Puluhan Ribu Buruh Bergerak ke Jakarta untuk May Day 2026, Pengamanan Skala Besar Disiapkan

ARY
Ilustrasi pergerakan massa buruh ke Jakarta untuk menggelar aksi May Day 2026. (Foto: Instagram/tmcpoldametro)

adainfo.id – Pergerakan besar massa buruh menuju Jakarta dalam rangka peringatan May Day 2026 dipastikan berjalan dengan pengamanan ketat.

Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menegaskan bahwa seluruh rangkaian mobilisasi buruh telah dipetakan secara rinci, mulai dari distribusi rute, pengawalan kendaraan, hingga pengaturan titik kumpul di Jakarta.

Menurut Agus, massa buruh dari Jawa Barat tidak hanya terpusat pada satu titik, melainkan terbagi dalam tiga tujuan utama di Jakarta, yakni kawasan Monumen Nasional (Monas), Gedung DPR RI, serta kawasan Danantara.

Setiap kelompok pergerakan telah dikategorikan dan akan mendapatkan pengawalan resmi dari aparat di lapangan untuk memastikan perjalanan berlangsung aman dan tertib.

Agus menegaskan bahwa koordinasi lintas sektor telah dilakukan secara menyeluruh, termasuk dengan pengelola jalan tol.

Salah satu fokus utama adalah memastikan tidak terjadi hambatan lalu lintas selama proses keberangkatan ribuan buruh menuju Jakarta, yang diperkirakan akan meningkatkan volume kendaraan secara signifikan di jalur utama antarwilayah.

Skema Stiker Warna dan Pengelompokan 1.823 Bus Buruh

Dalam pengamanan May Day 2026, Kakorlantas Polri juga menerapkan sistem identifikasi khusus pada setiap rombongan kendaraan buruh.

Sistem ini menggunakan stiker berwarna berbeda sesuai daerah asal, guna memudahkan petugas dalam melakukan pengawalan di lapangan.

“Dari Jawa Tengah nanti warna kuning, Jawa Timur merah, Jawa Barat biru, dan Banten hijau. Ini untuk memudahkan pengawalan di lapangan,” beber Agus.

Penerapan sistem warna tersebut menjadi bagian dari strategi pengendalian massa dalam jumlah besar yang bergerak serentak menuju Jakarta.

Dari Jawa Barat sendiri, tercatat sebanyak 92.257 buruh akan diberangkatkan menggunakan 1.823 unit bus yang telah terdata dalam sistem pengamanan terpadu.

Setiap rombongan bus juga tidak bergerak tanpa pengawasan. Aparat telah menyiapkan 130 unit kendaraan roda empat dan 10 unit kendaraan roda dua untuk mengawal langsung perjalanan hingga titik tujuan masing-masing kelompok massa.

Kakorlantas menilai, skema ini penting untuk menghindari potensi gangguan di perjalanan, sekaligus memastikan distribusi massa tetap terkendali saat memasuki wilayah Jakarta yang diprediksi mengalami peningkatan mobilitas secara signifikan pada hari pelaksanaan May Day Fiesta 2026.

Ribuan Personel Gabungan Disiagakan

Selain pengawalan di jalur pergerakan massa, pengamanan juga diperkuat di titik utama kegiatan May Day Fiesta 2026 di kawasan Monas, Jakarta.

Ribuan personel gabungan telah disiapkan untuk memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menyampaikan bahwa total 24.980 personel diterjunkan dalam pengamanan peringatan May Day tahun ini.

Kekuatan tersebut terdiri dari unsur Polri, TNI, pemerintah daerah, Pamdal, hingga Sabuk Kamtibmas.

“Polda Metro Jaya bersama TNI, Pemda, Pamdal, dan unsur terkait menyiapkan 24.980 personel. Terdiri dari 15.575 personel Polri, 6.003 personel TNI, 1.002 personel dari Pemprov DKI, 400 personel Pamdal, dan 2.000 Sabuk Kamtibmas,” papar Budi.

Ia menegaskan bahwa fokus utama pengamanan bukan hanya pada pengendalian massa, tetapi juga memastikan kegiatan penyampaian aspirasi buruh dapat berlangsung secara damai dan humanis.

Aparat diminta mengedepankan pendekatan persuasif dalam mengawal jalannya kegiatan agar tidak terjadi gesekan di lapangan.

Persiapan Rekayasa Lalu Lintas

Selain itu, rekayasa lalu lintas juga disiapkan secara situasional. Penerapan skema pengalihan arus akan dilakukan berdasarkan kondisi kepadatan di sekitar lokasi kegiatan.

Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan yang masuk ke kawasan pusat ibu kota selama berlangsungnya May Day Fiesta 2026.

“Kami mengimbau kepada seluruh warga masyarakat yang tidak begitu memiliki kepentingan suatu urusan dapat menghindari wilayah-wilayah yang kami sampaikan tadi,” jelas Budi.

Ia juga menambahkan bahwa rekayasa lalu lintas bersifat fleksibel dan akan menyesuaikan dengan kondisi di lapangan.

Oleh karena itu, masyarakat diharapkan dapat memahami potensi kepadatan yang terjadi selama kegiatan berlangsung.

“Mengingat akan ada intensitas keramaian, kepadatan, sehingga arus lalu lintas terkait tentang rekayasa dan lain-lain itu sifatnya fungsional dan situasional,” papar Budi.

Polda Metro Jaya memastikan seluruh rangkaian May Day Fiesta 2026 akan berjalan dengan pengamanan maksimal.

Termasuk koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung di kawasan Monas dan sekitarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *