PGPI Depok Resmi Dilantik, Chandra Rahmansyah Dorong Peran Sosial Gereja Lebih Luas

ARY
Wakil Wali Kota Chandra Rahmansyah saat hadir dalam pelantikan pengurus PGPI Depok 2026-2031 di Gereja Kasih Anugerah, Pancoran Mas, Selasa (28/04/26). (Foto: adainfo.id)

adainfo.id – Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah menegaskan pentingnya peran aktif gereja dalam mengatasi persoalan sosial seperti kemiskinan dan akses pendidikan saat menghadiri pelantikan pengurus Gereja Pentakosta Indonesia (PGPI) Kota Depok periode 2026-2031 di Gereja Kasih Anugerah, Kecamatan Pancoran Mas, Selasa (28/04/2026).

Dalam sambutannya, Chandra menekankan bahwa pelantikan pengurus PGPI bukan sekadar seremoni formal, melainkan sebuah amanah besar yang harus diwujudkan melalui pelayanan nyata kepada masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Kota Depok, saya mengucapkan selamat atas pelantikan pengurus Gereja Pentakosta Indonesia Kota Depok. Tentunya ini adalah kepercayaan sekaligus tanggung jawab mulia untuk melayani, membina umat, serta menghadirkan nilai-nilai kebaikan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, kepengurusan baru harus mampu membawa organisasi ke arah yang lebih berdampak, khususnya dalam menjawab kebutuhan sosial masyarakat yang semakin kompleks.

Pemkot Depok, lanjut Chandra, memberikan apresiasi atas kontribusi gereja selama ini dalam menjaga keharmonisan sosial serta memperkuat nilai-nilai keimanan di tengah masyarakat yang beragam.

“Kami menyambut baik dan memberikan apresiasi atas peran Gereja Pentakosta Indonesia yang selama ini telah berkontribusi dalam menjaga kerukunan, memperkuat nilai-nilai keimanan, serta mendukung pembangunan nasional,” katanya.

Ia menilai, kehadiran gereja tidak hanya terbatas pada kegiatan spiritual, tetapi juga memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas sosial dan mempererat hubungan antarwarga.

Pesan Kepemimpinan: Rangkul Semua Lapisan

Chandra juga berpesan kepada para pengurus yang baru dilantik agar menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, ketulusan, serta semangat melayani tanpa diskriminasi.

“Kepada para pengurus yang hari ini dilantik, pesan kami jalankan tugas ini dengan penuh tanggung jawab, ketulusan, dan semangat melayani. Rangkul semua, semakin banyak orang yang dirangkul, maka semakin baik,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa kepemimpinan dalam organisasi keagamaan harus bersifat inklusif dan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang berada dalam kondisi rentan.

Chandra juga secara khusus menyoroti pentingnya keterlibatan gereja dalam membantu menyelesaikan persoalan mendasar masyarakat, seperti kemiskinan dan akses pendidikan.

“Pastikan tidak ada masyarakat yang tidak bisa makan. Pastikan tidak ada anak-anak yang tidak bisa bersekolah. Pastikan masyarakat bisa mendapatkan akses pelayanan yang layak,” ungkap Chandra.

Menurutnya, lembaga keagamaan memiliki posisi strategis karena berada dekat dengan masyarakat dan memahami kondisi riil di lapangan.

Hal ini membuat gereja mampu menjadi perpanjangan tangan dalam membantu pemerintah menjangkau warga yang membutuhkan.

“Gereja harus menunjukkan pelayanan nyata kepada masyarakat, khususnya mereka yang berada dalam kondisi sulit,” ujarnya.

Dukungan terhadap Program Pemerintah dan Pembangunan SDM

Pada kesempatan yang sama, Chandra mengajak seluruh elemen gereja untuk berperan aktif dalam mendukung berbagai program pemerintah, baik di tingkat nasional maupun daerah.

“Kami mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menyukseskan program nasional dan program Pemerintah Kota Depok, seperti sekolah swasta gratis dan koperasi Merah Putih,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa program-program tersebut dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan.

“Manfaatkan program-program tersebut agar berdampak positif bagi masyarakat Kota Depok dan pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.

Selain itu, Chandra juga menegaskan pentingnya menjaga semangat kebersamaan dan toleransi sebagai fondasi utama pembangunan kota.

“Mari kita bersama-sama menjaga Depok sebagai kota yang unggul, damai, dan penuh toleransi. Kota ini tidak hanya berkembang secara fisik, tetapi juga harus kuat dalam nilai kebersamaan,” ucapnya.

Ia turut menyoroti pentingnya pengembangan sumber daya manusia sebagai kunci utama kemajuan daerah, terutama melalui sektor pendidikan.

“Kami sangat terbantu dengan visi pengembangan sumber daya manusia yang unggul melalui pendidikan. Kota Depok bisa maju apabila memiliki SDM yang unggul, berpendidikan tinggi, dan berpikiran terbuka,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *