Motor Hilang dalam Hitungan Menit, Komplotan Curanmor Dibekuk
adainfo.id – Polisi bongkar komplotan curanmor dan pencurian dengan pemberatan (curat) yang beraksi di sejumlah wilayah Kota Depok selama periode April hingga Mei 2026.
Dalam pengungkapan tersebut, polisi menangkap enam tersangka dan menyita belasan kendaraan hasil curian.
Kasat Reskrim Polres Metro Depok AKBP Made Gede Oka Utama mengatakan pengungkapan kasus dilakukan berdasarkan enam laporan polisi yang diterima dari berbagai lokasi berbeda di wilayah hukumnya.
“Dalam periode bulan April sampai dengan bulan Mei, ada beberapa perkara yang kita ungkap, khususnya perkara curat dan curanmor ini sendiri. Ada sekitar enam laporan polisi yang kita ungkap, yang terdiri dari enam tersangka,” ujar Oka kepada wartawan, Rabu (13/05/2026).
Kasus tersebut terjadi di berbagai wilayah, mulai dari Beji, Tajurhalang, Bojongsari, Sukmajaya, Pancoran Mas, hingga kawasan Limo.
Polisi menyebut para pelaku menyasar sepeda motor yang diparkir di lokasi minim pengawasan dan tanpa pengaman tambahan.
Mayoritas aksi dilakukan pada waktu sepi dengan memanfaatkan kelengahan pemilik kendaraan.
Dari hasil penyelidikan, para pelaku diketahui bergerak secara cepat dan terorganisir saat menjalankan aksinya.
Modus Gunakan Kunci Letter T
Oka menjelaskan para pelaku menggunakan modus yang hampir serupa, yakni merusak rumah kunci motor memakai kunci letter T sebelum membawa kabur kendaraan korban.
“Modusnya hampir rata-rata sama, menggunakan kunci letter T untuk melakukan aksinya,” jelasnya.
Dari tangan tersangka, polisi menyita berbagai barang bukti yang digunakan saat melakukan pencurian.
Barang bukti tersebut terdiri dari 11 unit sepeda motor berbagai merek, satu unit mobil, empat buah kunci letter T, tujuh anak kunci, serta sejumlah alat lain.
Menurut polisi, kendaraan hasil curian kemudian dijual kembali untuk mendapatkan keuntungan pribadi.
“Motif dari para tersangka yang telah kita amankan ini untuk mendapatkan keuntungan pribadi dari aksinya. Barang bukti ini dijual untuk mendapatkan keuntungan,” ungkapnya.
Motor Curian Dijual Murah di Bogor
Berdasarkan hasil pemeriksaan, kendaraan hasil curian dijual dengan harga murah setelah pelaku mengganti pelat nomor kendaraan agar tidak mudah dikenali.
“Memang sudah diganti platnya dan segala macamnya, rata-rata dijualnya kisaran sekitar Rp1 juta sampai Rp3 juta,” paparnya.
Penjualan motor hasil curian tersebut dilakukan secara langsung atau cash on delivery (COD) kepada pembeli di wilayah Bogor.
“Dari hasil yang kita dapatkan kemarin, rata-rata di wilayah Bogor,” katanya.
Polisi masih melakukan pengembangan untuk menelusuri kemungkinan adanya jaringan penadah kendaraan curian yang terlibat dalam kasus tersebut.
Pelaku Hanya Butuh Dua Menit
Dalam pengungkapan kasus ini, polisi juga menemukan fakta bahwa pelaku hanya membutuhkan waktu sangat singkat untuk membawa kabur kendaraan korban.
Berdasarkan hasil penyelidikan dan rekaman CCTV, aksi pencurian rata-rata dilakukan dalam waktu kurang dari dua menit.
“Untuk melakukan aksinya para pelaku sangat cepat, hanya dibutuhkan waktu tidak kurang lebih dari dua menit sudah bisa mengambil ataupun mencuri kendaraan dari korban,” bebernya.
Cepatnya aksi pelaku membuat banyak korban tidak menyadari kendaraan mereka telah hilang hingga beberapa saat kemudian.
Polisi menyebut minimnya sistem keamanan tambahan menjadi salah satu faktor yang mempermudah pelaku menjalankan aksinya.
Polisi Imbau Warga Gunakan Kunci Ganda
Oka mengungkapkan sebagian besar kendaraan yang dicuri ternyata tidak menggunakan pengaman tambahan seperti kunci ganda.
“Dapat kami sampaikan bahwa memang fakta yang terjadi tidak digunakan kunci ganda,” ucapnya.
Karena itu, pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih waspada ketika memarkir kendaraan, terutama di lokasi terbuka dan minim pengawasan.
Warga diminta menggunakan kunci ganda serta memarkir kendaraan di tempat yang memiliki sistem keamanan atau pengawasan CCTV.
“Kami menyampaikan kepada masyarakat agar tetap waspada dalam memarkirkan kendaraannya dengan menggunakan kunci ganda dan di tempat-tempat yang memang sudah ditentukan,” tuturnya.












