Halte Juanda 2 Depok Dikeluhkan Kumuh dan Minim Penerangan

AZL
Kondisi Halte Juanda 2 Depok penuh coretan vandalisme dan minim penerangan, Senin (25/05/26). (Foto: adainfo.id)

adainfo.id – Halte Juanda 2 di Kota Depok menuai keluhan dari masyarakat setelah kondisi fasilitas publik tersebut dinilai semakin kumuh, gelap, dan tidak nyaman digunakan sebagai tempat menunggu transportasi umum.

Coretan vandalisme, lampu mati, hingga bangku yang rusak membuat pengguna merasa tidak aman, terutama saat malam hari.

Halte yang berada di Jalan Ir. H Juanda itu diketahui menjadi salah satu titik pemberhentian layanan BisKita Trans Depok dan Transjakarta.

Namun, kondisi terkini halte disebut jauh dari kata layak sebagai fasilitas transportasi publik.

Berdasarkan pantauan di lokasi, hampir seluruh bagian halte dipenuhi coretan vandalisme.

Sampah juga terlihat berserakan di sekitar area halte sehingga menambah kesan kotor dan tidak terawat.

Selain itu, sejumlah fasilitas penunjang seperti bangku, lampu penerangan, hingga kamera CCTV disebut tidak berfungsi dengan baik.

Pengguna Keluhkan Halte Juanda 2 Depok

Salah satu pengguna halte, Safitri, mengaku merasa terganggu dengan kondisi halte yang dinilai semakin memprihatinkan.

Menurutnya, fasilitas yang tersedia tidak memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang menunggu transportasi umum setiap hari.

“Jujur, sangat terganggu karena emang masih banyak coret-coretan dan bangkunya juga agak kurang nyaman kalau misalkan buat penggunanya ya,” ungkapnya saat ditemui, Senin (25/05/2026).

Ia menilai kurangnya perawatan dari pihak terkait membuat halte yang semestinya menjadi ruang publik nyaman justru terlihat terbengkalai.

Coretan vandalisme tampak menutupi hampir seluruh dinding hingga bagian atap halte.

Kondisi tersebut membuat tampilan halte terlihat kusam dan kurang sedap dipandang oleh masyarakat maupun pengguna jalan yang melintas.

Lampu Mati Bikin Halte Gelap saat Malam

Selain persoalan kebersihan dan vandalisme, pengguna halte juga mengeluhkan fasilitas penerangan yang tidak berfungsi.

Lampu halte yang mati membuat suasana di sekitar lokasi menjadi gelap saat malam hari.

Kondisi itu dinilai rawan bagi pengguna transportasi umum, khususnya perempuan yang menunggu bus pada malam hari.

“Sama kalau malam-malam tuh gelap di sini, karena lampunya nggak nyala. Jadi gitu, kalau aku pernah malam-malam di sini kurang lebih kayak gitu sih,” tambah Safitri.

Minimnya penerangan juga memunculkan kekhawatiran soal keamanan dan kenyamanan masyarakat saat menggunakan transportasi publik di kawasan tersebut.

Beberapa warga berharap lampu penerangan segera diperbaiki agar halte kembali aman digunakan pada malam hari.

Fungsi CCTV Dipertanyakan Pengguna

Keberadaan kamera CCTV yang terpasang di halte juga menjadi perhatian masyarakat.

Pengguna mempertanyakan apakah kamera pengawas tersebut masih aktif atau tidak, mengingat tidak ada informasi jelas terkait operasional perangkat keamanan tersebut.

Kondisi tersebut membuat sebagian pengguna merasa khawatir apabila terjadi tindak kriminal atau gangguan keamanan di sekitar halte.

“Paling minimal banget tolong lampunya difungsikan kembali, sama itu kan sebenarnya ada CCTV ya, cuma nggak tahu nyala atau nggak,” jelas Safitri.

Masyarakat berharap fasilitas keamanan seperti CCTV dapat dipastikan berfungsi untuk memberikan rasa aman kepada pengguna transportasi umum.

Jadi Titik Transit BisKita dan Transjakarta

Halte Juanda 2 mulai digunakan sebagai titik pemberhentian BisKita Trans Depok sejak 2024.

Lokasinya yang berada di jalur strategis membuat halte tersebut cukup ramai digunakan masyarakat yang menuju kawasan Margonda dan sekitarnya.

Selain melayani penumpang BisKita Trans Depok, halte ini juga menjadi titik transit bagi pengguna layanan Transjakarta.

Karena itu, masyarakat menilai kondisi halte yang bersih dan nyaman menjadi hal penting dalam mendukung penggunaan transportasi publik di Kota Depok.

Pengguna berharap pihak terkait segera melakukan pembenahan menyeluruh terhadap fasilitas halte.

Mulai dari membersihkan area halte, menghapus vandalisme, memperbaiki lampu penerangan, bangku, hingga memastikan CCTV kembali aktif.

Masyarakat menilai kualitas fasilitas publik yang baik dapat meningkatkan minat warga untuk beralih menggunakan transportasi umum.

Dengan halte yang aman, bersih, dan nyaman, layanan transportasi publik di Kota Depok diharapkan semakin dipercaya dan diminati masyarakat untuk menunjang mobilitas sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *