Kebakaran Hebat di Depok Hanguskan Belasan Kios

AZL
Petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan api yang melalap deretan kios di Pancoran Mas, Kota Depok, Minggu (14/06/26). (Foto: adainfo.id)

adainfo.id – Kebakaran besar menghanguskan deretan kios di kawasan Jalan H. Naming D. Bothin, Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Minggu (14/06/2026) sore.

Kobaran api yang muncul menjelang petang dengan cepat membesar dan melahap sejumlah bangunan di lokasi.

Peristiwa tersebut sempat membuat warga sekitar panik karena api terus merambat ke bangunan lain yang berada berdekatan.

Beruntung, petugas pemadam kebakaran bersama aparat kepolisian dan warga bergerak cepat melakukan penanganan sehingga api berhasil dikendalikan sebelum menjalar lebih luas.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran ini menyebabkan kerusakan cukup parah dengan belasan kios dilaporkan hangus terbakar.

Api Diduga Berasal dari Usaha Laundry

Berdasarkan informasi awal yang dihimpun di lokasi kejadian, sumber api diduga berasal dari salah satu usaha laundry yang berada di deretan kios tersebut.

Api disebut muncul saat pegawai laundry tengah memasang kembali tabung gas yang digunakan untuk kebutuhan operasional usaha.

Anggota Polsek Pancoran Mas, Deni, yang berada di lokasi menjelaskan bahwa percikan api muncul setelah terjadi letupan dari tabung gas yang sedang dipasang.

“Jadi api pertama kali muncul dari gas di salah satu laundry. Ketika dia mau masang gas kembali itu ada letupan dan percikan api yang membuat api membesar dan melebar,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Minggu (14/06/2026).

Setelah percikan api muncul, kobaran dengan cepat membesar dan menjalar ke bangunan di sekitarnya. Material bangunan yang mudah terbakar membuat proses penyebaran api berlangsung sangat cepat.

Sekitar 15 Kios Hangus Dilalap Api

Besarnya kobaran api menyebabkan sejumlah kios di sekitar lokasi tidak dapat diselamatkan.

Petugas mencatat sekitar 15 kios terdampak dan mengalami kerusakan akibat kebakaran tersebut.

“Alhamdulillah untuk korban jiwa sendiri itu tidak ada, tapi hampir kurang lebih 15 kios terkena dampak kebakaran dan menghanguskan kios,” tambahnya.

Kerugian material akibat kejadian ini diperkirakan cukup besar mengingat banyaknya bangunan usaha yang terdampak.

Selain bangunan, sejumlah barang dagangan dan perlengkapan usaha yang berada di dalam kios juga diduga ikut terbakar.

Warga Lihat Kepulan Api Sekitar Pukul 17.15 WIB

Anggota Satlinmas Kelurahan Depok, Lalih, mengaku menjadi salah satu pihak yang pertama mengetahui peristiwa tersebut.

Menurutnya, kepulan asap dan kobaran api mulai terlihat sekitar pukul 17.15 WIB.

Saat tiba di lokasi, kondisi api sudah membesar dan membakar beberapa bangunan usaha yang berada di area tersebut.

“Jadi begitu melihat api, saya langsung bergegas ke TKP dan saya dengar dari beberapa warga sumber api pertama muncul dari salah satu laundry,” katanya.

Setelah mengetahui adanya kebakaran, dirinya segera menghubungi pihak kepolisian dan Damkar untuk meminta bantuan penanganan.

Respons cepat tersebut dinilai menjadi salah satu faktor penting yang membantu mempercepat proses pemadaman.

Hampir Seluruh Pos Damkar Dikerahkan

Untuk mengatasi kebakaran yang cukup besar tersebut, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) atau Damkar Kota Depok mengerahkan armada dari berbagai pos pelayanan.

Kepala Seksi Penanggulangan Kebakaran DPKP Kota Depok, Djoko Setiono, mengatakan hampir seluruh pos pemadam kebakaran di Kota Depok diterjunkan ke lokasi.

“Untuk armada yang dikerahkan Damkar Kota Depok itu kita yang turun lapangan setiap pos kita kerahkan pakai dua mobil, cuman satu pos Wali yang satu armada. Semua, pos Wali, Mako, terus Cimanggis, Tapos,” ujarnya.

Banyaknya armada yang diterjunkan bertujuan untuk mempercepat proses pemadaman sekaligus mengantisipasi potensi penyebaran api ke area lain yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Material Plastik Jadi Tantangan Pemadaman

Meskipun proses pemadaman berjalan relatif lancar, petugas menghadapi tantangan karena banyaknya material mudah terbakar di lokasi.

Menurut Djoko, sejumlah lapak yang terbakar berisi berbagai jenis plastik dan barang bekas yang membuat api lebih mudah menyala kembali apabila tidak ditangani secara menyeluruh.

“Kesulitannya kita tuh enggak ada. Cuman karena ini kan ada lapak, lapak pemulung gitu banyak plastik lah jadi harus sabar untuk memastikan api benar-benar padam dan luas saja,” katanya.

Kondisi tersebut membuat petugas harus melakukan pendinginan secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada bara api yang masih tersisa di dalam tumpukan material.

Asap Masih Terlihat Hingga Malam Hari

Hingga malam hari, petugas masih berjaga di lokasi meskipun kobaran api utama telah berhasil dipadamkan.

Kepulan asap masih terlihat keluar dari beberapa bagian bangunan yang terbakar sehingga proses pendinginan terus dilakukan.

Petugas pemadam kebakaran bersama kepolisian tetap bersiaga untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya titik api baru yang dapat memicu kebakaran susulan.

Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih akan didalami lebih lanjut oleh pihak berwenang meski dugaan awal mengarah pada percikan api yang muncul saat pemasangan tabung gas di salah satu usaha laundry.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat penting bagi pelaku usaha maupun masyarakat untuk selalu memastikan penggunaan tabung gas dan instalasi pendukung berada dalam kondisi aman.

Pemeriksaan berkala terhadap peralatan serta penerapan prosedur keselamatan yang tepat dinilai menjadi langkah penting untuk mencegah terjadinya kebakaran serupa di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *