LRT Jakarta Bakal Diprioritaskan Untuk Pembangunan Jalur Velodrome–Dukuh Atas

AZL
Ilustrasi fokus pembangunan LRT Jakarta. (Foto: Afif Ramdhasuma/Pexels)

adainfo.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI memprioritaskan pembangunan lanjutan jalur Light Rail Transit (LRT) Jakarta rute Velodrome–Manggarai hingga Dukuh Atas.

Proyek tersebut diproyeksikan menjadi salah satu tulang punggung konektivitas transportasi publik di ibu kota sekaligus memperkuat integrasi antar moda transportasi massal.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan keputusan tersebut diambil setelah rapat koordinasi di Balai Kota.

Menurutnya, pembangunan lintasan LRT hingga Dukuh Atas menjadi prioritas agar jalur dari Velodrome dapat tersambung secara utuh menuju pusat transit utama di Jakarta.

“Untuk LRT yang diputuskan adalah extension dari Manggarai sampai dengan Dukuh Atas untuk menuntaskan satu jalur mulai dari Velodrome sampai dengan Dukuh Atas,” ujarnya dikutip, Jum’at (22/05/2026).

Jalur LRT Capai 14,2 Kilometer

Pramono menjelaskan total panjang lintasan LRT Velodrome–Dukuh Atas nantinya mencapai 14,2 kilometer dengan 12 stasiun pemberhentian.

Untuk mendukung proyek tersebut, Pemprov DKI Jakarta juga menyiapkan tambahan investasi pembangunan sebesar Rp2,7 triliun.

Menurutnya, penyambungan jalur menuju Dukuh Atas menjadi langkah penting karena kawasan tersebut merupakan salah satu simpul utama transportasi publik di Jakarta.

Kawasan Dukuh Atas saat ini telah terintegrasi dengan berbagai moda transportasi seperti MRT, KRL Commuter Line, TransJakarta, hingga kereta bandara.

“Kenapa ini diputuskan dari Manggarai sampai dengan Dukuh Atas? Supaya betul-betul trase ini selesai sampai dengan tuntas,” katanya.

Dengan konektivitas yang semakin terintegrasi, jalur LRT tersebut diharapkan dapat mempermudah mobilitas masyarakat, khususnya pekerja yang setiap hari beraktivitas di kawasan pusat bisnis Jakarta.

Jalur LRT Akan Diperluas hingga Bandara

Setelah proyek lintasan Velodrome–Dukuh Atas rampung, Pemprov DKI Jakarta berencana melanjutkan pengembangan jalur LRT menuju kawasan utara Jakarta.

Rute tersebut nantinya akan menghubungkan Velodrome menuju Jakarta International Stadium, Ancol, PIK 2, hingga Bandara Soekarno-Hatta.

Pramono menyebut pengembangan tersebut menjadi bagian dari rencana besar pembangunan jaringan transportasi massal terintegrasi di Jakarta dan kawasan penyangga.

“Dari Velodrome, JIS, Ancol, kemudian nanti akan diteruskan sampai PIK 2 dan sampai dengan Soekarno-Hatta,” ungkapnya.

Ia meminta seluruh jajaran terkait segera menyelesaikan perencanaan trase lanjutan agar proyek dapat dipercepat dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Pemprov Ingin Kurangi Kemacetan Jakarta

Pemprov DKI Jakarta menilai pengembangan jaringan LRT menjadi salah satu solusi utama untuk mengurangi kemacetan sekaligus meningkatkan penggunaan transportasi umum di Jakarta.

Pramono meyakini sistem transportasi massal yang saling terhubung akan membuat masyarakat lebih mudah berpindah moda tanpa harus bergantung pada kendaraan pribadi.

Selain meningkatkan konektivitas antarwilayah, pembangunan LRT juga diharapkan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi kawasan dan meningkatkan kualitas mobilitas masyarakat di wilayah Jabodetabek.

Integrasi antara LRT, MRT, TransJakarta, dan moda transportasi lainnya dinilai menjadi langkah penting dalam mewujudkan sistem transportasi modern yang lebih efisien dan ramah lingkungan di Jakarta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *