Kondisi Jalan Perbatasan Jadi Cermin Ketimpangan: Sisi Jakarta Mulus, Depok Dipenuhi Lubang

AZL
Suasana di bawah Flyover UI dengan kondisi jalan rusak pada sisi wilayah Kota Depok berbeda dengan sisi Jakarta, Senin (08/06/26). (Foto: adainfo.id)

adainfo.id – Kondisi jalan rusak di kawasan bawah Flyover Universitas Indonesia (UI) kembali menjadi sorotan warga. Ruas yang menjadi salah satu akses utama penghubung Kota Depok dengan Jakarta Selatan itu dinilai membahayakan pengguna jalan karena masih ditemukan lubang dan permukaan jalan yang bergelombang.

Kerusakan terlihat pada sisi wilayah Kota Depok, sementara ruas jalan yang berada di wilayah Jakarta Selatan tampak lebih mulus setelah dilakukan perbaikan.

Perbedaan kondisi tersebut menciptakan kontras yang mencolok di jalur strategis yang setiap hari dilalui ribuan kendaraan.

Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah perbaikan menyeluruh mengingat kawasan tersebut merupakan salah satu pintu masuk utama menuju Kota Depok dari arah Jakarta.

Jalan Berlubang Ancam Keselamatan Pengendara

Kerusakan jalan di bawah Flyover UI menjadi perhatian masyarakat karena berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas, terutama bagi pengendara yang melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Jakarta menuju Depok.

Salah seorang warga, Riski, mengatakan kondisi jalan yang berlubang dan bergelombang seharusnya menjadi prioritas perbaikan karena menyangkut keselamatan pengguna jalan.

“Kita sebagai masyarakat pengennya, kalau untuk Kota Depok itu jalanan bagus, tidak ada yang berlobang, terus juga enggak ada yang bergelombang,” ujar Riski saat ditemui, Senin (08/06/2026).

Menurutnya, kondisi jalan yang tidak rata dapat membuat pengendara kehilangan kendali kendaraan, terlebih ketika melintas pada malam hari atau saat kondisi lalu lintas padat.

Ia menilai perbaikan jalan di kawasan tersebut tidak bisa lagi ditunda karena merupakan jalur vital yang menghubungkan dua wilayah perkotaan dengan mobilitas tinggi setiap harinya.

Pengendara dari Arah Jakarta Berisiko Alami Kecelakaan

Riski menjelaskan bahwa posisi jalan rusak yang berada di area perbatasan membuat potensi kecelakaan semakin besar.

Banyak pengendara dari arah Jakarta yang tidak menyadari adanya lubang atau gelombang jalan ketika memasuki wilayah Depok.

“Karena kan kalau bergelombang, pengendara yang lewat apalagi yang dari Jakarta kalau pas lagi kenceng kan nanti bisa berbahaya karena tiba-tiba jalan sebelahnya pada berlobang,” katanya.

Menurut warga, kondisi tersebut membutuhkan penanganan permanen dan bukan sekadar tambal sulam yang hanya bertahan dalam waktu singkat.

Perbaikan menyeluruh dianggap lebih efektif untuk menjamin kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan dalam jangka panjang.

Warga Minta Perbaikan Menyeluruh

Sebagai salah satu akses utama yang menghubungkan Depok dan Jakarta, jalan di bawah Flyover UI memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat.

Karena itu, warga berharap pemerintah tidak hanya melakukan perbaikan sementara, tetapi juga memperbaiki struktur jalan secara menyeluruh agar lebih tahan terhadap beban kendaraan yang melintas setiap hari.

Tingginya volume kendaraan yang melewati kawasan tersebut membuat kualitas infrastruktur menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran lalu lintas.

Warga menilai perbaikan permanen akan lebih menguntungkan dibandingkan harus melakukan tambal sulam berulang kali.

Minim Penerangan Jalan Juga Menjadi Keluhan

Selain kondisi jalan yang rusak, warga juga mengeluhkan minimnya penerangan jalan umum (PJU) di sekitar kawasan Flyover UI.

Beberapa titik di sepanjang Jalan Margonda menuju kolong flyover untuk putar balik disebut masih gelap karena banyak lampu penerangan yang tidak berfungsi.

Menurut Riski, kondisi tersebut cukup mengkhawatirkan karena dapat mengurangi jarak pandang pengendara saat malam hari.

“Masih banyak juga lampu penerangan jalan yang dipinggir Jalan Raya Margonda itu enggak semuanya nyala, jadinya bahaya buat pengendara di malam hari,” ujarnya.

Minimnya pencahayaan dinilai semakin meningkatkan risiko kecelakaan, terutama ketika pengendara harus menghindari lubang jalan yang sulit terlihat dalam kondisi gelap.

Kurangnya Rambu Bikin Pengendara Bingung

Keluhan lain yang disampaikan warga berkaitan dengan minimnya rambu penunjuk arah di sekitar percabangan jalan menuju Margonda, Kelapa Dua, dan Pasar Minggu.

Menurut warga, tidak adanya petunjuk arah yang jelas sering membuat pengguna jalan kebingungan saat melintas di kawasan tersebut.

Kondisi ini tidak hanya menyulitkan pengendara luar daerah, tetapi juga berpotensi menimbulkan kecelakaan akibat manuver mendadak ketika mencari arah tujuan.

“Jadi penanda jalan buat di percabangan yang arah Margonda, Kelapa Dua, sama yang arah Pasar Minggu itu enggak ada rambu yang jelas, jadi bikin pengendara bingung dan juga disitu seringkali kecelakaan,” kata Riski.

Sebagai kawasan yang menjadi titik pertemuan arus kendaraan dari berbagai arah, keberadaan rambu lalu lintas dinilai sangat penting untuk meningkatkan keselamatan dan ketertiban lalu lintas.

Jalur Vital Depok-Jakarta Perlu Perhatian Serius

Flyover UI merupakan salah satu titik strategis yang menghubungkan Kota Depok dengan Jakarta Selatan.

Setiap hari, ribuan kendaraan roda dua maupun roda empat melintasi kawasan tersebut untuk aktivitas bekerja, pendidikan, maupun kebutuhan lainnya.

Karena itu, warga berharap Pemerintah Kota Depok bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat dapat memberikan perhatian lebih terhadap kondisi infrastruktur di kawasan perbatasan tersebut.

Perbaikan jalan rusak, optimalisasi penerangan jalan umum, serta penambahan rambu lalu lintas dinilai menjadi kebutuhan mendesak untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.

Dengan tingginya mobilitas masyarakat di jalur tersebut, pembenahan infrastruktur di bawah Flyover UI dinilai tidak hanya penting untuk mendukung kelancaran lalu lintas.

Akan tetapi juga untuk mengurangi risiko kecelakaan yang dapat mengancam keselamatan pengguna jalan setiap harinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *