Mauricio Souza Hengkang Dari Persija

Pelatih Persija Jakarta 2025-2026, Mauricio Souza. (Foto: dok Persija)

adainfo.id – Klub Persija Jakarta resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih asal Brasil, Mauricio Souza, setelah berakhirnya kompetisi Liga Super musim 2025/2026.

Keputusan tersebut diumumkan manajemen Persija melalui rilis resmi klub pada Selasa (26/5/2026).

Dalam pernyataannya, manajemen memastikan kontrak Mauricio Souza tidak diperpanjang karena target yang disepakati di awal musim gagal tercapai.

“Kontrak pelatih Mauricio Souza berakhir di akhir musim 2025/2026 dan manajemen Persija memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak, mengingat bahwa target yang disepakati pada awal kontrak tidak tercapai,” tulis pernyataan resmi Persija.

Meski berpisah, Persija tetap memberikan apresiasi terhadap kontribusi Mauricio selama menangani Macan Kemayoran sepanjang musim lalu.

Persija Akhiri Musim di Posisi Ketiga

Di bawah kepemimpinan Mauricio Souza, Persija Jakarta berhasil mengakhiri kompetisi Liga Super 2025/2026 di posisi ketiga klasemen akhir.

Pencapaian tersebut sebenarnya cukup impresif. Persija bahkan mencatatkan total 71 poin, yang disebut menjadi raihan poin tertinggi klub sejak kompetisi Liga Indonesia menggunakan format satu wilayah.

Namun hasil tersebut ternyata belum cukup memenuhi target manajemen yang sejak awal musim membidik gelar juara.

Persija gagal bersaing hingga akhir dengan Persib Bandung dan Borneo FC yang finis di dua posisi teratas klasemen.

Macan Kemayoran beberapa kali kehilangan poin penting pada fase-fase krusial musim ini sehingga gagal menjaga konsistensi dalam perburuan gelar.

Meski demikian, Mauricio dinilai tetap berhasil menghadirkan identitas permainan yang kuat selama menangani Persija.

Lima Staf Asal Brasil Juga Tinggalkan Persija

Tidak hanya Mauricio Souza, Persija juga memastikan mengakhiri kerja sama dengan lima staf kepelatihan asal Brasil lainnya.

Kelima nama tersebut adalah Italo Bartole Resende sebagai asisten pelatih, Vitor Branco da Cruz sebagai pelatih fisik, Gerson Rodrigues Rios, Caio Araujo, serta Claudio Luzardi.

Direktur Persija, Mohamad Prapanca, mengatakan keputusan tersebut diambil setelah evaluasi menyeluruh terhadap performa tim selama satu musim penuh.

“Coach Mauricio telah membawa karakter yang kuat bagi wajah Persija musim ini. Namun, karena tidak tercapainya target yang ditentukan di awal kontrak, maka kami sepakat untuk tidak melanjutkan kebersamaan,” ujar Prapanca.

Ia juga menyampaikan doa terbaik bagi Mauricio Souza beserta seluruh stafnya untuk perjalanan karier berikutnya.

“Kami mendoakan Mauricio beserta stafnya agar semakin sukses dan bersinar di perjalanan berikutnya,” lanjutnya.

Mauricio Souza Sudah Beri Sinyal Perpisahan

Sebelum pengumuman resmi keluar, Mauricio Souza sebenarnya sudah memberikan sinyal perpisahan melalui akun media sosial pribadinya.

Pelatih asal Brasil itu mengunggah pesan singkat penuh emosional yang ditujukan kepada Persija dan para pendukungnya.

“Terima kasih Persija. Ini adalah sebuah kehormatan,” tulis Mauricio Souza melalui akun Instagram pribadinya.

“Suatu hari, andai Tuhan memberkati, kita akan bertemu lagi,” sambungnya.

Unggahan tersebut langsung mendapat respons dari suporter Persija yang memberikan apresiasi atas dedikasi Mauricio selama membesut Macan Kemayoran.

Sebagian Jakmania menilai Mauricio berhasil membangun fondasi permainan yang cukup baik, meski gagal mempersembahkan trofi juara pada musim ini.

Persija Bergerak Cari Pelatih Baru

Setelah resmi berpisah dengan Mauricio Souza, manajemen Persija kini bergerak cepat mencari pelatih anyar untuk menghadapi musim 2026/2027.

Persija mengaku sudah melakukan komunikasi dengan sejumlah kandidat pelatih pengganti.

Meski belum mengungkap identitas calon pelatih baru, manajemen dipastikan ingin menghadirkan sosok yang mampu membawa Persija kembali bersaing dalam perebutan gelar juara.

Persija diprediksi akan melakukan evaluasi besar terhadap komposisi tim dan struktur teknis demi menghadapi musim baru yang diperkirakan semakin kompetitif.

Persaingan Liga Super musim depan dipastikan semakin ketat setelah sejumlah klub mulai melakukan perubahan besar.

Selain Persija, Persib Bandung juga resmi melakukan pergantian pelatih dengan menunjuk Igor Tolic menggantikan Bojan Hodak.

Situasi tersebut membuat Persija harus bergerak cepat agar persiapan tim tidak tertinggal dari para rival.

Evaluasi Persija Menuju Musim Baru

Meski gagal meraih trofi, performa Persija sepanjang musim lalu sebenarnya cukup kompetitif.

Macan Kemayoran mampu tampil konsisten di papan atas dan menjadi salah satu tim paling produktif di Liga Super 2025/2026.

Beberapa pemain muda juga mulai menunjukkan perkembangan signifikan selama ditangani Mauricio Souza.

Namun, kelemahan dalam laga-laga besar dan inkonsistensi pada paruh kedua musim disebut menjadi faktor utama kegagalan Persija dalam perebutan gelar juara.

Manajemen kini dihadapkan pada tugas besar untuk menentukan arah baru tim.

Pemilihan pelatih baru akan menjadi salah satu keputusan penting yang menentukan masa depan Persija musim depan.

Selain sektor pelatih, perombakan komposisi pemain juga diprediksi akan terjadi. Persija kemungkinan mendatangkan sejumlah pemain anyar guna memperkuat lini yang dianggap masih lemah.

Dengan basis suporter besar dan target tinggi setiap musim, tekanan terhadap pelatih baru Persija dipastikan tidak akan ringan.

Publik Jakarta kini menunggu langkah berikutnya dari manajemen Macan Kemayoran, termasuk siapa sosok yang akan dipercaya memimpin Persija dalam perburuan gelar Liga Super 2026/2027.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *