Jembatan Apung Tak Terawat, Pengunjung Situ Rawa Kalong Depok Menurun Drastis

AZL
Kondisi jembatan apung di kawasan Situ Rawa Kalong, Kota Depok, Kamis (11/06/26). (Foto: adainfo.id)

adainfo.id – Kondisi kawasan wisata Situ Rawa Kalong di Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, kini tampak memprihatinkan.

Jembatan apung yang dahulu menjadi ikon wisata sekaligus daya tarik utama destinasi tersebut dilaporkan mengalami kerusakan di sejumlah titik dan tidak lagi dapat digunakan pengunjung.

Fasilitas yang sebelumnya menjadi magnet wisata itu kini terbengkalai setelah tidak terawat selama kurang lebih dua tahun terakhir.

Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap penurunan jumlah wisatawan yang datang ke kawasan danau yang dahulu ramai pada akhir pekan.

Situ Rawa Kalong yang sempat menjadi ruang publik favorit warga kini terlihat lebih sepi dan kehilangan daya tarik utamanya.

Jembatan Apung Tak Lagi Berfungsi

Jembatan apung di kawasan Situ Rawa Kalong sebelumnya menjadi salah satu ikon wisata yang banyak diminati masyarakat.

Selain berfungsi sebagai jalur penyeberangan, fasilitas ini juga menjadi spot favorit untuk menikmati pemandangan dan berfoto di atas permukaan danau.

Namun, kondisi tersebut berubah setelah fasilitas itu tidak lagi mendapatkan perawatan yang memadai.

Saat ini, jembatan apung tidak dapat digunakan karena faktor keamanan.

Salah satu pedagang di kawasan tersebut, Pujiman, mengatakan jembatan apung sudah tidak digunakan selama sekitar dua tahun terakhir.

“Jembatan itu udah enggak dipake lagi sekitar dua tahunan. Karena enggak ada tambangnya saja, pengamannya enggak ada, jadi pengunjung juga takut mau lewat jembatan itu,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Kamis (11/06/2026).

Kondisi tersebut membuat pengunjung enggan melintasi area jembatan, sehingga aktivitas wisata di kawasan itu ikut menurun drastis.

Dampak Langsung ke Jumlah Pengunjung

Menurunnya fungsi jembatan apung berdampak signifikan terhadap jumlah wisatawan yang datang ke Situ Rawa Kalong.

Jika sebelumnya kawasan ini ramai dikunjungi warga, terutama saat akhir pekan, kini suasananya jauh lebih sepi.

Fasilitas yang dulunya menjadi pusat perhatian kini justru menjadi area yang tidak lagi difungsikan, sehingga mengurangi daya tarik utama destinasi wisata tersebut.

Pujiman menyebut penurunan jumlah pengunjung terjadi cukup drastis setelah jembatan apung tidak lagi bisa digunakan.

“Ya jelas, pengaruh banget dengan rusaknya jembatan apung jadi pengunjung turun drastis. Paling yang sering itu orang sekitaran sini doang, itu juga ramainya paling kalau hari Minggu aja,” katanya.

Situasi ini membuat kawasan wisata yang dulu hidup kini hanya bergantung pada pengunjung lokal di sekitar lingkungan setempat.

Pedagang Alami Penurunan Omzet

Tidak hanya berdampak pada jumlah pengunjung, kerusakan fasilitas wisata juga memukul pendapatan para pedagang yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas wisata di kawasan tersebut.

Saat Situ Rawa Kalong masih ramai, para pedagang bisa meraih omzet yang cukup besar dari penjualan makanan dan minuman kepada pengunjung.

Namun kondisi saat ini jauh berbeda. Penurunan jumlah wisatawan membuat pendapatan harian pedagang ikut merosot.

“Kalau pas jembatan aktif sih awal-awal pengunjung banyak ke sini. Jadi kita juga pedagang omzetnya gede gitu,” ujar Pujiman.

Ia menambahkan bahwa saat ini pendapatan harian hanya berkisar sekitar Rp200 ribu, jauh lebih rendah dibandingkan masa kejayaan kawasan wisata tersebut.

“Tapi kalau sekarang ya pas pengunjung ini sepi, kadang dapet Rp200 ribu per hari itu udah merosot jauh, dari yang sebelumnya bisa dapet Rp500 ribu disaat masih rame,” jelasnya.

Ikon Wisata yang Kehilangan Daya Tarik

Situ Rawa Kalong selama ini dikenal sebagai salah satu ruang terbuka publik di Kota Depok yang dimanfaatkan warga untuk bersantai, berolahraga, hingga berkumpul bersama keluarga.

Keberadaan jembatan apung menjadi salah satu elemen penting yang membuat kawasan tersebut memiliki daya tarik lebih dibandingkan ruang publik lainnya.

Namun, ketika fasilitas utama tersebut tidak lagi berfungsi, daya tarik kawasan pun ikut menurun.

Kondisi ini menunjukkan bahwa keberadaan infrastruktur wisata memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan aktivitas ekonomi di sekitarnya.

Masyarakat dan pelaku usaha kecil di sekitar Situ Rawa Kalong berharap adanya perhatian dari pihak terkait untuk segera melakukan perbaikan fasilitas yang rusak.

Perbaikan jembatan apung dinilai menjadi langkah penting untuk menghidupkan kembali kawasan wisata tersebut.

Selain meningkatkan kenyamanan dan keamanan pengunjung, revitalisasi fasilitas juga diharapkan mampu menggerakkan kembali aktivitas ekonomi para pedagang di sekitar lokasi.

Bagi warga sekitar, Situ Rawa Kalong masih memiliki potensi besar untuk kembali menjadi destinasi favorit jika dikelola dan diperbaiki secara optimal.

Potensi Wisata yang Masih Bisa Dihidupkan Kembali

Meski saat ini kondisinya menurun, Situ Rawa Kalong dinilai masih memiliki potensi untuk kembali berkembang sebagai destinasi wisata lokal di Kota Depok.

Dengan dukungan perbaikan infrastruktur, terutama pada jembatan apung dan fasilitas pendukung lainnya, kawasan ini berpeluang untuk kembali menarik minat wisatawan.

Revitalisasi yang tepat tidak hanya akan menghidupkan kembali aktivitas wisata.

Akan tetapi juga memperkuat perputaran ekonomi masyarakat sekitar yang selama ini bergantung pada kunjungan wisata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *