Demi Swasembada Pangan, Pengawalan Program Pertanian Dilakukan dari Hulu ke Hilir

AZL
Ilustrasi pengawalan program pertanian demi capaian swasembada pangan nasional. (Foto: Muchlas Mahfuddin/Getty Images)

adainfo.id – Pemerintah mempercepat langkah menuju swasembada pangan nasional dengan memperkuat peran Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) di seluruh Indonesia sebagai ujung tombak pengawalan program pertanian hingga tingkat daerah.

Melalui jaringan BRMP yang kini tersebar di 38 provinsi, Kementerian Pertanian (Kementan) meningkatkan koordinasi, pendampingan, monitoring, dan evaluasi berbagai program strategis guna memastikan bantuan serta kebijakan pertanian berjalan tepat sasaran.

Penguatan tersebut dilakukan untuk mendukung peningkatan produksi pangan nasional sekaligus mempercepat pencapaian target swasembada yang menjadi salah satu agenda prioritas pemerintah.

Berbagai program utama seperti verifikasi dan validasi Calon Penerima dan Calon Lokasi (CPCL), percepatan tanam, modernisasi pertanian, hingga pengembangan hilirisasi sektor pertanian menjadi fokus pengawalan BRMP di lapangan.

Keberadaan BRMP di daerah juga semakin strategis karena berfungsi sebagai penghubung antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan kelompok tani.

BRMP Jadi Garda Depan Pengawalan Program Pertanian

Penguatan peran BRMP sejalan dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 02 Tahun 2026 yang mengatur mekanisme pengusulan CPCL bantuan pemerintah melalui Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian bersama penyuluh dan dinas pertanian daerah.

Regulasi tersebut menjadi dasar penguatan koordinasi antara pusat dan daerah dalam memastikan bantuan pemerintah diterima oleh penerima yang tepat.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan sektor pertanian membutuhkan pengawasan yang kuat hingga ke tingkat daerah.

“Kita harus bekerja cepat, solid, dan fokus mengawal program agar produksi pangan terus meningkat dan target swasembada dapat tercapai,” ujar Amran dikutip, Sabtu (30/05/2026).

Menurut Amran, seluruh jajaran Kementerian Pertanian (Kementan) harus bergerak dalam satu komando untuk memastikan seluruh program prioritas pemerintah berjalan sesuai target.

Ia menilai keberhasilan program pertanian tidak hanya ditentukan oleh kebijakan yang dibuat di pusat, tetapi juga efektivitas pelaksanaannya di lapangan.

Penguatan Koordinasi Hingga Tingkat Petani

Di berbagai daerah, BRMP Provinsi telah aktif menjalankan berbagai tugas pengawalan mulai dari verifikasi CPCL, koordinasi usulan program, hingga pendampingan kegiatan prioritas nasional.

Langkah tersebut dilakukan agar pelaksanaan program dapat berjalan lebih efektif, transparan, dan sesuai kebutuhan petani di masing-masing wilayah.

Kepala BRMP Kementan, Fadjry Djufry, mengatakan pihaknya berkomitmen penuh mendukung seluruh program utama Kementerian Pertanian melalui penguatan koordinasi wilayah.

“Melalui BRMP Provinsi dan penguatan koordinasi wilayah, kami memastikan pendampingan program berjalan lebih cepat, terukur, dan tepat sasaran,” ungkap Fadjry.

Menurut Fadjry, BRMP di daerah menjadi representasi langsung Kementan dalam melakukan pengendalian program pertanian.

Dengan demikian, proses pendampingan, monitoring, evaluasi, hingga pelaporan kegiatan dapat dilakukan secara lebih efektif dan terintegrasi.

Penguatan tersebut juga memungkinkan pemerintah memperoleh data dan informasi lapangan yang lebih akurat sebagai dasar pengambilan kebijakan.

Bangun Sinergi dengan Pemerintah Daerah dan Petani

Selain berkoordinasi dengan unit kerja internal Kementan, BRMP juga aktif membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah, dinas pertanian, penyuluh pertanian, perguruan tinggi, hingga kelompok tani.

Sinergi lintas sektor tersebut dinilai penting untuk memastikan setiap program pertanian yang dijalankan sesuai dengan kebutuhan serta karakteristik wilayah masing-masing.

Melalui pendekatan tersebut, pemerintah berharap program bantuan pertanian tidak hanya tersalurkan dengan baik, tetapi juga mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.

Kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah juga diyakini dapat mempercepat adopsi teknologi pertanian modern di berbagai sentra produksi pangan nasional.

Selain mendukung peningkatan hasil produksi, modernisasi pertanian menjadi salah satu strategi utama pemerintah dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan kebutuhan pangan yang terus meningkat.

Dorong Produktivitas dan Ketahanan Pangan Nasional

Dengan dukungan jaringan BRMP yang tersebar di seluruh Indonesia, Kementan optimistis pelaksanaan program prioritas nasional dapat berjalan lebih terukur dan efektif.

Penguatan pengawalan program di lapangan diharapkan mampu mempercepat peningkatan produktivitas sektor pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Pemerintah juga menargetkan seluruh bantuan dan program strategis dapat tersalurkan tepat waktu sehingga memberikan dampak langsung terhadap peningkatan produksi pangan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya besar pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan nasional yang berkelanjutan.

Melalui koordinasi yang semakin kuat antara pusat dan daerah, Kementan berharap sektor pertanian Indonesia mampu berkembang lebih modern, produktif, dan berdaya saing dalam mendukung kebutuhan pangan nasional di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *