Warga Jakarta Diajak Padamkan Lampu 1 Jam, Upaya Tekan Emisi Karbon?

ARY
Suasana gelap saat malam di kawasan Bundaran HI, Jakarta. (Foto: Mendy Revanus/Unsplash)

adainfo.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali menggelar aksi pemadaman lampu serentak di sejumlah titik strategis ibu kota pada Sabtu (13/06/2026) malam.

Selama satu jam penuh, sejumlah ikon Jakarta akan berada dalam kondisi gelap sebagai bagian dari kampanye penghematan energi dan pengurangan emisi karbon.

Program tersebut dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup 2026 sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam upaya menjaga keberlanjutan lingkungan perkotaan.

Pemadaman akan berlangsung mulai pukul 20.30 WIB hingga 21.30 WIB dan mencakup berbagai kawasan penting di Jakarta.

Tidak hanya ruas jalan utama, sejumlah landmark yang selama ini menjadi simbol ibu kota juga akan ikut dipadamkan pencahayaannya selama pelaksanaan kegiatan.

Monas dan Bundaran HI Masuk Daftar Pemadaman

Dalam pelaksanaannya, aksi pemadaman lampu Jakarta akan menyasar sejumlah jalan protokol dan arteri yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.

Beberapa ikon kota yang akan ikut dipadamkan antara lain Monumen Nasional, Patung Arjuna Wiwaha, Bundaran HI melalui pencahayaan Patung Selamat Datang, Patung Pemuda, Patung Jenderal Sudirman, hingga kawasan Balai Kota DKI Jakarta.

Langkah tersebut menjadi bagian dari gerakan kolektif yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya penghematan energi dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Dudi Gardesi, mengatakan pemadaman lampu selama satu jam bukan sekadar kegiatan simbolis.

Menurutnya, aksi tersebut membawa pesan penting mengenai tanggung jawab bersama dalam menjaga lingkungan dan menekan dampak perubahan iklim.

“Suasana gelap selama satu jam menjadi simbol kepedulian bersama terhadap lingkungan dan masa depan kota,” katanya dikutip, Jumat (12/06/2026).

Dudi menilai langkah kecil yang dilakukan secara bersama-sama dapat memberikan dampak besar apabila menjadi kebiasaan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Masyarakat Diajak Terapkan Gaya Hidup Hemat Energi

Selain memadamkan lampu di berbagai fasilitas publik, Pemprov DKI Jakarta juga mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi dari rumah maupun tempat usaha masing-masing.

Partisipasi warga dinilai menjadi faktor penting dalam keberhasilan upaya penghematan energi dan pengurangan emisi karbon.

“Perubahan kecil yang dilakukan bersama dapat memberikan dampak besar. Kami mengajak seluruh masyarakat menjadikan hemat energi sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari demi Jakarta yang lebih sehat dan nyaman untuk generasi mendatang,” jelasnya.

Ajakan tersebut sejalan dengan berbagai program pemerintah daerah yang mendorong terbentuknya budaya ramah lingkungan di tengah masyarakat perkotaan.

Dudi menjelaskan bahwa pelaksanaan aksi pemadaman lampu ini bukan kegiatan yang dilakukan secara insidental.

Program tersebut mengacu pada Instruksi Gubernur Nomor 14 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Pemadaman Lampu dalam Rangka Penghematan Energi dan Pengurangan Emisi Karbon.

Melalui regulasi tersebut, pemerintah daerah secara berkala menggelar kegiatan serupa sebagai bentuk komitmen dalam mendukung target pembangunan berkelanjutan dan pengendalian emisi karbon.

Catatan Penghematan Capai Puluhan Ton Emisi Karbon

Pemprov DKI Jakarta mencatat pelaksanaan aksi pemadaman lampu sebelumnya yang berlangsung pada 25 April 2026 menghasilkan dampak yang cukup signifikan.

Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, kegiatan tersebut mampu menghemat konsumsi listrik hingga 96,91 megawatt hour (MWh).

Dari sisi ekonomi, penghematan tersebut setara dengan efisiensi biaya listrik sebesar Rp140.226.312.

Tidak hanya itu, aksi tersebut juga berkontribusi terhadap penurunan emisi karbon hingga 77,53 ton CO2e.

Data tersebut menjadi indikator bahwa pengurangan konsumsi energi dalam waktu singkat sekalipun dapat memberikan manfaat nyata bagi lingkungan apabila dilakukan secara masif dan konsisten.

Langkah Sederhana dengan Dampak Besar

Menurut Dudi, hasil penghematan yang diperoleh pada pelaksanaan sebelumnya menunjukkan bahwa kebiasaan sederhana.

Seperti mematikan lampu atau perangkat elektronik yang tidak digunakan dapat memberikan kontribusi besar terhadap upaya pelestarian lingkungan.

Ia menegaskan bahwa penghematan energi bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat.

“Melalui aksi sederhana ini, kita bisa ikut menjaga kualitas lingkungan sekaligus menghemat energi. Jika menjadi kebiasaan bersama, dampaknya akan semakin besar bagi masa depan Jakarta yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Pelaksanaan pemadaman lampu di Jakarta pada Sabtu malam nanti diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan.

Akan tetapi juga mampu meningkatkan kesadaran publik mengenai pentingnya efisiensi energi, pengurangan emisi karbon, serta perlindungan lingkungan hidup di tengah tantangan perubahan iklim yang semakin nyata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *