Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Diproyeksi Tetap Tinggi, Ini Penjelasan Pemerintah

ARY
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi di Indonesia. (Foto: Unsplash/Marga Santoso)

adainfo.id – Di saat perekonomian global masih dibayangi ketidakpastian akibat perlambatan ekonomi dunia dan dinamika geopolitik, Indonesia justru menunjukkan ketahanan ekonomi yang konsisten dengan prospek pertumbuhan yang tetap positif hingga tahun depan.

Kondisi tersebut tercermin dari proyeksi Dana Moneter Internasional (IMF) yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di kisaran 5,0 persen pada 2025 dan meningkat menjadi 5,1 persen pada 2026.

Proyeksi ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia.

Pemerintah menilai proyeksi tersebut menjadi sinyal kuat bahwa fundamental ekonomi nasional berada pada jalur yang tepat, ditopang oleh stabilitas makroekonomi dan bauran kebijakan yang konsisten.

“Proyeksi IMF ini menunjukkan bahwa fundamental perekonomian Indonesia tetap kuat dan terjaga, meskipun tekanan global masih cukup tinggi. Pemerintah terus memastikan kebijakan yang diambil bersifat responsif dan antisipatif guna menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi,” papar Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto dikutip Minggu (25/01/2026).

Dalam satu dekade terakhir, perekonomian Indonesia mampu mencatatkan pertumbuhan yang relatif stabil di kisaran 5 persen.

Capaian ini mencerminkan daya tahan ekonomi nasional sekaligus efektivitas kebijakan makroekonomi yang diterapkan pemerintah secara berkelanjutan.

Stabilitas inflasi yang terjaga, disiplin fiskal yang konsisten, serta kredibilitas pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) menjadi fondasi penting dalam menjaga kepercayaan pasar dan kesinambungan pertumbuhan.

Selain itu, komitmen pemerintah untuk menjaga defisit anggaran dalam batas aman serta memenuhi kewajiban keuangan negara secara tepat waktu turut memperkuat persepsi positif investor terhadap perekonomian Indonesia.

Prospek Investasi dan Target Pertumbuhan 2026

Ke depan, prospek ekonomi Indonesia dinilai masih memiliki ruang pertumbuhan yang luas.

Perbaikan iklim investasi, peningkatan efisiensi alokasi modal, serta peran Indonesia yang semakin strategis dalam rantai ekonomi global menjadi faktor pendukung utama.

Indonesia tidak hanya dipandang sebagai negara dengan stabilitas ekonomi yang baik, tetapi juga sebagai tujuan investasi jangka panjang yang menjanjikan, khususnya di sektor industri, hilirisasi, dan ekonomi hijau.

Berdasarkan asumsi makro APBN, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 berada di kisaran 5,4 persen, dengan peluang untuk tumbuh lebih tinggi apabila realisasi investasi dan konsumsi domestik menunjukkan kinerja yang lebih kuat.

Meski proyeksi IMF berada sedikit di bawah target APBN, pemerintah tetap optimistis target tersebut dapat dicapai melalui sinergi kebijakan fiskal dan moneter.

Kemudian percepatan belanja produktif, serta penguatan konsumsi rumah tangga.

Antisipasi Risiko Global dan Penguatan Kebijakan

Pemerintah menyadari tantangan ke depan tetap perlu diantisipasi, termasuk ketidakpastian ekonomi global.

Lalu juga volatilitas pasar keuangan internasional, serta potensi perlambatan ekonomi negara mitra dagang utama.

Untuk itu, koordinasi lintas kebijakan terus diperkuat guna menjaga stabilitas makroekonomi dan meningkatkan produktivitas nasional.

Sehingga pertumbuhan ekonomi dapat berlangsung secara inklusif dan berkelanjutan.

“Ke depan, Pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas ekonomi dan memperkuat daya saing nasional agar pertumbuhan ekonomi tetap berada pada jalur yang positif serta mampu menciptakan peluang yang lebih luas bagi masyarakat,” tukasnya.

BSP GROUP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *