Dialog Polisi dan Buruh Depok Jadi Kunci Stabilitas Jelang May Day 2026

ARY
Kapolres Metro Depok Kombes Pol Abdul Waras berdialog dengan perwakilan buruh dalam kegiatan Ngopi Kamtibmas jelang May Day di kawasan Sukmajaya, Jum’at (24/04/26) lalu. (Foto: Humas Polres)

adainfo.id – Menjelang peringatan Hari Buruh internasional atau May Day 2026, jajaran Polres Metro Depok menggelar forum dialog bersama perwakilan serikat pekerja atau buruh guna memperkuat komunikasi dan menjaga stabilitas keamanan.

Kegiatan yang dikemas dalam program “Ngopi Kamtibmas” tersebut berlangsung di wilayah hukum Polsek Sukmajaya dan dipimpin langsung oleh Kapolres Metro Depok Kombes Pol Abdul Waras, Jum’at (24/04/2026) lalu.

Forum ini menjadi ruang terbuka bagi buruh dan aparat kepolisian untuk berdiskusi secara langsung menjelang momentum tahunan yang identik dengan penyampaian aspirasi pekerja.

Pertemuan antara kepolisian dan perwakilan buruh ini dilakukan sebagai langkah preventif untuk menjaga situasi tetap kondusif menjelang May Day.

Dalam forum tersebut, kedua pihak menekankan pentingnya komunikasi yang terbuka guna menghindari potensi gesekan selama pelaksanaan kegiatan.

Kapolres Metro Depok Kombes Pol Abdul Waras menyampaikan bahwa stabilitas keamanan tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat, melainkan hasil kerja sama seluruh elemen masyarakat, termasuk buruh.

“Stabilitas keamanan merupakan hasil kerja sama seluruh pihak, termasuk serikat pekerja. Kami mengapresiasi kontribusi rekan-rekan buruh dalam menjaga situasi kamtibmas di Kota Depok tetap aman,” ujar Abdul Waras dalam keterangan yang diterima pada Minggu (26/04/2026).

Menurutnya, dialog seperti ini menjadi sarana penting untuk menyatukan persepsi serta memperkuat hubungan antara kepolisian dan kalangan pekerja.

Imbauan Jaga Ketertiban Saat Sampaikan Aspirasi

Dalam kesempatan tersebut, pihak kepolisian juga mengingatkan pentingnya menjaga ketertiban dalam menyampaikan aspirasi, khususnya menjelang peringatan Hari Buruh yang kerap diwarnai aksi demonstrasi.

Kapolres menegaskan bahwa penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak setiap warga negara, namun tetap harus dilakukan secara tertib dan tidak mengganggu kepentingan masyarakat luas.

“Kami mengimbau agar dalam menyampaikan aspirasi, khususnya menjelang Hari Buruh, seluruh elemen buruh tetap menjaga ketertiban, keamanan, serta menghormati hak masyarakat lainnya,” tegas Abdul Waras.

Imbauan ini disampaikan sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara kebebasan berekspresi dan stabilitas keamanan di ruang publik.

Sementara itu, perwakilan buruh yang hadir dalam forum tersebut menyambut baik langkah kepolisian yang membuka ruang komunikasi secara langsung.

Ketua Forum Buruh Depok, Wido Pratikno, menilai kegiatan ini sebagai bentuk perhatian terhadap aspirasi pekerja.

“Kami berterima kasih kepada pihak kepolisian yang telah memfasilitasi kegiatan ini. Menjelang Hari Buruh, kami juga sudah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan kepolisian, agar situasi tetap kondusif,” kata Wido.

Menurutnya, koordinasi lintas sektor menjadi kunci dalam menjaga suasana tetap aman selama peringatan May Day.

Buruh juga menyatakan komitmen untuk menjaga ketertiban dalam setiap kegiatan yang akan dilaksanakan.

Aspirasi Buruh Mengemuka dalam Forum Diskusi

Dalam dialog tersebut, sejumlah aspirasi disampaikan oleh perwakilan buruh, mulai dari rencana kegiatan May Day hingga isu-isu ketenagakerjaan yang masih menjadi perhatian.

Beberapa poin yang mengemuka di antaranya dorongan penghapusan sistem outsourcing serta peningkatan kesejahteraan pekerja.

Selain itu, buruh juga mengusulkan agar peringatan Hari Buruh tidak hanya diisi dengan aksi demonstrasi, tetapi juga kegiatan yang lebih positif.

Usulan kegiatan alternatif seperti olahraga bersama dan aksi sosial menjadi bagian dari diskusi yang berkembang dalam forum tersebut.

Hal ini mencerminkan keinginan buruh untuk menghadirkan peringatan May Day yang lebih konstruktif.

Dialog ini juga menjadi sarana bagi buruh untuk menyampaikan harapan agar aparat kepolisian dapat berperan sebagai penghubung dengan instansi pemerintah terkait dalam menyelesaikan persoalan ketenagakerjaan.

Pentingnya Sinergi Berkelanjutan Antar Pihak

Forum “Ngopi Kamtibmas” tidak hanya menjadi ajang komunikasi sesaat, tetapi juga menegaskan pentingnya sinergi yang berkelanjutan antara kepolisian, buruh, dan pemerintah daerah.

Para peserta sepakat bahwa komunikasi yang intensif dapat mencegah kesalahpahaman serta mempercepat penyelesaian berbagai persoalan yang muncul di lapangan.

Keberadaan forum seperti ini diharapkan dapat menjadi jembatan dalam membangun hubungan yang lebih harmonis.

Kepolisian juga menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang dialog sebagai bagian dari pendekatan humanis dalam menjaga keamanan.

Sementara itu, buruh berharap komunikasi yang telah terjalin dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan.

Melalui upaya bersama ini, diharapkan pelaksanaan May Day 2026 di Kota Depok dapat berlangsung dalam suasana aman, tertib, dan tetap mengedepankan dialog konstruktif antara seluruh pihak yang terlibat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *