Viral! Paspor Jemaah Haji Berserakan di Kawasan BSD, Tangsel
adainfo.id – Sebuah video yang memperlihatkan puluhan paspor diduga milik jemaah haji berserakan di kawasan BSD, Kota Tangerang Selatan, viral di media sosial dan memicu perhatian publik.
Dalam rekaman yang beredar pada Minggu (7/6/2026), terlihat sejumlah paspor berwarna hijau tergeletak di bawah pohon di sekitar halte bus BSD, Jalan Letjen Sutopo, dekat Pasar Modern BSD dan kawasan Santa Ursula.
Video tersebut memperlihatkan tumpukan paspor yang tampak tidak terurus dan berserakan di area terbuka. Dalam beberapa bagian rekaman juga terlihat sampul paspor dengan foto yang diduga merupakan pemilik dokumen tersebut.
Peristiwa ini langsung menimbulkan pertanyaan terkait keamanan dokumen perjalanan milik warga negara Indonesia, khususnya yang diduga berkaitan dengan jemaah haji.
Tidak sedikit warganet yang mempertanyakan bagaimana dokumen negara yang bersifat pribadi tersebut dapat berada di ruang publik tanpa pengawasan.
Imigrasi Tangerang Langsung Turun ke Lokasi
Menanggapi video yang beredar luas tersebut, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Tangerang segera melakukan langkah cepat dengan menurunkan tim Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) untuk melakukan pengecekan langsung.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Tangerang, Hasanin, mengatakan pihaknya bergerak pada hari yang sama setelah menerima informasi yang beredar di media sosial.
Tim kemudian mendatangi lokasi sekitar pukul 21.00 WIB untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar.
Namun ketika petugas tiba di lokasi, tumpukan paspor sebagaimana yang terlihat dalam video viral tersebut sudah tidak ditemukan lagi.
Meski demikian, hasil pemeriksaan di lapangan menunjukkan adanya indikasi kuat bahwa sebelumnya memang terdapat sejumlah paspor di lokasi tersebut.
Dalam proses pengecekan, petugas menemukan dua buah sampul paspor yang telah terpisah dari halaman biodata maupun halaman utama paspor.
Temuan tersebut menjadi petunjuk awal bahwa dokumen paspor memang pernah berada di lokasi yang terekam dalam video.
“Tapi, petugas menemukan dua buah sampul paspor yang telah terpisah dari halaman biodata maupun halaman paspornya. Sehingga terdapat indikasi bila sebelumnya memang terdapat sejumlah paspor bekas di lokasi tersebut,” ujar Hasanin, Senin (8/6/2026).
Selain sampul paspor, petugas juga menemukan sejumlah dokumen lain berupa lembar bukti setoran haji yang diduga memiliki keterkaitan dengan dokumen-dokumen yang sebelumnya berada di lokasi.
Keberadaan dokumen tersebut semakin memperkuat dugaan bahwa paspor yang terlihat dalam video kemungkinan berkaitan dengan aktivitas perjalanan ibadah haji.
Temuan itu kini menjadi bagian dari bahan penyelidikan yang sedang dilakukan oleh pihak Imigrasi.
Hasanin menjelaskan bahwa pihaknya saat ini sedang melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap dokumen yang ditemukan.
Langkah awal yang dilakukan adalah melakukan pengecekan nomor paspor melalui sistem keimigrasian guna mengetahui identitas pemilik serta riwayat penerbitan dokumen tersebut.
“Kami sudah dalam proses melakukan pengecekan nomor paspor pada sistem penerbitan paspor untuk mendapatkan data atau keterangan lebih lanjut perihal pemilik serta penjamin paspor,” katanya.
Melalui proses tersebut, Imigrasi berharap dapat mengetahui asal-usul dokumen serta pihak yang bertanggung jawab terhadap keberadaan paspor di lokasi tersebut.
Penyelidikan juga diarahkan untuk memastikan apakah terdapat unsur kelalaian, kesengajaan, atau pelanggaran prosedur dalam pengelolaan dokumen perjalanan tersebut.
Imigrasi Koordinasi dengan Sejumlah Pihak
Selain melakukan penelusuran internal, Kantor Imigrasi Tangerang juga akan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait guna memperoleh informasi yang lebih lengkap.
Koordinasi tersebut diperlukan untuk mengetahui jalur distribusi, penyimpanan, maupun pengelolaan dokumen yang diduga berkaitan dengan jemaah haji tersebut.
Petugas juga tengah melakukan kegiatan pengumpulan bahan dan keterangan (Pulbaket) guna mengidentifikasi pihak yang diduga membuang atau meninggalkan dokumen tersebut di lokasi umum.
Langkah ini menjadi bagian penting dalam proses penyelidikan untuk mengungkap kronologi kejadian secara menyeluruh.
Pihak Imigrasi menegaskan bahwa seluruh proses dilakukan sesuai ketentuan hukum dan prosedur yang berlaku.
Dugaan Kelalaian Masih Didalami
Hingga saat ini belum dapat dipastikan apakah keberadaan paspor dan dokumen haji tersebut disebabkan oleh kelalaian administrasi, kesalahan pengelolaan dokumen, atau faktor lainnya.
Karena itu, Imigrasi masih mengumpulkan berbagai informasi sebelum menentukan langkah hukum maupun administratif berikutnya.
“Lalu hasil pendalaman tersebut selanjutnya akan digunakan sebagai dasar untuk menentukan langkah pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Hasanin.
Penyelidikan yang sedang berlangsung diharapkan dapat mengungkap siapa pihak yang bertanggung jawab atas keberadaan dokumen tersebut serta memastikan tidak ada penyalahgunaan data pribadi yang terkandung dalam paspor maupun dokumen pendukung lainnya.
Kasus ini menjadi perhatian publik karena paspor merupakan dokumen negara yang memuat identitas pribadi dan memiliki fungsi penting dalam perjalanan internasional.
Keamanan dan pengelolaannya menjadi tanggung jawab yang harus dijalankan secara ketat untuk mencegah potensi penyalahgunaan maupun kebocoran data pemegang dokumen.












