Penataan Utilitas Berlanjut, Kabel Udara Semrawut di Depok Ditertibkan Secara Bertahap
adainfo.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok kembali mempercepat penataan kawasan perkotaan dengan membenahi kabel udara semrawut di wilayah Tapos.
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya mempercantik wajah kota sekaligus meningkatkan keselamatan masyarakat pengguna jalan.
Penataan kabel udara tersebut dilakukan sepanjang 2,8 kilometer, dimulai dari Jalan Raya Tapos hingga kawasan Cimanggis Golf Estate (CGE). Proyek itu ditargetkan rampung pada Juni 2026 mendatang.
Kepala Bidang Bina Konstruksi DPUPR Kota Depok, Denny Setiawan mengatakan, pengerjaan penataan kabel udara di kawasan Tapos saat ini terus berjalan sesuai tahapan teknis yang telah ditetapkan.
“Penataan kabel udara di wilayah Tapos sepanjang 2,8 kilometer dari Jalan Raya Tapos sampai Cimanggis Golf Estate ditargetkan selesai pada bulan Juni,” ujar dia saat meninjau pemotongan kabel udara di Jalan Raya Tapos, Selasa (19/5/2026).
Penataan Kabel Udara Terus Diperluas
Program penataan kabel udara tersebut bukan kali pertama dilakukan pemerintah daerah.
Sebelumnya, penataan serupa telah dilaksanakan di sejumlah wilayah lain yang dinilai memiliki kepadatan kabel cukup tinggi.
Beberapa kawasan yang lebih dulu ditata antara lain Kecamatan Pancoran Mas hingga kawasan Radar Auri di Kecamatan Cimanggis.
Penataan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi infrastruktur dan tingkat kerawanan kabel di tiap wilayah.
Keberadaan kabel udara yang semrawut selama ini menjadi salah satu persoalan visual perkotaan di Depok.
Tidak hanya mengganggu estetika, kabel yang menjuntai di sejumlah titik juga berpotensi membahayakan masyarakat apabila tidak tertata dengan baik.
Karena itu, Pemkot Depok terus mendorong percepatan relokasi kabel udara ke sistem yang lebih tertata dan aman.
Penataan ini juga menjadi bagian dari transformasi wajah perkotaan agar terlihat lebih modern dan nyaman dipandang.
Menurut Denny, penataan kabel udara menjadi langkah penting untuk menciptakan tata kota yang lebih rapi sekaligus mengurangi potensi risiko keselamatan.
Menurutnya, kondisi kabel yang tidak tertata dapat memicu berbagai persoalan di lapangan, mulai dari gangguan visual hingga ancaman keselamatan bagi pengguna jalan maupun warga sekitar.
Fokus pada Estetika dan Keselamatan Warga
Penataan kabel udara ini tidak hanya berorientasi pada keindahan kawasan perkotaan.
Pemerintah juga menempatkan faktor keamanan sebagai prioritas utama dalam pelaksanaan proyek tersebut.
Selama proses pengerjaan berlangsung, vendor pelaksana diminta untuk memastikan seluruh prosedur keselamatan diterapkan secara maksimal di lapangan.
Hal ini penting mengingat pengerjaan dilakukan di kawasan lalu lintas aktif yang dipadati kendaraan dan aktivitas warga.
“Kami meminta vendor memasang rambu-rambu di sekitar media galian agar tidak membahayakan pengguna jalan maupun warga sekitar,” tutur dia.
Pemasangan rambu pengamanan dinilai menjadi langkah penting agar aktivitas proyek tidak mengganggu mobilitas masyarakat.
Selain itu, keberadaan tanda peringatan juga dapat meminimalisir potensi kecelakaan selama proses relokasi kabel berlangsung.
Di sejumlah titik pengerjaan, petugas terlihat melakukan pemotongan kabel udara lama dan mempersiapkan jalur relokasi baru.
Aktivitas tersebut dilakukan secara bertahap agar tidak mengganggu jaringan utilitas yang masih aktif digunakan masyarakat.
Pemerintah juga memastikan koordinasi dengan berbagai pihak terkait terus dilakukan selama proses penataan berjalan.
Langkah itu bertujuan agar pekerjaan dapat selesai tepat waktu tanpa menimbulkan gangguan berarti bagi warga sekitar.
Warga Diminta Bersabar Selama Proses Pengerjaan
Di tengah proses pengerjaan penataan kabel udara di Tapos, masyarakat diminta untuk bersabar apabila terjadi gangguan sementara di beberapa titik pekerjaan.
Denny menjelaskan, relokasi kabel membutuhkan tahapan teknis yang cukup kompleks sehingga pengerjaan tidak bisa dilakukan secara terburu-buru.
Setiap tahap harus memenuhi standar keamanan agar hasil akhir dapat maksimal dan tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.
Menurut dia, proses penataan juga melibatkan berbagai aspek teknis mulai dari pemindahan jalur kabel, pengamanan area kerja, hingga penyesuaian jaringan utilitas eksisting.
Karena itu, pemerintah berharap masyarakat dapat memahami proses pekerjaan yang tengah berlangsung.
Dukungan warga dinilai penting agar program penataan kabel udara tersebut dapat berjalan lancar sesuai target.
Selain memberikan dampak pada estetika kota, penataan kabel udara juga diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan masyarakat dalam jangka panjang.
Kawasan yang lebih rapi dan tertata dinilai akan memberikan kesan positif bagi lingkungan perkotaan di Depok.
Pemerintah Kota Depok sendiri terus mendorong pembangunan infrastruktur yang tidak hanya berfungsi secara teknis, tetapi juga memperhatikan aspek visual dan keselamatan publik.
Penataan kabel udara menjadi salah satu program yang kini diprioritaskan di sejumlah wilayah padat aktivitas masyarakat.
Dengan target penyelesaian pada Juni 2026, kawasan Tapos diharapkan menjadi salah satu contoh wilayah yang berhasil ditata lebih modern, aman, dan nyaman bagi masyarakat.












