Biaya Rendah, Performa Tinggi: Material Baru Ini Bisa Ubah Industri Hidrogen
adainfo.id – Indonesia semakin membuka peluang untuk menjadi bagian penting dalam pengembangan energi masa depan setelah peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berhasil mengembangkan material baru yang mampu meningkatkan efisiensi produksi hidrogen.
Inovasi ini dinilai menjadi langkah strategis dalam mendukung transisi menuju energi bersih sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam pengembangan ekonomi hidrogen yang mulai menjadi perhatian dunia.
Di tengah meningkatnya kebutuhan energi rendah emisi dan upaya global mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil, hidrogen muncul sebagai salah satu sumber energi yang diproyeksikan memainkan peran besar pada masa mendatang.
Karena itu, keberhasilan riset yang dilakukan peneliti Indonesia menjadi kabar penting bagi pengembangan teknologi energi nasional.
Hidrogen Jadi Energi Bersih Masa Depan
Hidrogen selama ini dikenal sebagai salah satu sumber energi yang ramah lingkungan karena tidak menghasilkan emisi karbon saat digunakan.
Banyak negara mulai berinvestasi dalam pengembangan teknologi hidrogen untuk mendukung target netral karbon dan transisi energi berkelanjutan.
Peneliti pascadoktoral Pusat Riset Katalisis BRIN, Yusuf Mathiinul Hakim, menjelaskan bahwa hidrogen memiliki peran strategis dalam memenuhi kebutuhan energi masa depan.
Menurutnya, tantangan utama yang selama ini dihadapi dalam produksi hidrogen adalah efisiensi proses pemisahan air atau water splitting yang membutuhkan material katalis dengan performa tinggi.
Karena itu, tim peneliti berupaya mengembangkan material baru yang dapat meningkatkan efektivitas proses tersebut.
BRIN Kembangkan Material Inovatif
Dalam penelitian yang dilakukan, tim peneliti mengembangkan komposit heterostruktur NiFe-LDH/Ag₃PO₄ yang dirancang untuk meningkatkan performa produksi hidrogen dan oksigen secara lebih efisien.
Material tersebut mengombinasikan NiFe-LDH yang dikenal memiliki aktivitas elektrokimia yang baik dengan Ag₃PO₄ yang berfungsi sebagai semikonduktor pendukung.
Kombinasi keduanya diharapkan mampu mengatasi berbagai keterbatasan yang selama ini masih ditemukan pada material katalis berbasis logam transisi, terutama terkait konduktivitas dan stabilitas kinerja.
“Pendekatan ini diharapkan mampu memodulasi struktur elektronik serta memperkuat interaksi antarfasa pada komposit dengan menggunakan X-ray Diffraction (XRD) dan Raman Spectroscopy,” ujar Yusuf dikutip, Senin (15/06/2026).
Menurut para peneliti, pendekatan heterostruktur memungkinkan peningkatan sinergi antar material sehingga menghasilkan performa yang lebih baik dibandingkan penggunaan material tunggal.
Hasil Uji Tunjukkan Kinerja Lebih Unggul
Hasil penelitian menunjukkan material komposit NiFe-LDH/Ag₃PO₄ memiliki karakteristik yang menjanjikan untuk pengembangan teknologi produksi hidrogen.
Salah satu keunggulan utama yang ditemukan adalah meningkatnya luas permukaan elektrokimia atau Electrochemical Surface Area (ECSA).
Luas permukaan yang lebih besar memungkinkan tersedianya lebih banyak titik aktif yang dapat mendukung reaksi pemisahan air secara lebih optimal.
Keunggulan tersebut menjadi faktor penting dalam meningkatkan efisiensi proses produksi hidrogen.
“Peningkatan ECSA ini menunjukkan pembentukan heterostruktur mampu menyediakan lebih banyak situs aktif untuk reaksi,” jelas Yusuf.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa rekayasa material yang dilakukan berhasil meningkatkan potensi katalitik dibandingkan material penyusunnya secara terpisah.
Overpotential Lebih Rendah
Selain memiliki luas permukaan yang lebih besar, material hasil pengembangan BRIN juga menunjukkan performa elektrokatalitik yang lebih baik dalam pengujian laboratorium.
Pada pengujian menggunakan metode Linear Sweep Voltammetry (LSV), komposit NiFe-LDH/Ag₃PO₄ mencatat nilai overpotential terendah sebesar 156,6 mV.
Nilai tersebut lebih baik dibandingkan material NiFe murni maupun Ag₃PO₄ tunggal yang diuji secara terpisah.
Dalam teknologi produksi hidrogen, nilai overpotential yang lebih rendah menjadi indikator penting karena menunjukkan energi yang dibutuhkan untuk menjalankan reaksi menjadi lebih kecil.
Semakin rendah energi yang diperlukan, semakin efisien pula proses produksi hidrogen yang dapat dilakukan.
Peluang Besar Bangun Ekonomi Hidrogen
Menurut BRIN, hasil penelitian tersebut membuktikan bahwa rekayasa heterostruktur NiFe-LDH/Ag₃PO₄ efektif meningkatkan aktivitas elektrokatalitik dalam proses water splitting.
Keberhasilan ini membuka peluang besar untuk pengembangan teknologi produksi hidrogen yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan di Indonesia.
Di berbagai negara maju, hidrogen mulai dipandang sebagai salah satu komponen penting dalam sistem energi masa depan karena dapat digunakan untuk sektor industri, transportasi, hingga pembangkit listrik.
Karena itu, kemampuan menghasilkan hidrogen secara efisien menjadi faktor kunci dalam membangun industri hidrogen yang kompetitif.
Indonesia Berpeluang Jadi Pemain Industri Hidrogen
Keberhasilan riset ini juga dinilai dapat menjadi fondasi awal bagi Indonesia untuk memperkuat posisi dalam pengembangan industri energi tersebut.
Dengan sumber daya alam yang melimpah dan potensi energi terbarukan yang besar, Indonesia memiliki peluang untuk mengembangkan rantai nilainya secara lebih luas.
Dukungan terhadap penelitian dan inovasi dalam negeri menjadi faktor penting agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menjadi pengembang teknologi energi masa depan.
Seiring meningkatnya kebutuhan energi bersih di tingkat global, pengembangan teknologi produksi hidrogen yang lebih efisien berpotensi menciptakan peluang ekonomi baru, memperkuat ketahanan energi nasional, sekaligus mendukung target pembangunan rendah karbon yang tengah didorong pemerintah.
Temuan BRIN ini menjadi salah satu langkah penting menuju terciptanya ekosistem hidrogen nasional yang berdaya saing dan berkelanjutan.












