Barat,” ucapnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjawab berbagai spekulasi yang berkembang di media sosial setelah peringatan budaya Milangkala Tatar Sunda menjadi perhatian masyarakat.
Belakangan, sejumlah unggahan di media sosial mengaitkan semangat kebudayaan Sunda dengan kemungkinan perubahan nama daerah menjadi Tatar Sunda.
Namun Dedi memastikan kegiatan tersebut murni merupakan momentum budaya dan tidak berkaitan dengan kebijakan perubahan nama provinsi.
Milangkala Tatar Sunda Disebut Momentum Budaya
Dedi menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah mendukung rangkaian kegiatan Milangkala Tatar Sunda.
Ia menyebut peringatan tersebut menjadi momentum penting untuk mengingat kembali identitas budaya Sunda serta arah pembangunan masyarakat Jawa Barat ke depan.
“Ini adalah spirit bagi kita semua untuk terus mengingat kembali siapa diri kita, berasal dari mana, dan hendak ke mana pembangunan yang dilakukan,” ungkapnya.
Menurut Dedi, identitas budaya memiliki peran penting dalam membangun visi masa depan masyarakat, baik dalam kehidupan sosial maupun dalam konteks berbangsa dan bernegara.
Ia menilai budaya Sunda harus terus dijaga sebagai bagian dari kekuatan karakter masyarakat Jawa Barat tanpa harus mengubah identitas resmi daerah.
Peringatan Milangkala Tatar Sunda sendiri digelar sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya dan penguatan nilai-nilai kearifan lokal di tengah perkembangan zaman.
Pemprov Jabar Fokus Pembangunan dan Pelayanan
Di tengah ramainya perbincangan di media sosial, Dedi menegaskan pemerintah daerah saat ini lebih fokus menjalankan program pembangunan dan meningkatkan pelayanan publik bagi masyarakat Jawa Barat.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tetap produktif, berkarya, dan menjaga semangat positif dalam kehidupan sehari-hari.
“Sehat, sukses selalu, dan terus beraktivitas untuk kebaikan kehidupan kita, keluarga, dan masyarakat,” tukasnya.
Pemprov Jabar berharap masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya, terutama isu-isu yang berkembang di media sosial tanpa sumber resmi.
Dedi juga menekankan bahwa pelestarian budaya Sunda dapat terus dilakukan melalui berbagai kegiatan kebudayaan, pendidikan, hingga penguatan karakter masyarakat tanpa harus memunculkan polemik perubahan nama daerah.
Menurutnya, identitas budaya dan pembangunan daerah dapat berjalan berdampingan demi menciptakan masyarakat Jawa Barat yang maju sekaligus tetap menjaga akar tradisi dan nilai lokal.












