Anak Muda di Depok Ubah Hobi Iguana Jadi Bisnis Menguntungkan

AZL
Muhammad Rifqi, salah satu peternak iguana di Kota Depok saat berjualan secara online di kediamannya, Senin (27/04/26). (Foto: adainfo.id)

adainfo.id – Tren bisnis iguana di kalangan anak muda terus berkembang seiring meningkatnya minat terhadap hewan eksotis serta pemanfaatan platform digital untuk promosi dan edukasi.

Fenomena ini tidak hanya mencerminkan perubahan gaya hidup generasi muda, tetapi juga membuka peluang usaha baru berbasis hobi yang memiliki nilai ekonomi.

Salah satu pelaku usaha yang menekuni bidang ini adalah Muhammad Rifqi yang mengembangkan usaha Iguana Kampung sejak beberapa tahun terakhir.

Perjalanan bisnis iguana yang dijalankan Rifqi berawal dari hobi memelihara reptil sejak 2015.

Ketertarikan tersebut kemudian berkembang menjadi usaha breeding atau pengembangbiakan iguana yang lebih serius pada 2018.

“Untuk peliharaannya, dari 2015 saya sudah mulai. Tapi fokus breeding di Iguana Kampung mulai 2018 awal,” ujarnya saat ditemui, Senin (27/04/2026).

Awalnya, ia hanya membeli sepasang iguana remaja. Dari pengalaman tersebut, ia mulai mendalami cara perawatan dan pengembangbiakan secara mandiri.

Seiring waktu, jumlah iguana yang dipelihara terus bertambah hingga mencapai puluhan ekor.

Hal ini menunjukkan perkembangan usaha yang cukup signifikan dari skala hobi menjadi bisnis yang lebih terstruktur.

Koleksi Beragam Jenis Iguana

Dalam menjalankan usahanya, Rifqi mengoleksi berbagai jenis iguana yang memiliki karakteristik berbeda.

Beberapa di antaranya adalah green iguana, red iguana, hingga blue iguana.

Keberagaman jenis tersebut memberikan pilihan bagi konsumen yang ingin memelihara reptil sesuai dengan preferensi masing-masing.

Selain itu, variasi warna dan ukuran juga menjadi daya tarik tersendiri dalam pasar reptil.

Mayoritas koleksi yang dimiliki merupakan jenis common iguana, yang dinilai lebih mudah dirawat dan memiliki tingkat adaptasi yang baik.

Perkembangan koleksi ini tidak lepas dari proses pembelajaran yang dilakukan secara bertahap, termasuk memahami kebutuhan habitat dan pola makan iguana.

Pemanfaatan platform digital menjadi faktor penting dalam perkembangan bisnis iguana. Rifqi menggunakan TikTok sebagai media utama untuk promosi dan edukasi.

Melalui siaran langsung, ia rutin membagikan pengetahuan seputar cara merawat iguana kepada masyarakat luas.

“Kita manfaatkan live streaming di TikTok buat sharing dan edukasi. Karena masih banyak yang menyamaratakan iguana dengan bunglon,” katanya.

Konten yang disajikan tidak hanya berfungsi sebagai promosi, tetapi juga meningkatkan literasi masyarakat tentang reptil.

Hal ini penting mengingat masih banyak orang yang belum memahami perbedaan antara iguana dan bunglon.

Selain itu, penggunaan media sosial memungkinkan jangkauan pasar yang lebih luas, sehingga penjualan tidak terbatas pada wilayah tertentu.

Edukasi Perawatan Jadi Kunci

Dalam menjalankan bisnis ini, edukasi menjadi aspek penting yang terus dilakukan.

Rifqi menilai bahwa merawat iguana tidak bisa dilakukan sembarangan, meski terlihat mudah.

Menurutnya, salah satu faktor utama dalam perawatan iguana adalah kebutuhan sinar matahari untuk membantu proses metabolisme.

“Yang paling penting dijemur, karena dia mencerna makanan dan nafsu makannya dibantu sinar matahari,” jelasnya.

Selain itu, pola makan juga harus diperhatikan. Iguana umumnya mengonsumsi sayur dan buah seperti kangkung, sawi, tauge, pepaya, hingga pisang.

Pemahaman yang baik mengenai perawatan ini menjadi penting agar iguana dapat tumbuh sehat dan tidak mengalami stres.

Harga Variatif dan Pasar Terus Berkembang

Dari sisi bisnis, harga iguana cukup bervariasi tergantung pada jenis, ukuran, dan usia.

Untuk ukuran baby, harga dibanderol mulai dari ratusan ribu rupiah hingga jutaan rupiah.

Sementara itu, iguana dewasa memiliki harga yang lebih tinggi, seiring dengan tingkat perawatan dan ukuran tubuhnya.

Melalui pemasaran digital, Iguana Kampung kini mampu menjangkau konsumen dari berbagai daerah di Indonesia.

Aktivitas promosi dilakukan melalui akun media sosial yang aktif membuat konten serta melakukan siaran langsung.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa bisnis reptil memiliki potensi besar jika dikelola dengan serius dan didukung strategi pemasaran yang tepat.

Rifqi berharap semakin banyak anak muda yang berani mengembangkan hobi menjadi usaha produktif.

Menurutnya, dunia reptil tidak hanya tentang jual beli, tetapi juga membangun komunitas serta meningkatkan pengetahuan.

Ia juga menekankan pentingnya tanggung jawab dalam memelihara hewan, terutama bagi pemula yang baru tertarik pada dunia reptil.

Dengan semakin meningkatnya minat terhadap iguana, tren ini diperkirakan akan terus berkembang, terutama di kalangan generasi muda yang aktif memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana bisnis dan edukasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *