Plotting Bidang Tanah Kini Bisa Dilakukan dari Rumah, Ini Caranya

ARY
Ilustrasi plotting bidang tanah secara online. (Foto: (Kelly/Pexels)

adainfo.id – Masyarakat kini tidak perlu lagi datang langsung ke Kantor Pertanahan (Kantah) untuk melakukan plotting bidang tanah.

Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menghadirkan fitur Swaplotting melalui aplikasi Sentuh Tanahku yang memungkinkan proses dilakukan langsung dari rumah menggunakan smartphone.

Inovasi digital tersebut menjadi bagian dari percepatan transformasi layanan pertanahan nasional sekaligus mendukung pemetaan bidang tanah secara modern berbasis data digital.

Melalui fitur Swaplotting, pemilik tanah dapat mengajukan titik lokasi bidang tanah secara online dengan memanfaatkan koordinat GPS pada perangkat telepon pintar.

Plotting sendiri merupakan proses penetapan bidang tanah ke dalam peta digital berdasarkan titik koordinat yang akurat agar posisi lahan dapat terdata secara jelas dalam sistem pertanahan nasional.

Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian ATR/BPN, I Gede Ketut Ary Sucaya mengatakan fitur tersebut dirancang agar masyarakat dapat ikut berpartisipasi dalam proses pemetaan bidang tanah secara lebih praktis dan efisien.

“Pemilik tanah bisa mengajukan titik lokasi lewat fitur Swaplotting di Sentuh Tanahku. Dari data yang masuk, nanti Kantah setempat akan verifikasi sesuai dengan catatan kita di Kementerian ATR/BPN,” tuturnya dikutip, Selasa (26/05/2026).

Swaplotting Permudah Pemetaan Tanah Secara Digital

Kehadiran fitur Swaplotting disebut menjadi salah satu langkah penting dalam penguatan sistem pertanahan digital di Indonesia.

Melalui sistem tersebut, masyarakat tidak hanya dimudahkan dalam pengajuan data lokasi tanah, tetapi juga membantu pemerintah mempercepat integrasi data pertanahan nasional.

Setelah data dikirimkan oleh pengguna, Kantah sesuai wilayah lokasi tanah akan melakukan pemeriksaan dan verifikasi terhadap informasi yang diajukan.

Jika data dinyatakan sesuai dengan catatan pertanahan yang dimiliki Kementerian ATR/BPN, bidang tanah tersebut selanjutnya akan dimasukkan ke dalam peta digital resmi.

“Kalau benar, nanti akan di-plotting dalam peta digital oleh teman-teman di Kantah,” ungkapnya.

Menurutnya, proses digitalisasi ini diharapkan mampu menciptakan kepastian lokasi bidang tanah sekaligus mengurangi potensi persoalan sengketa akibat ketidakjelasan batas lahan.

Bisa Digunakan untuk Tanah Bersertipikat dan Belum Sertipikat

Fitur Swaplotting dapat dimanfaatkan oleh berbagai kalangan masyarakat, baik yang sudah memiliki sertipikat tanah analog maupun yang lahannya belum bersertipikat.

Bagi pemilik sertipikat analog, pengguna cukup memilih kategori “Bersertipikat” saat masuk ke menu Swaplotting di aplikasi Sentuh Tanahku.

Pengguna kemudian diminta melengkapi sejumlah informasi seperti identitas pemegang hak, nomor hak tanah, luas bidang tanah, hingga lokasi lahan sesuai data yang tercantum dalam sertipikat.

Selain itu, pengguna juga wajib mengunggah foto sertipikat sebagai dokumen pendukung untuk mempermudah proses verifikasi oleh petugas Kantah.

Sementara itu, masyarakat yang belum memiliki sertipikat tanah juga tetap dapat memanfaatkan layanan tersebut melalui opsi “Belum Sertipikat”.

Dalam kategori tersebut, pengguna diminta mengisi identitas diri, lokasi tanah, alas hak yang dimiliki, serta melampirkan bukti pembayaran pajak sebagai dokumen pendukung.

Sistem tersebut diharapkan mampu memperluas partisipasi masyarakat dalam proses pendataan bidang tanah secara nasional.

Cara Menggunakan Fitur Swaplotting di Aplikasi Sentuh Tanahku

Aplikasi Sentuh Tanahku sendiri telah tersedia untuk perangkat Android maupun iOS sehingga dapat diakses lebih luas oleh masyarakat.

Untuk menggunakan fitur Swaplotting, pengguna diwajibkan mengaktifkan akses lokasi atau GPS pada smartphone agar sistem dapat membaca titik koordinat bidang tanah secara akurat.

Proses pengajuan plotting bidang tanah dilakukan secara bertahap mulai dari pendaftaran akun hingga pengiriman dokumen pendukung.

Pengguna terlebih dahulu perlu mengunduh aplikasi Sentuh Tanahku melalui toko aplikasi resmi.

Setelah berhasil masuk atau membuat akun, pengguna dapat memilih menu Swaplotting lalu mengaktifkan akses lokasi perangkat.

Tahap berikutnya adalah memilih kategori bidang tanah, apakah sudah bersertipikat atau belum bersertipikat.

Setelah itu, pengguna diminta mengisi data identitas dan informasi bidang tanah secara lengkap sebelum mengunggah dokumen pendukung yang dibutuhkan.

Jika seluruh data telah terisi, pengajuan dapat langsung dikirim untuk diverifikasi oleh Kantor Pertanahan setempat.

ATR/BPN Dorong Kesadaran Pendaftaran Tanah

Kementerian ATR/BPN menilai keterlibatan masyarakat dalam proses pemetaan digital menjadi langkah penting dalam memperkuat validitas data pertanahan nasional.

Selain mempercepat integrasi data, sistem digital tersebut juga dinilai dapat membantu menciptakan kepastian hukum terhadap kepemilikan dan lokasi bidang tanah.

“Tujuannya adalah menciptakan kepastian lokasi dan mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendaftaran tanah,” bebernya.

Digitalisasi layanan pertanahan juga menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat, transparan, dan mudah dijangkau masyarakat.

Dengan fitur Swaplotting, proses plotting bidang tanah yang sebelumnya identik dengan pengurusan manual kini dapat dilakukan langsung dari rumah hanya melalui smartphone.

Kementerian ATR/BPN berharap sistem tersebut mampu mempercepat pemutakhiran data pertanahan nasional sekaligus meminimalisasi potensi sengketa tanah akibat ketidakjelasan lokasi maupun batas bidang tanah di berbagai daerah Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *