Jakarta Future Festival 2026 Dorong Ekonomi Kreatif Lokal Tembus Pasar Global

AZL
Suasana Jakarta Future Festival (JFF) 2026 di Teater Besar Taman Ismail Marzuki (TIM). (Foto: Instagram/jakartafuturefestival)

adainfo.id – Jakarta Future Festival (JFF) 2026 menjadi panggung penting bagi upaya mendorong pelaku ekonomi kreatif Indonesia naik kelas dan mampu bersaing di pasar internasional.

Penguatan ekosistem ekonomi kreatif dinilai menjadi salah satu faktor utama dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang memiliki daya saing tinggi di tingkat dunia.

Gagasan tersebut mengemuka dalam sesi Urban Talk bertajuk “Akselerasi Kreasi Lokal Mencipta Produk Global” yang digelar di Teater Besar Taman Ismail Marzuki (TIM).

Forum tersebut menghadirkan sejumlah tokoh dari berbagai sektor industri kreatif, mulai dari musik, fesyen, desain, hingga pengembangan ekonomi kreatif.

Pemerintah Dorong Terciptanya Iklim Kreatif yang Kompetitif

Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Kreatif, Yovi Widianto, menegaskan pemerintah terus berupaya menciptakan iklim yang mendukung pertumbuhan industri kreatif nasional.

Menurutnya, dukungan tersebut diwujudkan melalui berbagai kebijakan dan program yang dapat memberikan stimulus bagi pelaku usaha kreatif.

“Pemerintah harus bisa menciptakan stimulan. Karena itu merupakan kontribusi konkret pada ekonomi kreatif,” ujar Yovi dikutip, Minggu (07/06/2026).

Yovi menjelaskan Jakarta memiliki modal besar untuk berkembang menjadi pusat industri kreatif dunia.

Sebagai kota yang sejak lama menjadi titik temu berbagai budaya, Jakarta dinilai memiliki lingkungan yang mendukung lahirnya inovasi dan kreativitas.

Menurutnya, banyak pelaku kreatif Indonesia yang selama ini telah berhasil menembus pasar global melalui karya-karya yang lahir dari potensi lokal.

“Selama ini banyak seniman lokal yang telah berkarya secara sporadis dan mampu menembus pasar dunia,” katanya.

AI Dinilai Bisa Perluas Peluang Industri Kreatif

Dalam forum tersebut, Yovi juga mengajak pelaku industri kreatif untuk melihat perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) sebagai peluang, bukan ancaman.

Menurutnya, teknologi dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas, mempercepat proses kreatif, dan membuka akses pasar yang lebih luas.

Pemanfaatan teknologi yang tepat diyakini mampu membantu pelaku kreatif menghasilkan karya yang lebih kompetitif sekaligus memperluas jangkauan produk ke pasar internasional.

Karena itu, adaptasi terhadap perkembangan teknologi menjadi salah satu langkah penting dalam memperkuat daya saing industri kreatif Indonesia di tengah persaingan global.

Jakarta Fashion Week Jadi Contoh Pengembangan Talenta Muda

Founder Jakarta Fashion Week (JFW), Svida Alisjahbana, menyoroti pentingnya memberikan ruang bagi generasi muda untuk berkembang di industri kreatif.

Menurutnya, penyelenggaraan Jakarta Fashion Week selama hampir dua dekade telah menjadi wadah bagi banyak desainer muda untuk memperkenalkan karya mereka kepada publik yang lebih luas.

“Event JFW yang telah 19 tahun digelar banyak memberi kesempatan pada desainer-desainer muda,” ungkapnya.

Svida menjelaskan industri fesyen tidak hanya berkontribusi terhadap perekonomian, tetapi juga berperan dalam membangun identitas sebuah kota di mata dunia.

Ia mencontohkan sejumlah kota besar dunia yang berhasil membangun citra global melalui industri fesyen yang kuat dan berkelanjutan.

Jakarta Incar Posisi Pusat Fashion Asia Tenggara

Melihat potensi yang dimiliki, Svida optimistis Jakarta memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi salah satu pusat fesyen terkemuka di kawasan regional.

“Dengan berbagai potensi dan kelebihan yang dimiliki, saya optimistis Jakarta bisa menjadi ibu kota fashion di Asia Tenggara,” ujarnya.

Namun, menurutnya, target tersebut memerlukan kolaborasi kuat antara pemerintah, pelaku industri, media, dan komunitas kreatif.

Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas usaha kecil di sektor fesyen, termasuk melalui pelatihan, pendampingan usaha, serta peningkatan kualitas layanan di pusat-pusat perdagangan tekstil dan fesyen seperti Pasar Mayestik dan Thamrin City.

Melalui kolaborasi berbagai pihak, Jakarta Future Festival 2026 menegaskan bahwa kreasi lokal memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi produk global.

Upaya tersebut diharapkan mampu memperkuat posisi Jakarta sebagai kota kreatif berkelas dunia sekaligus membuka lebih banyak kesempatan bagi pelaku industri kreatif Indonesia untuk menembus pasar internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *