Melihat Kota Lewat Mata Lensa di Color of Jakarta 2026

AZL
Ajang Color of Jakarta 2026 di resmi diluncurkan. (Foto: Instagram/dkijakarta)

adainfo.id – Peluncuran ajang “Color of Jakarta 2026: Video and Photo Competition” resmi digelar sebagai bagian dari rangkaian perayaan HUT, menghadirkan ruang kreatif baru bagi masyarakat untuk merekam wajah ibu kota melalui karya visual.

Kegiatan yang berlangsung di kawasan Taman Bendera Pusaka ini menjadi momentum penting dalam mendorong partisipasi publik untuk menangkap dinamika Jakarta melalui sudut pandang yang lebih personal dan artistik.

Dengan mengusung tema “Proud to be Jakartans”, kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang lomba, tetapi juga medium untuk memperkuat identitas kota melalui narasi visual yang beragam.

Tahun ini, penyelenggara menghadirkan inovasi baru dengan menambahkan kategori video dalam kompetisi yang sebelumnya hanya berfokus pada fotografi.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menyampaikan bahwa langkah ini menjadi bentuk adaptasi terhadap perkembangan tren konten visual yang semakin dinamis.

“Tahun ini ada yang berbeda dalam kompetisi Color of Jakarta. Jika pada tahun-tahun sebelumnya hanya lomba foto, kini kita tambahkan kategori video,” ungkapnya dikutip, Minggu (19/04/2026).

Penambahan kategori video memberikan ruang eksplorasi yang lebih luas bagi peserta dalam mengekspresikan cerita tentang Jakarta.

Tidak hanya melalui gambar statis, tetapi juga melalui visual bergerak yang mampu menghadirkan emosi dan narasi lebih kuat.

Jakarta Jadi Inspirasi Karya Visual

Sebagai kota metropolitan, Jakarta memiliki beragam sisi yang dapat diangkat menjadi karya visual.

Mulai dari lanskap perkotaan, aktivitas masyarakat, hingga ruang publik yang terus berkembang.

Ajang ini mendorong peserta untuk melihat Jakarta dari sudut pandang yang berbeda, tidak hanya sebagai pusat ekonomi, tetapi juga sebagai ruang hidup yang penuh cerita.

“Jakarta punya banyak lokasi menarik untuk dieksplorasi. Ini bisa menjadi inspirasi bagi peserta untuk memperkenalkan Jakarta melalui karya visual,” tambah Rano.

Melalui pendekatan visual, peserta diharapkan mampu menghadirkan narasi yang lebih mendalam dan autentik tentang kehidupan di Jakarta.

Setiap karya menjadi representasi pengalaman personal yang dapat memperkaya citra kota di mata publik.

Selain itu, minat masyarakat terhadap kompetisi ini menunjukkan tren positif dari tahun ke tahun.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik DKI Jakarta, Budi Awaluddin.

Sejak pertama kali diselenggarakan pada 2012, jumlah peserta dan karya yang masuk terus mengalami peningkatan signifikan.

Pada tahun 2025, tercatat sebanyak 5.558 karya foto dari 867 peserta yang berpartisipasi.

Angka tersebut mencerminkan tingginya minat masyarakat dalam mendokumentasikan Jakarta melalui medium visual.

“Hal ini menunjukkan tingginya minat masyarakat dalam mendokumentasikan Jakarta melalui karya visual,” jelas Budi.

Tren ini juga menunjukkan bahwa fotografi dan videografi telah menjadi bagian penting dalam cara masyarakat mengekspresikan diri sekaligus berkontribusi dalam promosi kota.

Teknologi AI dan Format Video Jadi Daya Tarik

Kompetisi tahun ini tidak hanya menghadirkan kategori baru, tetapi juga memperkenalkan berbagai format video yang lebih fleksibel.

Peserta dapat mengirimkan karya dalam format landscape maupun vertical, menyesuaikan dengan tren konsumsi konten digital saat ini.

Selain itu, pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan juga mulai diperkenalkan melalui fitur Gemini VEO3, yang membuka peluang eksplorasi kreatif berbasis teknologi.

“Hingga saat ini, sudah ada 75 video yang masuk. Karya-karya tersebut sangat baik dan tidak kalah dengan produksi dari kota-kota besar dunia,” ujar Budi.

Kehadiran teknologi ini menjadi indikasi bahwa kompetisi tidak hanya berfokus pada estetika, tetapi juga mendorong inovasi dalam proses produksi karya visual.

Selain kompetisi utama, rangkaian acara Color of Jakarta 2026 juga mencakup berbagai kegiatan pendukung yang melibatkan komunitas dan mahasiswa.

Workshop fotografi dan videografi menjadi salah satu agenda yang bertujuan meningkatkan kapasitas peserta dalam menghasilkan karya berkualitas.

Kegiatan hunting foto dan video juga digelar di berbagai titik strategis di Jakarta, memberikan kesempatan bagi peserta untuk mengeksplorasi kota secara langsung.

Melalui aktivitas ini, peserta tidak hanya berkompetisi, tetapi juga belajar dan berkolaborasi dengan sesama kreator.

Interaksi antar komunitas menjadi nilai tambah yang memperkuat ekosistem kreatif di Jakarta, sekaligus membuka peluang jaringan bagi para pelaku industri kreatif.

Visual Jadi Medium Promosi Kota

Color of Jakarta 2026 menempatkan visual sebagai medium utama dalam membangun citra kota.

Melalui karya foto dan video, Jakarta ditampilkan dalam berbagai perspektif yang lebih kaya dan beragam.

Pendekatan ini dinilai efektif dalam memperkenalkan Jakarta ke audiens yang lebih luas, termasuk di tingkat global.

Setiap karya yang dihasilkan tidak hanya menjadi dokumentasi, tetapi juga narasi yang menggambarkan identitas kota yang terus berkembang.

Kompetisi ini sekaligus menjadi sarana bagi pemerintah daerah untuk melibatkan masyarakat dalam proses promosi kota secara partisipatif.

Dengan mengandalkan kreativitas warga, Jakarta dapat ditampilkan sebagai kota yang tidak hanya modern, tetapi juga memiliki karakter dan cerita yang kuat.

Ajang Color of Jakarta 2026 dijadwalkan berlangsung hingga 1 Juni 2026, memberikan waktu bagi peserta untuk menghasilkan karya terbaik mereka.

Dengan durasi yang cukup panjang, peserta memiliki kesempatan untuk mengeksplorasi berbagai tema dan lokasi di Jakarta.

Ragam aktivitas kota, mulai dari kehidupan sehari-hari hingga momen-momen khusus, menjadi sumber inspirasi yang tidak terbatas.

Melalui lensa kamera, setiap sudut Jakarta dapat diangkat menjadi cerita visual yang unik dan bermakna, memperkaya narasi tentang ibu kota yang terus bertransformasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *