Penawaran Dam Murah Diduga Marak Saat Musim Haji, Jemaah Diminta Waspada
adainfo.id – Puluhan ribu jemaah haji Indonesia tercatat telah melaksanakan pembayaran dam melalui berbagai mekanisme yang difasilitasi pemerintah, baik di Arab Saudi, di Indonesia, maupun melalui pelaksanaan puasa selama musim haji 2026 berlangsung.
Di tengah tingginya pelaksanaan dam tersebut, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia mengingatkan jemaah agar tidak mudah tergiur tawaran pembayaran dam murah dari pihak tidak resmi yang marak beredar melalui media sosial maupun pesan singkat.
Juru Bicara Kemenhaj, Suci Annisa, mengatakan pemerintah memberikan ruang bagi jemaah untuk melaksanakan dam sesuai keyakinan fikih masing-masing, baik melalui mekanisme pembayaran di Arab Saudi, di Indonesia, maupun melalui pelaksanaan puasa.
“Pemerintah menghormati keberagaman pandangan fikih terkait pelaksanaan dam. Karena itu, jemaah diberikan ruang untuk menjalankan keyakinan fikih yang diyakini masing-masing, sepanjang dilakukan melalui mekanisme yang benar, aman, dan dapat dipertanggungjawabkan,” papar Suci dalam keterangannya dikutip, Senin (18/05/2026).
Berdasarkan data operasional terakhir, jumlah jemaah yang telah terdata membayar dam, baik melalui mekanisme pembayaran di Arab Saudi, di Indonesia, maupun melalui pelaksanaan puasa, mencapai sekitar 70.758 orang.
Data tersebut menunjukkan tingginya partisipasi jemaah dalam memenuhi kewajiban dam selama pelaksanaan ibadah haji tahun 1447 Hijriah atau 2026 Masehi.
Suci menjelaskan, bagi jemaah yang meyakini dam dapat dilaksanakan di dalam negeri, pemerintah mempersilakan pelaksanaan dam dilakukan di Indonesia melalui mekanisme yang sesuai ketentuan.
Sementara bagi jemaah yang meyakini dam hanya sah dilaksanakan di Tanah Haram, pemerintah memfasilitasi pelaksanaan dam di Arab Saudi melalui lembaga resmi yang telah dilegalkan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi, yaitu Adahi Project.
“Khusus bagi jemaah yang memilih melaksanakan dam di Arab Saudi, kami mengimbau agar pembayaran dilakukan melalui Adahi Project. Ini penting agar prosesnya resmi, transparan, dan melindungi jemaah dari risiko penipuan maupun penyalahgunaan dana,” bebernya.
Kemenhaj Ingatkan Modus Penipuan Dam
Kemenhaj menegaskan bahwa pengelolaan dam bukan hanya persoalan pembayaran administratif, melainkan bagian penting dari kepastian pelaksanaan ibadah haji yang sah dan sesuai syariat.
Karena itu, pemerintah meminta jemaah tidak mudah tergiur tawaran pembayaran dam murah yang beredar melalui media sosial, pesan singkat, maupun pihak tertentu yang tidak memiliki legalitas resmi.
Kemenhaj juga mengingatkan seluruh jemaah agar berhati-hati terhadap tawaran pembayaran dam dari pihak yang tidak jelas.
Baik secara langsung, melalui pesan singkat, media sosial, maupun pihak-pihak yang mengaku dapat membantu pembayaran dam dengan harga murah, cepat, dan mudah, namun tidak memiliki legalitas resmi.
Menurut Suci, pengelolaan dam bukan hanya menyangkut pembayaran, tetapi juga berkaitan langsung dengan kepastian pelaksanaan ibadah dan perlindungan jemaah.
“Dam bukan sekadar transaksi pembayaran. Ini bagian dari kepastian ibadah jemaah. Karena itu, kami ingin memastikan jemaah mendapatkan informasi yang benar, memiliki pilihan sesuai keyakinan fikihnya, dan tetap terlindungi dari praktik tidak resmi yang berpotensi merugikan,” ungkapnya.
Kemenhaj juga membuka ruang konsultasi bagi jemaah yang masih memiliki pertanyaan terkait kewajiban dam maupun mekanisme pelaksanaannya.
Apabila jemaah masih memiliki pertanyaan mengenai kewajiban dam, tata cara pembayaran, pilihan mekanisme pelaksanaan, maupun pandangan fikih yang diyakini, Kemenhaj mengimbau jemaah untuk berkonsultasi dengan pembimbing ibadah, petugas kloter, petugas sektor, maupun petugas PPIH Arab Saudi.
Operasional Haji 2026 Terus Berjalan
Selain fokus pada pengelolaan dam haji 2026, Kemenhaj juga memaparkan perkembangan operasional penyelenggaraan ibadah haji Indonesia yang terus berlangsung di Arab Saudi.
Hingga Minggu (17/05/2026), sebanyak 450 kloter dengan 173.928 jemaah dan 1.796 petugas telah diberangkatkan menuju Arab Saudi.
Gelombang kedatangan jemaah ke Tanah Suci juga terus berlangsung melalui Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah.
Sebanyak 171 kloter dengan 65.603 jemaah dan 684 petugas telah tiba di King Abdulaziz International Airport, Jeddah.
Sementara itu, 435 kloter dengan 168.106 jemaah dan 1.740 petugas telah tiba di Makkah dan menempati akomodasi yang telah disiapkan.
Tak hanya jemaah reguler, Kemenhaj juga mencatat sebanyak 11.960 jemaah haji khusus telah tiba di Makkah untuk melaksanakan rangkaian ibadah haji tahun 1447 H/2026 M.
Persiapan Armuzna Jadi Fokus Utama
Menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina atau Armuzna, pemerintah terus mematangkan berbagai kesiapan layanan bagi jemaah Indonesia.
Kemenhaj bersama Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi melakukan finalisasi berbagai aspek penting mulai dari data manifest jemaah, pemetaan pergerakan, transportasi, tenda, konsumsi, layanan kesehatan, perlindungan jemaah, hingga pembinaan ibadah.
Menjelang fase Armuzna, Kemenhaj bersama PPIH Arab Saudi terus mematangkan kesiapan layanan, mulai dari finalisasi data manifest jemaah, pemetaan pergerakan, transportasi, tenda, konsumsi, kesehatan, perlindungan jemaah, hingga pembinaan ibadah.
Di sisi lain, pemerintah meminta seluruh jemaah mulai menjaga stamina dan kondisi fisik mengingat cuaca panas ekstrem di Arab Saudi diperkirakan meningkat dalam beberapa pekan ke depan.
“Kami mengimbau jemaah mulai menghemat energi dan menjaga kondisi fisik. Batasi aktivitas yang tidak mendesak, hindari paparan panas berlebihan, cukup minum, makan teratur, istirahat yang cukup, dan segera melapor kepada petugas kesehatan apabila mengalami keluhan,” terangnya.
Perhatian khusus juga diberikan kepada jemaah lanjut usia, penyandang disabilitas, serta jemaah dengan penyakit penyerta yang membutuhkan pendampingan intensif selama proses ibadah haji berlangsung.
Khusus bagi jemaah lansia, disabilitas, dan jemaah dengan penyakit penyerta, Kemenhaj meminta agar selalu berkoordinasi dengan petugas kesehatan, ketua regu, ketua rombongan, serta petugas sektor.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas haji Indonesia yang terus bekerja mendampingi jemaah di setiap fase layanan. Terima kasih juga kepada seluruh jemaah yang terus menjaga kedisiplinan, kebersamaan, dan mengikuti arahan petugas dengan baik. Semoga seluruh jemaah haji Indonesia diberikan kesehatan, kelancaran, perlindungan, dan meraih haji mabrur,” tukasnya.












