Luber ke Jalan dan Timbulkan Bau Menyengat, Tumpukan Sampah di Depok Kembali Dikeluhkan Warga
adainfo.id – Tumpukan sampah yang overload kembali memenuhi Tempat Penampungan Sampah Sementara (TPS) 11 di Jalan Raya Tanah Baru, Kelurahan Pancoran Mas, Kota Depok.
Kondisi tersebut kembali memicu keluhan warga karena menimbulkan aroma tidak sedap yang menyebar ke lingkungan sekitar serta mengganggu aktivitas masyarakat yang setiap hari melintas di kawasan tersebut.
Meski sebelumnya telah dilakukan pengangkutan oleh petugas kebersihan, volume sampah yang masih tersisa dinilai cukup besar.
Akibatnya, persoalan penumpukan sampah di TPS 11 belum sepenuhnya teratasi dan kembali menjadi sorotan warga.
Situasi ini menambah daftar panjang persoalan pengelolaan sampah di Kota Depok yang hingga kini masih menjadi tantangan.
Terutama di sejumlah titik penampungan yang kapasitasnya dinilai sudah tidak lagi memadai.
Pengangkutan Sampah Dinilai Belum Tuntas
Warga sekitar mengakui bahwa petugas kebersihan telah melakukan upaya pengangkutan sampah dari lokasi.
Namun proses tersebut dianggap belum maksimal karena hanya sebagian sampah yang berhasil dipindahkan.
Udin, warga yang tinggal di sekitar TPS 11, mengatakan dua armada pengangkut sempat diterjunkan untuk membersihkan lokasi.
Akan tetapi, keterbatasan kapasitas kendaraan membuat sebagian besar sampah masih tertinggal.
“Sebelumnya emang udah ada dua mobil yang ngangkut, tapi karena kapasitas kurang memadai jadi yang diangkut cuma sebagian aja, yang depan,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Senin (15/06/2026).
Menurutnya, upaya penanganan sampah seharusnya dilakukan hingga tuntas agar tidak kembali menimbulkan masalah bagi masyarakat sekitar.
“Seharusnya sampah ini kan bisa diangkut semua jadi enggak setengah-setengah gitu dibenahinya. Karena kalau terlalu lama juga baunya mengganggu warga sekitar,” katanya.
Warga menilai pengangkutan sebagian sampah hanya menjadi solusi sementara karena tumpukan yang masih tersisa tetap menghasilkan bau menyengat dan mengganggu kenyamanan lingkungan.
Bau Menyengat Ganggu Aktivitas Warga
Penumpukan sampah yang berlangsung selama beberapa hari membuat aroma tidak sedap semakin terasa, terutama saat cuaca panas maupun setelah hujan turun.
Bagi warga yang tinggal di sekitar TPS, kondisi tersebut menjadi persoalan yang terus berulang dan memengaruhi kenyamanan sehari-hari.
Selain menciptakan kesan kumuh, tumpukan sampah juga dikhawatirkan berpotensi menimbulkan masalah kesehatan apabila tidak segera ditangani secara menyeluruh.
Warga berharap pemerintah dapat meningkatkan frekuensi pengangkutan sehingga sampah tidak menumpuk dalam jumlah besar seperti yang terjadi saat ini.
Menurut mereka, langkah cepat sangat diperlukan mengingat volume sampah terus bertambah setiap hari.
Pengendara Ikut Terdampak
Keluhan tidak hanya datang dari warga sekitar TPS. Para pengguna jalan yang melintas di Jalan Raya Tanah Baru juga mengaku terganggu dengan kondisi tersebut.
Iwan, salah satu warga yang sering beraktivitas di sekitar lokasi, mengatakan bau yang muncul dari tumpukan sampah cukup menyengat dan dapat dirasakan hingga ke badan jalan.
“Masyarakat, khususnya juga para pengendara sudah sangat terganggu dengan penumpukan sampah yang tidak segera dibersihkan. Karena kan itu baunya cukup menyengat apalagi kalau hujan,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya menurunkan kenyamanan, tetapi juga berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Hal itu disebabkan oleh sampah yang kerap berserakan hingga ke area jalan raya.
“Ditambah sampah yang berserakan ke jalan juga dapat membahayakan pengendara yang lewat,” tambahnya.
Keberadaan sampah di sekitar badan jalan dinilai dapat mengganggu konsentrasi pengendara, terutama saat lalu lintas sedang padat.
Air Lindi Perparah Kondisi Saat Hujan
Persoalan semakin terasa ketika hujan turun. Warga menyebut air lindi yang berasal dari tumpukan sampah sering kali mengalir ke area sekitar TPS.
Kondisi tersebut memunculkan aroma yang lebih kuat dan membuat lingkungan menjadi kurang nyaman.
Selain menimbulkan bau menyengat, air lindi juga berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik.
Karena itu, warga berharap penanganan sampah tidak hanya berfokus pada pengangkutan, tetapi juga memperhatikan dampak lingkungan yang ditimbulkan.
Kapasitas TPS Dinilai Sudah Tidak Memadai
Menurut warga, persoalan utama yang menyebabkan penumpukan sampah berulang adalah kapasitas TPS 11 yang dinilai sudah tidak sebanding dengan volume sampah yang masuk setiap hari.
Pertumbuhan jumlah penduduk dan aktivitas masyarakat membuat produksi sampah terus meningkat, sementara kapasitas penampungan tidak mengalami perubahan signifikan.
Iwan mengaku sempat mendengar adanya rencana pengalihan sebagian sampah ke TPS lain yang memiliki kapasitas lebih besar.
Namun rencana tersebut belum dapat direalisasikan karena adanya penolakan dari warga di wilayah tujuan.
“Jadi memang waktu itu saya pernah dengar katanya sampah di TPS 11 ini bakal dialihkan ke bak sampah TPS 12 yang jauh lebih besar, tapi itu ada penolakan dari warga RW 12. Jadi memang persoalan bak sampah yang terlalu kecil ini masih jadi masalah,” kata Iwan.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa persoalan sampah tidak hanya berkaitan dengan pengangkutan, tetapi juga menyangkut ketersediaan fasilitas penampungan yang memadai.
Warga Minta Solusi Jangka Panjang
Masyarakat berharap Pemerintah Kota Depok dapat segera menghadirkan solusi yang lebih komprehensif untuk mengatasi persoalan sampah di TPS 11.
Menurut mereka, langkah jangka panjang diperlukan agar penumpukan sampah tidak terus berulang dan menjadi masalah rutin setiap pekan.
Beberapa solusi yang diharapkan antara lain penambahan kapasitas penampungan, peningkatan frekuensi pengangkutan, hingga penyediaan fasilitas pengelolaan sampah yang lebih modern dan efektif.
Dengan volume sampah yang terus meningkat setiap hari, warga menilai penanganan yang bersifat sementara tidak akan menyelesaikan akar persoalan.
Mereka berharap langkah konkret segera dilakukan agar kawasan tersebut tetap bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat maupun para pengguna jalan yang melintas setiap hari.












