Depok dan Jakarta Kian Terhubung, Jalur Baru Minitrans 9H Jadi Favorit Baru

AZL
Armada Minitrans 9H berada di titik keberangkatan baru kawasan Tanah Baru, Kota Depok. (Foto: adainfo.id)

adainfo.id – Akses transportasi umum bagi warga Kota Depok menuju Jakarta Selatan kini semakin mudah.

Perpanjangan layanan Minitrans Transjakarta rute 9H hingga kawasan Jalan Raya Tanah Baru, Kecamatan Beji, Kota Depok mendapat sambutan positif dari masyarakat yang selama ini mengandalkan transportasi publik untuk beraktivitas sehari-hari.

Kehadiran titik keberangkatan baru di bawah flyover Tugu Tanah Baru dinilai mampu memangkas waktu perjalanan.

Sekaligus memberikan kemudahan bagi warga yang sebelumnya harus menuju kawasan Cipedak untuk mengakses layanan tersebut.

Langkah ini merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Perhubungan Kota Depok dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta dalam memperkuat konektivitas transportasi antara wilayah penyangga dan ibu kota.

Minitrans 9H Kini Berangkat dari Tanah Baru

Perubahan layanan Minitrans 9H menjadi salah satu kabar baik bagi masyarakat Depok yang setiap hari melakukan perjalanan menuju Jakarta Selatan.

Jika sebelumnya armada memulai operasional dari wilayah Cipedak, kini titik awal keberangkatan dipindahkan ke kawasan Tanah Baru yang dinilai lebih strategis dan dekat dengan permukiman warga.

Staf operasional Minitrans 9H, Agung, menjelaskan bahwa meskipun titik awal keberangkatan berubah, jalur perjalanan armada tetap sama seperti sebelumnya.

“Untuk rute Minitrans ini tetap sama, yaitu rute 9H. Titik awal keberangkatan sekarang berada di Tanah Baru. Dari sini kendaraan akan melintasi Srengseng, Universitas Pancasila, menuju Pasar Minggu, lalu kembali lagi ke Tanah Baru melalui Jagakarsa,” ujar Agung saat ditemui di lokasi, Minggu (21/06/2026).

Menurutnya, kawasan Tanah Baru memiliki tingkat mobilitas masyarakat yang cukup tinggi sehingga keberadaan layanan tersebut diyakini dapat meningkatkan penggunaan transportasi umum.

Permudah Warga Depok Menuju Jakarta Selatan

Perpanjangan rute Minitrans 9H dinilai memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang bekerja, berkuliah, maupun beraktivitas di Jakarta Selatan.

Dengan titik keberangkatan yang lebih dekat, warga tidak perlu lagi melakukan perjalanan tambahan menuju Cipedak untuk mengakses armada Transjakarta.

Selain lebih praktis, layanan ini juga memberikan alternatif transportasi yang lebih terjangkau dibandingkan kendaraan pribadi atau layanan transportasi daring.

Kehadiran Minitrans 9H sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi yang selama ini menjadi salah satu penyebab kemacetan di kawasan Jabodetabek.

Warga Usulkan Rute Diperpanjang Hingga Simpang Kuningan

Meski menyambut baik perpanjangan layanan hingga Tanah Baru, sejumlah pengguna berharap pengembangan rute terus dilakukan agar terintegrasi dengan jaringan Transjakarta yang lebih luas.

Salah satu pengguna transportasi umum, Adin, menilai layanan tersebut sudah sangat membantu masyarakat Depok yang ingin bepergian ke Jakarta menggunakan angkutan publik.

“Kalau menurut saya bagus ya. Perpanjangan sampai Tanah Baru ini lumayan membantu untuk mengangkut penumpang Depok,” katanya.

Namun, ia berharap ke depan rute tersebut dapat diperpanjang hingga kawasan Simpang Kuningan agar tersambung langsung dengan Koridor 9 Transjakarta.

“Saran saya kalau bisa diperpanjang sampai Simpang Kuningan. Karena rute ini menggunakan nomor 9, sementara saat ini belum terhubung langsung dengan Koridor 9,” ujarnya.

Menurutnya, integrasi yang lebih luas akan membuat perjalanan masyarakat menjadi lebih efisien karena tidak perlu berganti moda transportasi terlalu banyak.

Dianggap Sebagai Pengganti Kopaja 616

Respons positif juga datang dari warga lainnya yang telah mencoba layanan Minitrans 9H dari titik keberangkatan baru.

Sarah mengaku merasakan perubahan yang cukup signifikan dibandingkan jalur transportasi yang pernah tersedia sebelumnya.

“Menurut saya lebih oke karena tidak terlalu muter-muter. Ini seperti pengganti Kopaja 616 yang dulu,” ujar warga Depok tersebut.

Menurut Sarah, rute baru tersebut membuat perjalanan menjadi lebih ringkas karena tersedia jalur pulang dan pergi yang jelas tanpa harus memutar jauh.

“Sekarang lebih enak karena jalurnya lebih dekat dan sudah ada arah pulang-perginya. Kalau mau pulang tidak perlu memutar lagi,” katanya.

Kehadiran layanan ini dianggap mampu mengisi kebutuhan transportasi yang sebelumnya belum sepenuhnya terlayani setelah berkurangnya sejumlah trayek angkutan umum lama.

Titik Keberangkatan Dinilai Aman dan Nyaman

Selain faktor aksesibilitas, lokasi pemberhentian dan pengendapan armada di bawah flyover Tugu Tanah Baru juga mendapat apresiasi dari masyarakat.

Posisi tersebut dianggap cukup strategis karena berada di lokasi yang mudah dijangkau serta tidak mengganggu arus lalu lintas utama.

“Saya baru tahu juga kalau sekarang mangkal di sini, tapi menurut saya aman dan cukup membantu,” ungkap Sarah.

Dengan lokasi yang teduh dan berada di bawah flyover, penumpang juga dinilai lebih nyaman saat menunggu kedatangan armada.

Keberadaan titik keberangkatan baru ini sekaligus mengurangi potensi kemacetan yang dapat muncul apabila kendaraan berhenti di badan jalan.

Perkuat Konektivitas Depok dan Jakarta

Sebelumnya, Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Kota Depok, Aan Syurahman, menjelaskan bahwa perpanjangan rute Minitrans 9H bertujuan meningkatkan akses transportasi publik bagi masyarakat Depok yang beraktivitas di Jakarta Selatan.

Dengan beroperasinya Minitrans 9H dari Tanah Baru, masyarakat kini memiliki akses yang lebih mudah menuju berbagai kawasan penting seperti Srengseng, Lenteng Agung, Universitas Pancasila, Pasar Minggu, hingga Jagakarsa.

Kehadiran layanan ini diharapkan mampu memperkuat konektivitas antara Kota Depok dan Jakarta sekaligus mendukung integrasi sistem transportasi perkotaan yang lebih modern.

Di tengah meningkatnya kebutuhan mobilitas masyarakat Jabodetabek, pengembangan layanan transportasi umum seperti Minitrans 9H dinilai menjadi langkah penting untuk menciptakan perjalanan yang lebih efisien, nyaman, dan ramah lingkungan.

Selain memberikan kemudahan bagi masyarakat, optimalisasi transportasi publik juga diharapkan dapat membantu mengurangi kemacetan serta menekan emisi kendaraan bermotor di kawasan perkotaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *