Fenomena Balap Lari Liar saat Ramadan Ramai di Depok, Komedian Debi Ceper Minta Polisi Fasilitasi

ARY
Komedian Debi Ceper usai bertemu Kapolres Metro Depok Kombes Abdul Waras terkait maraknya balap lari liar, Selasa (03/03/26). (Foto: Istimewa)

adainfo.id – Komedian Debi Ceper mendatangi Polres Metro Depok pada Selasa (03/03/2026) untuk menyampaikan aspirasi warga kepada Kapolres Kombes Abdul Waras terkait maraknya fenomena balap lari liar yang terjadi selama Ramadan di sejumlah wilayah Kota Depok.

Pertemuan tersebut menjadi sorotan karena isu balap lari liar belakangan ramai diperbincangkan masyarakat.

Aktivitas yang awalnya dianggap sekadar ajang olahraga spontan remaja itu dinilai memiliki potensi dampak negatif jika tidak dikelola dengan baik.

Debi melihat adanya kecenderungan kegiatan tersebut berpotensi disusupi praktik perjudian, meskipun digelar dalam suasana bulan suci Ramadan.

Fenomena Balap Lari Liar Saat Ramadan

Fenomena balap lari liar biasanya muncul pada malam hingga menjelang sahur.

Sekelompok remaja berkumpul di jalanan untuk menggelar adu cepat lari jarak pendek.

Aktivitas ini kerap menarik kerumunan penonton yang memadati sisi jalan.

Menurut Debi, kegiatan tersebut sebenarnya lahir dari keinginan anak-anak muda untuk mencari aktivitas alternatif selama Ramadan.

“Sebenarnya sih waktu sebelum-sebelumnya itu kan ramai juga tentang balap lari saat Ramadan,” ucap Debi dikutip Rabu (04/03/2026).

Ia menilai pada tahun-tahun sebelumnya aktivitas serupa sudah pernah terjadi, namun skalanya tidak sebesar tahun ini.

“Nah tapi pada tahun ini ramai banget, karena mereka itu yang biasanya tawuran, ingin melakukan hal-hal positif,” paparnya.

Pernyataan tersebut mengindikasikan adanya pergeseran pola perilaku sebagian remaja.

Dari aktivitas negatif seperti tawuran, kini mereka mencoba menyalurkan energi ke kegiatan yang lebih sportif.

Namun di sisi lain, tanpa regulasi dan pengawasan, potensi penyimpangan tetap terbuka.

Potensi Judi dan Gangguan Kamtibmas

Debi menyoroti kekhawatiran masyarakat terkait kemungkinan adanya praktik taruhan dalam ajang balap lari liar tersebut.

Menurutnya, ketika sebuah aktivitas dilakukan secara spontan tanpa pengaturan resmi, potensi disusupi kepentingan lain sangat besar.

Apalagi jika jumlah penonton terus bertambah dan menarik perhatian publik.

Selain risiko perjudian, kerumunan massa di jalan umum juga dapat mengganggu ketertiban lalu lintas dan berpotensi menimbulkan gesekan antar kelompok.

Debi mengaku menerima banyak keluhan sekaligus harapan agar fenomena ini bisa diarahkan menjadi kegiatan positif.

Ia pun memilih untuk menyampaikan aspirasi tersebut secara langsung kepada Kapolres Metro Depok.

Usulan Balap Lari Ramadan Resmi

Dalam pertemuan itu, Debi mengusulkan agar kepolisian bersama pemerintah daerah memfasilitasi kegiatan balap lari Ramadan secara resmi.

Gagasan tersebut bertujuan mengubah aktivitas liar menjadi event terorganisir dengan aturan jelas, lokasi tertentu, serta pengawasan aparat.

Usai bertemu Kapolres Depok, Debi mengaku idenya disambut positif dan pihak kepolisian bersama pemerintah daerah akan menindak lanjuti.

Ia bahkan berencana menginisiasi balap lari Ramadan resmi dengan mengajukan izin kepada kepolisian.

“Mungkin nanti kalau antusiasnya ramai untuk bisa menjaga Kamtibmas, bisa juga menjadi kegiatan positif, mungkin bisa berlanjut setelah Ramadan kan,” tutupnya.

Konsep tersebut dinilai bisa menjadi solusi tengah antara kebutuhan ruang ekspresi remaja dan upaya menjaga ketertiban umum.

Pendekatan Preventif dalam Menjaga Kamtibmas

Fenomena balap lari liar menjadi tantangan tersendiri bagi aparat keamanan selama Ramadan.

Di satu sisi, aparat harus menjaga ketertiban dan mencegah potensi pelanggaran hukum.

Di sisi lain, pendekatan represif semata dinilai kurang efektif untuk jangka panjang.

Usulan Debi Ceper membuka ruang pendekatan preventif berbasis kolaborasi antara masyarakat, aparat kepolisian, dan pemerintah daerah.

Dengan adanya event resmi, peserta dapat terdata, lokasi bisa ditentukan jauh dari jalur utama lalu lintas, serta potensi perjudian dapat diminimalkan melalui pengawasan ketat.

Selain itu, kegiatan yang terorganisir dapat dilengkapi dengan aturan keselamatan, pembagian kategori usia, hingga hadiah non-tunai yang tidak memicu praktik taruhan.

Langkah ini sejalan dengan semangat menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat atau kamtibmas selama Ramadan.

Ramadan dan Ruang Ekspresi Remaja

Ramadan kerap menjadi momentum meningkatnya aktivitas remaja di ruang publik pada malam hari.

Selepas tarawih hingga menjelang sahur, banyak anak muda mencari kegiatan untuk mengisi waktu.

Jika tidak tersedia ruang ekspresi yang sehat, potensi munculnya aktivitas negatif bisa meningkat.

Tawuran, balap liar kendaraan bermotor, hingga pesta petasan sering menjadi sorotan setiap tahunnya.

Dalam konteks ini, balap lari liar dapat dilihat sebagai bentuk transisi ke aktivitas yang relatif lebih aman dibandingkan balap motor atau tawuran.

Namun tanpa regulasi, risiko tetap ada. Oleh karena itu, wacana penyelenggaraan resmi dinilai sebagai opsi rasional.

Respons Positif Pihak Kepolisian

Dengan adanya pertemuan Debi Ceper Kapolres Metro Depok, respons dari pihak kepolisian disebut positif.

Kolaborasi antara aparat keamanan dan pemerintah daerah menjadi kunci agar ide tersebut dapat direalisasikan dengan perencanaan matang.

Jika terealisasi, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga sarana membangun solidaritas sosial dan mempererat hubungan antara generasi muda dengan aparat.

Kehadiran figur publik seperti Debi Ceper dalam menyampaikan aspirasi warga juga menunjukkan peran dalam menjembatani komunikasi antara warga dan pemerintah.

Depok kini menjadi perhatian luas, tidak hanya sebagai tren musiman, tetapi sebagai potensi gerakan sosial yang perlu diarahkan secara konstruktif.

Langkah-langkah lanjutan yang akan diambil aparat dan pemerintah daerah akan menentukan apakah aktivitas ini dapat berubah menjadi agenda positif tahunan atau justru kembali memicu polemik di tengah masyarakat.

BSP GROUP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *