Garasi Travel Sabet Stevie Award 2026, Namun Tak Dilirik Pemerintah

Sagara Rizal, Owner Garasi Travel, saat podcast di Buka Tutup (Foto: adainfo.id)

adainfo.id – Industri pariwisata Indonesia kembali mencatatkan tonggak penting di level internasional.

Garasi Travel, startup travel lokal di bawah naungan PT Gara Indonesia Group, berhasil meraih penghargaan bergengsi dalam ajang Asia-Pacific Stevie Awards 2026.

Perusahaan ini memenangkan kategori People’s Choice Stevie Award – Most Favorite Company (Start Up) in Asia Pacific, sebuah kategori yang ditentukan langsung oleh suara publik.

Pencapaian Garasi Travel bukan sekadar kemenangan simbolik, melainkan bukti konkret bahwa startup Indonesia mampu bersaing di tengah ketatnya kompetisi global.

Di kategori ini, ratusan perusahaan dari berbagai negara ikut ambil bagian, mulai dari sektor teknologi, jasa, hingga industri kreatif.

Penghargaan tersebut sekaligus mempertegas posisi Indonesia sebagai salah satu pemain penting dalam industri pariwisata dunia, khususnya dalam sektor startup berbasis pengalaman perjalanan.

Proses Ketat Hingga Masuk Top 10 Asia Pasifik

Pemilik Garasi Travel, Sagara Rizal, mengungkapkan bahwa pencapaian ini bermula dari undangan untuk mengikuti proses penilaian.

Ia mengaku awalnya tidak memiliki ekspektasi tinggi mengingat skala perusahaannya masih tergolong kecil.

“Jadi Stevie Award itu sebenarnya ajang penghargaan tahunan. Kami awalnya hanya diundang untuk ikut penilaian, bukan langsung dijanjikan menang,” ujar Sagara dalam podcast Buka Tutup.

Ia menjelaskan bahwa Garasi Travel masuk dalam kategori mikro, dengan jumlah karyawan yang bahkan belum mencapai 10 orang. Meski demikian, proses seleksi tetap berjalan ketat dan profesional.

Penilaian dilakukan berdasarkan berbagai indikator, mulai dari laporan keuangan, aktivitas tanggung jawab sosial (CSR), inovasi bisnis, hingga strategi digital marketing dan kepemimpinan. Seluruh aspek tersebut harus dilengkapi dengan bukti konkret.

“Saya hanya mengirim apa yang kami punya. Bahkan sempat merasa tidak mungkin menang,” ungkapnya.

Namun di luar dugaan, Garasi Travel berhasil menembus 10 besar dari sekitar 200 perusahaan kategori mikro di Asia Pasifik. Tidak hanya itu, Garasi Travel menjadi satu-satunya perwakilan dari Indonesia dalam kategori tersebut.

Voting Publik Mengantarkan Garasi Travel Jadi Juara

Setelah masuk 10 besar, proses penentuan pemenang berlanjut ke tahap voting publik. Sistem voting dilakukan secara online melalui situs resmi penyelenggara, di mana setiap perangkat hanya dapat memberikan satu suara per hari.

Sagara menyebutkan bahwa pada minggu pertama, Garasi Travel bahkan tidak masuk tiga besar. Namun situasi berubah drastis di minggu kedua.

“Minggu kedua tiba-tiba kami peringkat satu. Minggu ketiga tetap peringkat satu. Dari situ mulai yakin, tapi tetap kami terus minta dukungan,” katanya.

Dukungan datang dari berbagai pihak, mulai dari tim internal, alumni, hingga komunitas traveler yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan Garasi Travel.

Hasilnya, Garasi Travel resmi dinobatkan sebagai pemenang People’s Choice Stevie Award 2026 untuk kategori startup paling favorit di Asia Pasifik.

Momentum Promosi Indonesia di Panggung Dunia

Penganugerahan penghargaan yang digelar pada 17 April 2026 menjadi momentum penting bagi Garasi Travel untuk memperkenalkan Indonesia ke dunia internasional.

Dalam kesempatan tersebut, Sagara menyampaikan pidato singkat yang sekaligus menjadi ajang promosi destinasi wisata Indonesia.

“Saya mengajak mereka untuk datang ke Indonesia, khususnya Bali dan Lombok. Memang masih banyak destinasi lain, tapi waktu hanya 30 detik,” ujarnya.

Ia mengakui bahwa keterbatasan waktu membuatnya belum sempat menyebut destinasi lain seperti Karimun Jawa, Belitung, atau Bromo. Namun demikian, dampak promosi tersebut langsung terasa.

Bahkan, dalam waktu dekat, Garasi Travel akan kedatangan wisatawan dari Filipina yang tertarik untuk melakukan perjalanan ke Lombok.

“Bulan Mei ini sekitar 20 sampai 22 orang dari Filipina akan datang untuk private trip ke Lombok,” ungkapnya.

Menurut Sagara, hal ini membuktikan bahwa penghargaan internasional tidak hanya berdampak pada reputasi perusahaan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi Indonesia melalui sektor pariwisata.

Kazakhstan Jadi Kunci Awal Kesuksesan

Sagara juga mengungkapkan bahwa salah satu faktor yang menarik perhatian internasional adalah keberhasilan Garasi Travel mengembangkan destinasi open trip ke Kazakhstan.

Destinasi tersebut bahkan menjadi salah satu produk unggulan yang selalu sold out sejak 2024.

“Kazakhstan itu selalu ramai. Kami sudah jalan lebih dari 15 batch, belum termasuk private trip,” jelasnya.

Fenomena ini menunjukkan bahwa pasar wisatawan Indonesia memiliki minat tinggi terhadap destinasi baru yang belum terlalu populer.

Keberanian Garasi Travel dalam mengeksplorasi pasar non-mainstream menjadi salah satu nilai tambah yang diperhitungkan dalam ajang penghargaan tersebut.

Kritik Minimnya Dukungan terhadap Prestasi

Di balik pencapaian tersebut, Sagara juga menyampaikan kekecewaannya terhadap minimnya dukungan dari pihak pemerintah. Ia mengaku telah mengirim proposal ke tiga kementerian sebelum keberangkatannya ke acara penghargaan, namun respons yang diterima jauh dari harapan.

“Ada yang menolak mentah-mentah, bahkan untuk publikasi saja tidak bisa. Ada yang hanya bantu posting, tapi di slide keenam,” katanya.

Ia juga menyoroti adanya pernyataan bahwa prestasi harus viral terlebih dahulu agar mendapatkan perhatian.

“Kenapa tidak dibalik? Kenapa tidak dibantu memviralkan prestasi?” ujarnya.

Menurutnya, dukungan terhadap pelaku usaha berprestasi sangat penting, terutama jika berdampak langsung pada promosi Indonesia dan peningkatan devisa negara.

Target Global dan Strategi Inbound Pariwisata

Ke depan, Garasi Travel menargetkan ekspansi global dengan membuka cabang di luar negeri. Strategi ini dilakukan untuk menyeimbangkan antara outbound dan inbound tourism.

Selama ini, bisnis Garasi Travel masih didominasi oleh perjalanan keluar negeri. Padahal, secara ekonomi, inbound tourism dinilai lebih menguntungkan bagi negara.

“Saya ingin memperkuat inbound. Supaya kita bisa mendatangkan wisatawan ke Indonesia,” jelas Sagara.

Dengan meningkatnya jaringan internasional pasca Stevie Award, Garasi Travel optimistis dapat membawa lebih banyak wisatawan asing ke Indonesia.

Prestasi Garasi Travel dalam ajang Stevie Awards menjadi bukti bahwa startup lokal memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat dunia.

Di tengah keterbatasan sumber daya, keberanian berinovasi dan konsistensi dalam membangun kualitas layanan menjadi kunci utama keberhasilan.

Keberhasilan ini juga menjadi refleksi bahwa industri pariwisata Indonesia tidak hanya bergantung pada destinasi, tetapi juga pada pelaku usaha yang mampu mengemas pengalaman perjalanan menjadi sesuatu yang bernilai tinggi di mata global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *