Pengguna JPO di Jalan Margonda Depok Was-was, Minim Penerangan Picu Kekhawatiran Keamanan
adainfo.id – Kondisi Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Margonda Raya, Kota Depok tepatnya di depan pusat perbelanjaan Margo City, kembali menjadi sorotan.
Fasilitas publik yang menjadi akses utama penyeberangan bagi warga itu dikeluhkan karena minim penerangan, dipenuhi coretan vandalisme, serta dinilai kurang mampu menampung tingginya aktivitas pejalan kaki di kawasan tersebut.
Keluhan itu muncul karena hingga kini sejumlah permasalahan yang ada di JPO tersebut belum kunjung mendapatkan penanganan menyeluruh.
Akibatnya, banyak pengguna merasa kurang nyaman bahkan khawatir terhadap aspek keamanan saat melintas, khususnya pada malam hari.
Sebagai salah satu fasilitas penyeberangan tersibuk di Kota Depok, JPO tersebut memiliki peran penting dalam menghubungkan kawasan pusat perbelanjaan, perkantoran, hingga permukiman yang berada di sepanjang Jalan Raya Margonda.
Namun kondisi terkini yang terlihat di lapangan menunjukkan sejumlah bagian fasilitas tersebut membutuhkan perhatian lebih serius dari pemerintah maupun dinas terkait.
Lampu Penerangan Mati, Pengguna JPO Merasa Tidak Aman
Persoalan utama yang paling banyak dikeluhkan masyarakat adalah kondisi lampu penerangan yang tidak berfungsi.
Saat malam hari, suasana di sekitar JPO menjadi gelap sehingga menimbulkan rasa khawatir bagi pengguna yang melintas.
Kondisi tersebut dirasakan langsung oleh Restu, salah satu pengguna JPO yang hampir setiap hari melintasi kawasan tersebut.
Menurutnya, minimnya penerangan membuat JPO terasa kurang aman, terutama bagi perempuan yang masih beraktivitas pada malam hari.
“Ya ini emang gelap kalau pas malam hari, apalagi buat cewek yang beraktivitas lewat sini jadi agak rawan soalnya lampu penerangan enggak berfungsi,” ungkap Restu saat ditemui di lokasi, Kamis (04/06/2026) malam.
Berdasarkan pengamatan warga, kondisi lampu yang mati bukanlah persoalan baru.
Lampu penerangan di JPO tersebut disebut sudah lama tidak berfungsi dan hingga kini belum terlihat adanya upaya perbaikan yang signifikan.
Padahal, keberadaan penerangan menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan rasa aman bagi masyarakat yang menggunakan fasilitas publik.
Kapasitas JPO Dinilai Tidak Lagi Memadai
Selain persoalan lampu penerangan, Restu juga menyoroti ukuran JPO yang dinilai tidak lagi sebanding dengan tingginya aktivitas pejalan kaki.
Setiap harinya, jembatan tersebut digunakan oleh warga yang berpindah dari kawasan Margo City menuju Depok Town Square (Detos), kampus, sekolah, hingga area perkantoran di sekitar Jalan Margonda Raya.
Tingginya mobilitas masyarakat membuat kondisi JPO sering kali padat, terutama pada jam berangkat kerja, jam pulang kantor, maupun akhir pekan.
Restu menilai kapasitas jembatan yang ada saat ini masih terlalu sempit untuk mengakomodasi arus pejalan kaki yang terus meningkat.
“Ini juga kapasitas JPO-nya masih terlalu kecil. Kalau bisa sih diperbesar dikit, karena aktivitas masyarakat yang lalu-lalang dari Margo dan Detos selalu ramai,” kata Restu.
Coretan Vandalisme Kembali Bermunculan
Permasalahan lain yang tak kalah mencolok adalah maraknya aksi vandalisme yang terlihat hampir di seluruh bagian JPO.
Dinding, pagar, hingga beberapa sudut jembatan dipenuhi berbagai coretan yang membuat tampilan fasilitas publik tersebut terlihat kumuh dan kurang terawat.
Kondisi tersebut menjadi perhatian warga karena mengurangi estetika kawasan yang berada di salah satu koridor utama Kota Depok.
Padahal sebelumnya, petugas disebut sempat melakukan pembersihan terhadap sejumlah coretan yang ada.
Namun upaya tersebut belum memberikan hasil maksimal karena tidak lama setelah dibersihkan, coretan baru kembali bermunculan.
“Nah, kalau itu setahu saya sudah sempat dibenahi sebenarnya, karena saya sempat lihat ada orang yang bersihin coret-coretan. Tapi setelah dibersihin enggak lama ada lagi coretan baru,” kata Restu.
Fenomena vandalisme yang terus berulang menunjukkan perlunya pengawasan lebih intensif serta peningkatan kesadaran masyarakat dalam menjaga fasilitas umum.
Khawatir JPO Jadi Lokasi Rawan Kejahatan
Kekhawatiran terhadap aspek keamanan juga disampaikan pengguna lainnya, Khairul.
Ia mengaku merasa was-was ketika harus melintasi JPO pada malam hari karena kondisi penerangan yang minim membuat area tersebut terlihat sepi dan kurang terpantau.
“Kita juga jadi was-was kalau ini gelap begini, karena kan takutnya jadi rawan kejahatan,” ujar Khairul.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu segera mendapatkan perhatian karena JPO merupakan fasilitas yang digunakan oleh berbagai kalangan masyarakat.
Apalagi kawasan Margonda dikenal sebagai salah satu pusat aktivitas masyarakat di Kota Depok yang hampir tidak pernah sepi hingga malam hari.
Karena itu, penerangan yang memadai dianggap sebagai kebutuhan mendesak guna meningkatkan rasa aman dan kenyamanan pengguna.
Pemkot Depok Diharapkan Segera Lakukan Pembenahan
Melihat berbagai persoalan tersebut, masyarakat berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Depok bersama instansi terkait dapat segera melakukan pembenahan menyeluruh.
Perbaikan lampu penerangan menjadi kebutuhan yang paling mendesak karena berkaitan langsung dengan keselamatan dan keamanan pengguna.
Selain itu, masyarakat juga berharap adanya pembersihan vandalisme secara berkala serta upaya pencegahan agar aksi serupa tidak terus terulang.
Penataan kapasitas dan kenyamanan JPO juga dinilai penting mengingat tingginya aktivitas pejalan kaki di kawasan tersebut dari waktu ke waktu.
Sebagai salah satu fasilitas publik yang berada di pusat aktivitas Kota Depok, keberadaan JPO yang aman, bersih, dan nyaman menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat.
Di sisi lain, warga juga menilai upaya menjaga fasilitas umum tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata.
Kesadaran masyarakat untuk merawat dan tidak merusak fasilitas publik juga diperlukan agar sarana yang telah tersedia dapat dimanfaatkan bersama dalam jangka panjang.
Dengan tingginya mobilitas masyarakat di kawasan Margonda, pembenahan JPO Margo City diharapkan dapat segera dilakukan sehingga fasilitas tersebut kembali berfungsi optimal sebagai sarana penyeberangan yang aman, nyaman, dan representatif bagi seluruh pengguna.












