Pembangunan Jalan Pemuda-Enggram Depok Berdampak pada Lalu Lintas Sawangan
adainfo.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok resmi memulai pembangunan jalur alternatif yang menghubungkan Jalan Pemuda dengan Jalan Enggram di kawasan Sawangan.
Proyek infrastruktur tersebut diharapkan menjadi solusi untuk mengurangi kemacetan yang selama bertahun-tahun membebani arus lalu lintas di wilayah selatan Kota Depok, khususnya di Jalan Raya Sawangan dan Jalan Raya Muchtar.
Pembangunan jalur alternatif ini menjadi salah satu program strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus mendukung mobilitas masyarakat yang setiap hari melintasi kawasan Sawangan.
Selama ini, kawasan Sawangan dikenal sebagai salah satu titik kemacetan yang cukup padat di Kota Depok.
Tingginya volume kendaraan, terutama pada jam berangkat dan pulang kerja, membuat perjalanan masyarakat kerap terhambat.
Melalui pembangunan jalur alternatif yang menghubungkan Jalan Pemuda dan Jalan Enggram, Pemkot Depok berharap distribusi arus kendaraan menjadi lebih merata sehingga beban lalu lintas di jalan utama dapat berkurang.
Berdasarkan pantauan di lokasi, aktivitas pembangunan masih terus berlangsung.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok mengoperasikan sejumlah alat berat untuk melakukan pembongkaran bangunan yang terdampak proyek sekaligus menyiapkan proses pelebaran jalan.
Keluar masuknya kendaraan proyek di sekitar lokasi pembangunan juga menyebabkan perlambatan arus lalu lintas.
Meski demikian, proyek tersebut tetap berjalan sesuai tahapan yang telah direncanakan.
Warga Sebut Pengerjaan Berlangsung Setiap Hari
Salah seorang warga Jalan Pemuda, Herman, mengatakan aktivitas konstruksi berlangsung setiap hari dengan jadwal yang telah ditentukan.
“Untuk pengerjaan pelebaran jalan sendiri itu mulai dari jam 08.00 WIB sampai jam 16.00 WIB sore,” ujar Herman saat ditemui, Senin (22/06/2026).
Menurut Herman, akses jalan masih dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar meski ruang gerak kendaraan menjadi lebih terbatas selama pekerjaan berlangsung.
“Kalau buat masyarakat sini doang masih bisa lewat jalan sini, tapi memang selama pengerjaan ini mobil dan motor yang lewat Jalan Pemuda dan Enggram agak lebih sulit karena ada pekerjaan,” katanya.
Ia menjelaskan, tahap awal pembangunan diprioritaskan di Jalan Enggram sebelum pekerjaan dilanjutkan ke Jalan Pemuda.
“Nah, di Jalan Pemuda sendiri sampai Desember masih bisa jalan kalau buat orang-orang kampung sini buat lalu lalang. Karena yang difokuskan rampung dulu itu yang di Jalan Enggram, baru nanti pembangunan ke Jalan Pemuda,” ujarnya.
Volume Kendaraan Beralih ke Jalan Raya Muchtar
Dampak pembangunan mulai dirasakan para pengguna jalan.
Sejumlah kendaraan memilih menggunakan jalur alternatif lain untuk menghindari area proyek sehingga kepadatan lalu lintas meningkat di beberapa ruas jalan.
Salah seorang pengendara, Saifullah, mengatakan volume kendaraan di Jalan Raya Muchtar mengalami peningkatan sejak proyek pelebaran jalan dimulai.
“Kalau volume kendaraan ya sedikit meningkat dengan adanya proyek pelebaran jalan, jadi kendaraan semua ke Jalan Raya Muchtar,” katanya.
Pantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan terjadi mulai dari kawasan depan Jalan Pemuda hingga pertigaan Tugu Batu yang berada di dekat Perumahan Sawangan Permai.
Kondisi tersebut menjadi konsekuensi sementara selama pembangunan berlangsung.
Pengalihan arus kendaraan menyebabkan beberapa ruas jalan mengalami peningkatan beban lalu lintas, terutama pada jam-jam sibuk.
Kemacetan Terparah Terjadi Saat Akhir Pekan
Menurut Saifullah, kepadatan kendaraan paling sering terjadi ketika akhir pekan karena tingginya aktivitas masyarakat.
“Kalau buat waktu-waktu kemacetan itu biasanya saat weekend karena mobilitas pengendara tinggi. Tapi weekday juga jalan sini pasti macet, apalagi di jam-jam sore saat jam pulang kerja,” jelasnya.
Selain akhir pekan, kemacetan juga rutin terjadi pada hari kerja, khususnya menjelang sore ketika masyarakat pulang dari tempat kerja maupun aktivitas lainnya.
Kondisi tersebut semakin menguatkan perlunya penambahan kapasitas jalan dan penyediaan jalur alternatif.
Hal tersebut agar distribusi kendaraan tidak hanya bergantung pada Jalan Raya Sawangan maupun Jalan Raya Muchtar.
Warga Berharap Proyek Segera Rampung
Meski pembangunan menimbulkan gangguan sementara terhadap kelancaran lalu lintas, masyarakat berharap proyek tersebut dapat memberikan manfaat jangka panjang.
Jalur alternatif Jalan Pemuda dan Jalan Enggram dinilai berpotensi menjadi akses baru yang mampu mengurangi kepadatan kendaraan di kawasan Sawangan sekaligus mempercepat waktu tempuh masyarakat.
Dengan progres pembangunan yang terus berjalan, warga berharap seluruh tahapan pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target sehingga jalur baru tersebut segera dapat dimanfaatkan secara optimal.
Keberadaan jalur alternatif ini diharapkan mampu mengurangi beban kendaraan di Jalan Raya Sawangan dan Jalan Raya Muchtar yang selama ini menjadi dua titik kemacetan utama di wilayah Sawangan, sekaligus meningkatkan konektivitas antarwilayah di Kota Depok.












