JFF 2026 Siap Digelar, Angkat Tema Ketahanan dan Masa Depan Kota

AZL
Kick Off Jakarta Future Festival (JFF) 2026. (Foto: JFF)

adainfo.id – Jakarta Future Festival (JFF) 2026 dijadwalkan berlangsung pada 5 hingga 7 Juni di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, sebagai ruang kolaborasi terbuka yang mempertemukan berbagai elemen masyarakat untuk membahas masa depan kota yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

Ajang tahunan yang kembali digelar ini mengusung tema “Navigating Resilience”, menandai upaya serius pemerintah daerah dalam menghadirkan forum interaktif yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga substantif dalam mendorong arah pembangunan Jakarta ke depan.

Festival ini diinisiasi oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) sebagai bagian dari strategi memperkuat keterlibatan publik dalam proses perencanaan kota, sekaligus membuka ruang dialog lintas sektor yang lebih luas.

Kepala Bappeda DKI Jakarta, Atika Nur Rahmania, menegaskan bahwa Jakarta Future Festival dirancang sebagai wadah inklusif yang mampu mengakomodasi aspirasi masyarakat dari berbagai latar belakang.

“Kita ingin menjadikan TIM sebagai rumah gagasan, tempat masyarakat berdialog, bertukar ide, dan menyampaikan aspirasi terkait pembangunan Jakarta,” ujarnya dikutip, Jum’at (24/06/2026).

Konsep tersebut menempatkan Taman Ismail Marzuki tidak hanya sebagai pusat seni dan budaya, tetapi juga sebagai ruang intelektual yang menghubungkan ide, inovasi, dan partisipasi publik dalam satu ekosistem pembangunan kota.

Festival ini menjadi bagian dari pendekatan baru dalam tata kelola perkotaan yang menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat sebagai aktor utama dalam pembangunan.

Mengusung Konsep Jakarta Urban Playground

Pada penyelenggaraan tahun ini, Jakarta Future Festival 2026 telah ditetapkan sebagai kekayaan intelektual pemerintah daerah, sekaligus dikembangkan dalam format Jakarta Urban Playground.

Konsep ini menghadirkan ruang interaktif yang memungkinkan masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga terlibat aktif dalam berbagai aktivitas yang berkaitan dengan isu-isu perkotaan.

Pengunjung akan disuguhkan pengalaman yang menggabungkan edukasi, diskusi, hingga eksplorasi ide melalui berbagai instalasi dan program yang dirancang secara kreatif.

Atika menekankan bahwa pendekatan ini diharapkan mampu membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya kolaborasi dalam menghadapi tantangan kota yang semakin kompleks.

“Ini adalah ruang bersama. Ketika semua unsur berkumpul, energi untuk membangun kota akan sangat luar biasa,” tambahnya.

Jakarta Future Festival 2026 akan menghadirkan empat spektrum utama yang menjadi kerangka pelaksanaan kegiatan, yakni deliberating, shaping, showcasing, dan engaging.

Keempat spektrum ini dirancang untuk menciptakan pengalaman yang komprehensif bagi pengunjung, mulai dari proses diskusi hingga implementasi ide.

Deliberating menjadi ruang diskusi terbuka yang mempertemukan pemangku kepentingan untuk membahas isu-isu strategis perkotaan.

Shaping berfokus pada proses perumusan gagasan dan solusi inovatif yang dapat diterapkan dalam pembangunan kota.

Showcasing menghadirkan berbagai inovasi dan praktik terbaik yang telah dilakukan, baik oleh pemerintah, komunitas, maupun sektor swasta.

Sementara engaging menjadi ruang interaksi langsung antara masyarakat dan berbagai pihak untuk membangun koneksi serta kolaborasi yang berkelanjutan.

Pendekatan ini mencerminkan transformasi paradigma pembangunan kota yang tidak lagi bersifat top-down, melainkan berbasis partisipasi dan kolaborasi.

Urban Talks dan Perspektif Global

Salah satu program utama dalam festival ini adalah Urban Talks yang akan menghadirkan sekitar 160 narasumber dalam 32 sesi diskusi panel.

Forum ini akan membahas berbagai isu strategis, mulai dari pembangunan kota, ekonomi, hingga tantangan global yang memengaruhi kehidupan perkotaan.

Selain itu, program Jakarta Forecast juga akan menjadi sorotan dalam festival ini, dengan fokus pada proyeksi masa depan Jakarta di berbagai sektor.

Topik yang dibahas mencakup pariwisata, ekonomi, hingga diplomasi global, yang menjadi bagian penting dalam memperkuat posisi Jakarta sebagai kota metropolitan berkelas dunia.

Untuk memperkaya perspektif, festival ini juga direncanakan menghadirkan tokoh internasional, termasuk Wali Kota New York dan Wali Kota Boston.

Kehadiran mereka diharapkan dapat memberikan wawasan baru dalam menghadapi dinamika global serta memperkuat jejaring kerja sama antar kota di tingkat internasional.

Partisipasi global ini menjadi indikator bahwa Jakarta mulai membuka diri sebagai kota yang aktif dalam percakapan internasional terkait pembangunan urban.

Edukasi Generasi Muda dan Partisipasi Publik

Tidak hanya menyasar kalangan profesional dan pemangku kebijakan, Jakarta Future Festival 2026 juga menghadirkan program edukatif bagi anak-anak dan generasi muda.

Program ini bertujuan menanamkan kesadaran sejak dini tentang pentingnya peran generasi muda dalam membangun masa depan kota yang berkelanjutan.

Melalui pendekatan yang interaktif dan edukatif, anak-anak diajak untuk memahami konsep kota, lingkungan, serta pentingnya inovasi dalam kehidupan sehari-hari.

Langkah ini menjadi bagian dari investasi jangka panjang dalam membangun generasi yang memiliki kepedulian terhadap isu-isu perkotaan.

Selain itu, keterlibatan komunitas, pelaku usaha, hingga akademisi juga menjadi bagian penting dalam menciptakan ekosistem kolaboratif yang kuat.

Festival ini diharapkan mampu menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap proses pembangunan.

Dengan menghadirkan berbagai program yang inklusif dan partisipatif, Jakarta Future Festival 2026 menjadi representasi dari upaya transformasi kota menuju masa depan yang lebih resilien, adaptif, dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *