Supian Suri Ajak Ulama dan Warga Doakan Kemajuan Depok di HUT ke-27

AZL
Wali Kota Depok Supian Suri memberikan sambutan saat kegiatan Ngaji Hikam di kediamannya kawasan Cilodong, Jum'at (24/04/26). (Foto: adainfo.id)

adainfo.id – Wali Kota Depok Supian Suri mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendoakan kemajuan Kota Depok dalam kegiatan Ngaji Hikam yang digelar di kediamannya kawasan Cilodong, Jumat (24/04/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana khidmat dan dihadiri tokoh nasional Ma’ruf Amin, para kiai, ustaz, serta jamaah dari berbagai wilayah.

Kehadiran berbagai elemen masyarakat ini menjadi bagian dari upaya memperkuat nilai kebersamaan dan spiritualitas di tengah momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT).ke-27 Kota Depok.

Dalam sambutannya, Supian Suri menyampaikan apresiasi atas kehadiran para tokoh agama dan jamaah yang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Ia menilai kehadiran para ulama menjadi bagian penting dalam memperkuat kehidupan sosial dan spiritual masyarakat.

“Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya, khususnya buat orang tua kita, guru kita, Bapak Prof Dr Ma’ruf Amin yang telah berkenan hadir dan memberikan ilmunya buat kita semua, serta para kiai, para ustaz, dan seluruh jamaah yang hadir,” ujarnya.

Momentum bulan April yang bertepatan dengan hari jadi Kota Depok juga disoroti dalam kegiatan tersebut.

Supian menyebut peringatan ini sebagai momen penting untuk merefleksikan perjalanan pembangunan kota sekaligus memperkuat rasa kebersamaan masyarakat.

“Masih dalam suasana bulan April, bulan April adalah hari kebanggaan buat warga Depok karena di bulan April tahun ini Depok genap berusia 27 tahun,” katanya.

Ia menegaskan bahwa pembangunan kota tidak hanya bertumpu pada aspek fisik, tetapi juga harus didukung oleh kekuatan spiritual dan nilai-nilai kebersamaan.

Oleh karena itu, doa bersama dinilai menjadi bagian penting dalam mendukung arah pembangunan yang lebih baik.

“Untuk itu saya mohon para kiai, para ustaz, dan seluruh jamaah mendoakan Kota Depok agar menjadi kota yang bisa memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakatnya, menjadi kota yang baldatun thayyibatun warabbun ghafur,” ungkapnya.

Harapan untuk Kepemimpinan dan Pelayanan Publik

Selain itu, Supian juga memohon dukungan doa agar dirinya bersama Wakil Wali Kota Chandra Rahmansyah serta jajaran pemerintah dapat menjalankan amanah dengan maksimal.

Ia menekankan bahwa tanggung jawab dalam melayani masyarakat membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk melalui doa.

“Buat saya, Pak Chandra, serta seluruh Forkopimda dan yang menjadi bagian pelayanan masyarakat Kota Depok, mohon didoakan agar dapat menjalankan amanah secara maksimal tanpa halangan,” lanjutnya.

Kegiatan Ngaji Hikam tersebut juga menjadi sarana mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.

Dalam suasana yang penuh kekhusyukan, para jamaah mengikuti rangkaian acara dengan tertib, mencerminkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap kegiatan keagamaan.

Peran tokoh agama dalam kegiatan ini dinilai strategis, terutama dalam membangun karakter masyarakat yang berlandaskan nilai moral dan spiritual.

Kehadiran ulama tidak hanya memberikan tausiyah, tetapi juga menjadi penguat dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat.

Apresiasi dan Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan

Supian juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam penyelenggaraan kegiatan masih terdapat kekurangan.

Hal ini disampaikan sebagai bentuk penghormatan kepada para tamu dan jamaah yang hadir.

“Kami mohon maaf kepada seluruh jamaah, para kiai, dan ustaz jika dalam pelayanan, khususnya dalam kegiatan ini, masih terdapat kekurangan. Kami mohon dibukakan pintu maaf sebesar-besarnya,” tuturnya.

Ia turut mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

Menurutnya, keberhasilan acara tidak lepas dari kerja sama berbagai elemen masyarakat.

Kegiatan ini juga mencerminkan upaya pemerintah dalam menghadirkan ruang-ruang interaksi yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menyentuh aspek sosial dan spiritual masyarakat.

Melalui pendekatan tersebut, diharapkan hubungan antara pemerintah dan warga semakin erat.

Nilai-nilai yang disampaikan dalam kegiatan ini diharapkan dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

Dalam konteks pembangunan kota, penguatan nilai spiritual dinilai mampu menjadi fondasi dalam menciptakan lingkungan yang lebih kondusif.

Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik yang tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga pada kesejahteraan sosial.

Kehadiran berbagai elemen masyarakat dalam kegiatan ini menunjukkan adanya dukungan terhadap program pemerintah dalam membangun kota yang lebih baik.

Sinergi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mewujudkan tujuan tersebut.

Melalui kegiatan Ngaji Hikam, diharapkan nilai kebersamaan, toleransi, dan kepedulian sosial dapat terus berkembang di tengah masyarakat Kota Depok.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *