May Day 2026, Ratusan Personel Gabungan Pantau Pergerakan Buruh dari Depok ke Jakarta
adainfo.id – Sebanyak 480 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan peringatan Hari Buruh Nasional atau May Day yang jatuh pada Jumat (01/05/2026), dengan fokus pengawalan pergerakan massa dari Kota Depok menuju Jakarta.
Personel tersebut terdiri dari unsur Polri, TNI, Satpol PP, serta Dinas Perhubungan yang disiagakan di berbagai titik strategis di wilayah Kota Depok.
Pengamanan dilakukan untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas sekaligus menjaga situasi tetap kondusif selama peringatan Hari Buruh.
Sejumlah jalur utama menjadi prioritas pengamanan karena diperkirakan akan dilalui massa buruh yang hendak menyampaikan aspirasi di ibu kota.
Kepadatan lalu lintas diprediksi terjadi seiring meningkatnya mobilitas pada momentum tersebut.
Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Abdul Waras, menyampaikan bahwa pihaknya tidak hanya melakukan pengamanan.
Akan tetapi juga memberikan pelayanan kepada para buruh agar perjalanan menuju lokasi aksi berlangsung aman.
“Kita mengawal aksi buruh ke Jakarta. Tentu tidak membatasi aspirasi mereka, namun memberikan pelayanan,” papar Abdul Waras dalam keterangan yang diterima pada Kamis (30/04/2026).
Titik Strategis Jadi Fokus Pengamanan
Pengamanan difokuskan di sejumlah titik strategis yang menjadi jalur utama perlintasan massa buruh.
Beberapa lokasi yang menjadi perhatian antara lain Jalan Margonda Raya, Flyover Universitas Indonesia, Exit Tol Cisalak, serta pertigaan Bojongsari.
Keempat titik tersebut dinilai memiliki potensi kepadatan tinggi karena menjadi akses utama yang menghubungkan wilayah Kota Depok dengan Jakarta.
Selain itu, jalur tersebut juga merupakan kawasan dengan aktivitas lalu lintas yang padat pada hari kerja.
Penempatan personel di titik-titik tersebut bertujuan untuk mengatur arus kendaraan serta mengantisipasi potensi kemacetan yang dapat mengganggu mobilitas masyarakat umum.
Selain pengaturan lalu lintas, aparat juga disiagakan untuk memastikan keamanan selama perjalanan massa buruh menuju lokasi aksi.
Kehadiran petugas di lapangan diharapkan mampu mencegah terjadinya gangguan keamanan serta menjaga ketertiban umum.
“Kita kawal hingga kita pastikan teman-teman buruh tiba di lokasi dalam keadaan aman dan lancar” terangnya.
Pengamanan Diperluas ke Stasiun Kereta
Tidak hanya jalur darat, pengamanan juga dilakukan di sejumlah stasiun kereta api yang menjadi titik keberangkatan buruh menuju Jakarta.
Stasiun yang menjadi perhatian antara lain Stasiun Bojonggede, Stasiun Depok Lama, Stasiun Depok Baru, Stasiun Universitas Indonesia, dan Stasiun Pondok Cina.
Kelima stasiun tersebut merupakan simpul transportasi penting yang setiap harinya melayani ribuan penumpang, termasuk pekerja yang menggunakan KRL sebagai moda transportasi utama.
Pengamanan di area stasiun dilakukan untuk memastikan kelancaran arus penumpang serta mencegah terjadinya penumpukan massa yang berpotensi mengganggu operasional layanan kereta.
Selain itu, aparat juga berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menjaga keamanan dan kenyamanan pengguna transportasi umum lainnya yang tetap beraktivitas seperti biasa pada hari tersebut.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara kelancaran aksi buruh dan aktivitas masyarakat umum yang tetap berjalan.
Harapan Situasi Tetap Kondusif
Kapolres berharap seluruh rangkaian kegiatan peringatan Hari Buruh Nasional di wilayah Kota Depok dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif.
Ia menekankan pentingnya kerja sama antara aparat, buruh, dan masyarakat dalam menjaga situasi yang kondusif.
Dengan pengamanan yang terencana dan terkoordinasi, diharapkan tidak terjadi gangguan berarti selama peringatan May Day berlangsung.
Aparat juga mengimbau agar seluruh pihak tetap menjaga ketertiban serta menghormati hak pengguna jalan lainnya.
Momentum Hari Buruh Nasional setiap tahunnya menjadi perhatian karena melibatkan mobilisasi massa dalam jumlah besar.
Oleh karena itu, kesiapan pengamanan menjadi faktor penting dalam memastikan kegiatan berjalan lancar tanpa mengganggu stabilitas keamanan di wilayah perkotaan seperti Kota Depok.
Pengawalan yang dilakukan oleh aparat tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga pada pelayanan kepada masyarakat, khususnya para buruh yang hendak menyampaikan aspirasi mereka secara damai dan tertib.












