Cuaca Tak Menentu Mengintai Arus Mudik Lebaran, Ini yang Perlu Diwaspadai
adainfo.id – Perjalanan mudik Lebaran 2026 diperkirakan masih berpotensi diwarnai cuaxa tak menentu seperti hujan hingga cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena bertepatan dengan meningkatnya mobilitas masyarakat yang melakukan perjalanan menuju kampung halaman menjelang Hari Raya Idulfitri.
Informasi tersebut disampaikan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang terus memantau perkembangan kondisi atmosfer selama masa arus mudik di berbagai wilayah Indonesia.
Secara umum kondisi atmosfer di sebagian besar wilayah Indonesia masih relatif kondusif untuk aktivitas masyarakat.
Namun demikian, potensi perubahan cuaca secara cepat tetap perlu diwaspadai oleh para pemudik.
BMKG mengingatkan masyarakat bahwa hujan yang terjadi selama periode mudik dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang di beberapa daerah.
BMKG Minta Pemudik Rutin Pantau Informasi Cuaca
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengingatkan masyarakat agar tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan kondisi cuaca selama melakukan perjalanan mudik.
Ia menekankan pentingnya memantau informasi cuaca yang diperbarui secara berkala agar masyarakat dapat menyesuaikan rencana perjalanan dengan kondisi atmosfer yang terjadi di lapangan.
“Tetap pantau informasi cuaca darat, laut, dan udara yang terbarui untuk menyesuaikan rencana perjalanan mudik melalui berbagai kanal resmi BMKG,” ujar Faisal, dikutip Senin (16/03/2026).
Menurutnya, akses terhadap informasi prakiraan cuaca sangat penting terutama bagi masyarakat yang melakukan perjalanan jarak jauh melalui jalur darat, laut, maupun udara.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramdhani menjelaskan bahwa dinamika atmosfer di kawasan Indonesia masih dipengaruhi sejumlah fenomena global.
Ia menyebutkan aktivitas Madden Julian Oscillation saat ini masih aktif di wilayah selatan dan timur Indonesia.
Fenomena tersebut juga disertai aktivitas Equatorial Rossby Wave serta Kelvin Wave yang terjadi di sekitar wilayah Indonesia pada periode 13 hingga 20 Maret 2026.
Kombinasi dari berbagai fenomena atmosfer tersebut dinilai mampu memperkuat dinamika cuaca yang mendukung pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah Indonesia.
Selain itu, kondisi atmosfer yang relatif labil serta tingkat kelembapan udara yang cukup tinggi juga turut memperbesar peluang terjadinya hujan di berbagai daerah.
Sejumlah Wilayah Berpotensi Diguyur Hujan
BMKG memperkirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi pada periode 14 hingga 17 Maret di sebagian wilayah Sumatera serta wilayah Jawa bagian tengah dan timur.
Kondisi tersebut diperkirakan dapat mempengaruhi aktivitas perjalanan masyarakat yang melakukan mudik melalui jalur darat.
Selanjutnya pada periode 18 hingga 20 Maret 2026, potensi hujan juga diperkirakan terjadi di sebagian wilayah Sulawesi Selatan serta wilayah Papua.
Perubahan cuaca yang terjadi secara cepat juga dapat mempengaruhi kondisi lalu lintas serta keselamatan perjalanan masyarakat.
Selain itu, dalam sektor transportasi udara, BMKG juga mengidentifikasi adanya potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus dengan cakupan cukup luas di sejumlah jalur penerbangan yang dilalui pemudik.
Potensi tersebut terutama terdeteksi di wilayah Laut Maluku serta wilayah utara Papua.
Peluang kemunculan awan ini diperkirakan mencapai lebih dari 75 persen.
Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bagi aktivitas penerbangan karena awan Cumulonimbus dikenal dapat memicu turbulensi, hujan lebat, serta aktivitas petir yang dapat mengganggu keselamatan penerbangan.
Gelombang Laut Tinggi dan Potensi Banjir Rob
Selain di sektor udara, BMKG juga memprediksi adanya potensi gelombang laut lebih dari 2,5 meter di wilayah Laut Maluku serta perairan utara Papua.
Gelombang tinggi tersebut berpotensi mempengaruhi aktivitas transportasi laut yang menjadi salah satu moda transportasi penting selama musim mudik Lebaran.
BMKG juga mengingatkan masyarakat pesisir untuk mewaspadai potensi banjir rob yang diperkirakan terjadi secara bergantian pada periode 14 hingga 19 Maret 2026.
Wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan antara lain pesisir Sumatera Utara, Sumatera Barat.
Kemudian, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, serta beberapa wilayah pesisir di Kalimantan.
Masyarakat Diminta Siapkan Perjalanan dengan Matang
Pelaksana Harian Direktur Meteorologi Publik BMKG Ida Pramuwardani juga mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca melalui berbagai kanal resmi.
Ia menyarankan masyarakat untuk memanfaatkan aplikasi InfoBMKG atau mengakses situs resmi BMKG guna memperoleh informasi terbaru mengenai kondisi cuaca.
Selain memantau cuaca, masyarakat juga disarankan menyiapkan perlengkapan darurat sebelum memulai perjalanan mudik.
Pemudik juga diminta meningkatkan kewaspadaan saat berkendara, terutama ketika menghadapi kondisi hujan yang dapat mengurangi jarak pandang serta meningkatkan risiko kecelakaan.
Masyarakat yang akan meninggalkan rumah selama periode mudik juga diingatkan untuk memastikan kondisi rumah dalam keadaan aman.
Hal tersebut guna mengantisipasi potensi risiko hidrometeorologi yang dapat terjadi selama musim hujan.












