Penerima Bantuan Pangan di Tanah Baru Depok Naik Lebih dari 30 Persen

AZL
Warga Tanah Baru, Kota Depok menerima bantuan pangan berupa beras dan Minyakita di Kantor Kelurahan Tanah Baru, Selasa (21/04/26). (Foto: adainfo.id)

adainfo.id – Jumlah penerima bantuan pangan di Kelurahan Tanah Baru, Kota Depok, mengalami peningkatan lebih dari 30 persen pada periode penyaluran terbaru, seiring upaya pemerintah memperluas jangkauan bantuan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Peningkatan tersebut tercatat dari sebelumnya 989 penerima menjadi 1.172 warga yang mendapatkan bantuan berupa beras dan minyak goreng, yang didistribusikan secara bertahap selama empat hari kerja.

Petugas dari Dinas Sosial (Dinsos) Kota Depok, Isna, menjelaskan bahwa meskipun mekanisme penyaluran tidak mengalami perubahan, jumlah penerima bantuan mengalami lonjakan yang cukup tinggi dibandingkan periode sebelumnya.

“Untuk sekarang memang ada sejumlah penambahan penerima bantuan lebih dari 30 persen, dari sebelumnya 989 menjadi 1.172 penerima,” ujarnya saat ditemui di Kantor Kelurahan Tanah Baru, Selasa (21/04/2026).

Ia menyebutkan bahwa peningkatan ini merupakan bagian dari penyesuaian data penerima yang dilakukan secara berkala oleh pemerintah guna memastikan bantuan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.

Kenaikan jumlah penerima juga mencerminkan kondisi sosial ekonomi masyarakat yang masih membutuhkan intervensi melalui program bantuan pangan.

Jenis Bantuan Tetap Sama

Isna menambahkan bahwa jenis bantuan yang diberikan kepada masyarakat tidak mengalami perubahan dibandingkan periode sebelumnya.

Setiap penerima tetap memperoleh dua karung beras serta minyak goreng merek Minyakita.

“Untuk jenis bantuan juga masih sama, beras dan Minyakita. Meski sekarang bentuknya berbeda, jumlahnya tetap sama seperti sebelumnya,” jelasnya.

Perubahan hanya terjadi pada bentuk kemasan minyak goreng yang kini menggunakan model “bantal”, berbeda dari sebelumnya.

Meski demikian, volume dan takaran bantuan yang diberikan kepada masyarakat tetap konsisten.

Pemerintah memastikan bahwa kualitas dan kuantitas bantuan tetap terjaga agar dapat memenuhi kebutuhan dasar masyarakat penerima manfaat.

Dalam pelaksanaan penyaluran bantuan, pemerintah setempat menerapkan sistem nomor kupon bagi warga penerima.

Metode ini dinilai efektif dalam menjaga ketertiban serta memudahkan proses distribusi di lapangan.

Sistem kupon memungkinkan petugas untuk mengatur jadwal kedatangan warga secara bergiliran, sehingga dapat menghindari antrean panjang dan kerumunan.

Selain itu, penggunaan kupon juga membantu dalam proses verifikasi data penerima, sehingga bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran sesuai dengan daftar yang telah ditetapkan.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan publik, khususnya dalam penyaluran bantuan sosial yang transparan dan akuntabel.

Mengacu Data Terpadu Nasional

Penyaluran bantuan pangan ini mengacu pada data resmi dari Kementerian Sosial (Kemensos) melalui basis Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

Data tersebut digunakan sebagai acuan utama dalam menentukan siapa saja yang berhak menerima bantuan, berdasarkan kategori tingkat kesejahteraan masyarakat.

Penerima bantuan berasal dari kelompok desil 1 hingga 4, yang merupakan kategori masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah.

Dengan menggunakan basis data terpadu, pemerintah berupaya meminimalkan kesalahan dalam penyaluran bantuan, seperti penerima ganda atau penerima yang tidak tepat sasaran.

Pendekatan berbasis data ini juga menjadi bagian dari reformasi sistem bantuan sosial agar lebih efektif dan efisien.

Bantuan Ringankan Beban Warga

Salah satu penerima bantuan, Nidah (60), mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan yang diterima.

Ia menyebut bantuan tersebut sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama di tengah kenaikan harga bahan pokok.

“Alhamdulillah sangat bersyukur dengan adanya bantuan ini, semoga bisa bermanfaat,” ujarnya.

Kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil membuat bantuan pangan menjadi salah satu penopang penting bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Dengan adanya peningkatan jumlah penerima, pemerintah berharap bantuan ini dapat memberikan dampak yang lebih luas dan membantu menjaga daya beli masyarakat.

Distribusi bantuan yang dilakukan secara bertahap juga diharapkan mampu menjaga kelancaran proses penyaluran sekaligus memastikan setiap penerima mendapatkan haknya tanpa hambatan.

Di sisi lain, pemerintah terus melakukan evaluasi terhadap program bantuan sosial agar dapat menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.

Langkah ini dinilai penting untuk memastikan bahwa program bantuan tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Penyaluran bantuan pangan ini menjadi salah satu contoh implementasi program perlindungan sosial yang terus diperkuat, seiring dengan dinamika ekonomi dan kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *