Presiden Prabowo Ungkap Tiga Krisis Besar Global, Ketahanan Nasional Diuji
adainfo.id – Presiden Prabowo Subianto mengingatkan bahwa dunia saat ini tengah menghadapi ancaman serius berupa krisis global di tiga sektor utama, yakni pangan, energi, dan air yang menjadi faktor penentu keberlangsungan suatu negara.
Peringatan tersebut disampaikan dalam konteks meningkatnya dinamika global yang memengaruhi stabilitas sumber daya alam dan kebutuhan dasar manusia, yang jika tidak dikelola dengan baik dapat berdampak langsung pada ketahanan nasional.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa ketiga sektor tersebut bukan hanya isu ekonomi, tetapi menyangkut keselamatan bangsa dan keberlanjutan kehidupan masyarakat secara luas.
“Saya telah meyakini dan saya telah menyebarluaskan hal-hal pokok yang saya yakini adalah daftar keselamatan bangsa, dan ini telah dibenarkan oleh PBB dalam sustainable development goals, di mana beberapa tahun yang lalu PBB sudah meramalkan bahwa krisis dunia adalah krisis pangan, krisis energi, dan krisis air,” papar Prabowo, dikutip Kamis (09/04/2026).
Isu krisis global dalam sektor pangan, energi, dan air telah menjadi perhatian berbagai negara dan organisasi internasional dalam beberapa tahun terakhir.
Presiden menyampaikan bahwa proyeksi tersebut sejalan dengan agenda Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui konsep pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals yang menempatkan ketahanan sumber daya sebagai prioritas utama.
Dalam konteks global, tekanan terhadap ketiga sektor tersebut dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari perubahan iklim, konflik geopolitik, hingga peningkatan populasi dunia yang terus mendorong kebutuhan terhadap sumber daya.
Kondisi ini membuat banyak negara mulai memperkuat strategi ketahanan nasional guna mengantisipasi dampak yang lebih luas di masa depan.
Kondisi Air Nasional Relatif Aman
Di tengah ancaman krisis global tersebut, Presiden Prabowo menilai Indonesia masih berada dalam posisi yang relatif aman, khususnya dalam hal ketersediaan sumber daya air.
Ia menyebut bahwa secara umum Indonesia tidak mengalami kekurangan air, bahkan memiliki potensi sumber daya yang cukup besar jika dikelola dengan baik.
Namun demikian, distribusi dan akses terhadap air bersih masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah.
“Di bagian-bagian tertentu negara kita, di Indonesia timur, pulau-pulau tertentu masih ada kesulitan air, tapi kita dapat mengatasi karena airnya ada,” jelasnya.
Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan utama bukan pada ketersediaan, melainkan pada sistem pengelolaan dan pemerataan distribusi air bersih.
Tak hanya itu, Presiden Prabowo juga menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan sebagai bagian dari upaya mempertahankan ketersediaan sumber daya air.
Kerusakan hutan dan ekosistem disebut sebagai salah satu faktor yang dapat memperparah risiko kekeringan di berbagai wilayah.
“Hutan kita babat, pohon-pohon di gunung kita babat, akhirnya air tidak dapat ditahan sehingga terjadi kekeringan,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pengelolaan lingkungan yang tidak berkelanjutan dapat berdampak langsung pada ketersediaan air dalam jangka panjang.
Selain itu, degradasi lingkungan juga berpotensi memicu bencana lain seperti banjir dan tanah longsor yang semakin memperburuk kondisi ekosistem.
Upaya konservasi hutan dan pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan menjadi langkah penting dalam menjaga keseimbangan tersebut.
Ketahanan Pangan dan Energi Perlu Diperkuat
Selain air, sektor pangan dan energi juga menjadi perhatian utama dalam menghadapi potensi krisis global.
Kedua sektor ini memiliki keterkaitan erat dengan stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Ketahanan pangan menjadi kunci untuk memastikan ketersediaan bahan makanan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Sementara ketahanan energi berperan penting dalam mendukung aktivitas ekonomi dan industri.
Dalam situasi global yang tidak menentu, gangguan pada salah satu sektor dapat berdampak domino terhadap sektor lainnya.
Oleh karena itu, pemerintah menilai perlu adanya strategi terpadu dalam memperkuat ketahanan di ketiga sektor tersebut secara bersamaan.
Langkah ini mencakup peningkatan produksi dalam negeri, diversifikasi sumber energi, serta pengelolaan sumber daya air yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Antisipasi Krisis Melalui Strategi Nasional
Peringatan Presiden Prabowo menjadi sinyal penting bagi seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi krisis global.
Upaya antisipasi tidak hanya dilakukan melalui kebijakan pemerintah, tetapi juga memerlukan peran aktif masyarakat dalam menjaga keberlanjutan sumber daya.
Penguatan ketahanan nasional di sektor pangan, energi, dan air menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menghadapi dinamika global yang semakin kompleks.
Dalam implementasinya, pemerintah diharapkan dapat memperkuat koordinasi lintas sektor serta meningkatkan efektivitas program-program yang mendukung keberlanjutan sumber daya.
Selain itu, edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan dan penggunaan sumber daya secara bijak juga menjadi bagian penting dari upaya tersebut.
Dengan pendekatan yang komprehensif, Indonesia diharapkan mampu menghadapi tantangan global sekaligus menjaga stabilitas nasional di tengah perubahan yang terus berlangsung.












