Kolang-Kaling Mulai Diburu Jelang Lebaran, Harga Ikut Merangkak Naik

AZL
Harga kolang-kaling di pasar tradisional Kota Depok merangkak naik jelang lebaran. (Foto: adainfo.id)

adainfo.id – Menjelang Idul Fitri, berbagai hidangan khas Lebaran mulai dipersiapkan masyarakat.

Selain menu utama seperti Opor Ayam dan Rendang, camilan manis seperti kolang-kaling juga mulai banyak dicari untuk disajikan saat hari raya.

Buah yang berasal dari pohon aren tersebut biasanya diolah menjadi manisan, yang dimana proses pembuatannya diawali dengan merebus kolang-kaling hingga empuk, kemudian dicampur dengan gula dan bahan tambahan lainnya agar rasanya semakin manis dan segar.

Harga Naik Menjelang Hari Raya

Seiring meningkatnya permintaan menjelang Lebaran, harga kolang-kaling di pasaran turut mengalami kenaikan.

Jika sebelumnya dijual di kisaran Rp15.000 hingga Rp20.000 per kilogram, kini harganya naik menjadi sekitar Rp25.000 hingga Rp30.000 per kilogram.

“Iya kolang-kaling sedikit ada kenaikan. Biasanya di harga Rp15.000–Rp20.000, sekarang jadi Rp25.000–Rp30.000. Naik sekitar lima ribuan lah menjelang Lebaran,” ujar Imah, salah satu pedagang di Pasar Kemiri Muka, Depok, Selasa (17/3/2026).

Permintaan Tetap Tinggi

Meski harga mengalami kenaikan, minat masyarakat untuk membeli kolang-kaling tetap tinggi.

Banyak pembeli yang mencari bahan tersebut untuk dijadikan manisan sebagai pelengkap hidangan saat Lebaran.

“Alhamdulillah masih banyak yang cari. Soalnya banyak yang mau bikin manisan buat dimakan di hari raya,” kata Imah.

Harga Cabai Rawit Merah Lebih Melonjak

Menurut Imah, kenaikan harga kolang-kaling masih tergolong wajar jika dibandingkan dengan beberapa bahan pokok lain yang mengalami lonjakan harga lebih tinggi.

Salah satunya adalah Cabai Rawit Merah yang saat ini harganya bisa mencapai Rp100.000 per kilogram.

Ia menilai kenaikan harga sejumlah komoditas tersebut dipengaruhi oleh tingginya konsumsi masyarakat menjelang Lebaran yang tidak sepenuhnya diimbangi dengan ketersediaan stok di pasar.

Tradisi Manisan Kolang-Kaling Saat Lebaran

Di banyak daerah, kolang-kaling memang telah menjadi bagian dari tradisi hidangan manis saat Idul Fitri.

Manisan kolang-kaling biasanya disajikan sebagai pelengkap setelah menyantap hidangan utama, atau sebagai camilan ringan ketika keluarga berkumpul sambil berbincang.

Selain rasanya yang manis dan segar, kolang-kaling juga dikenal memiliki tekstur kenyal yang khas sehingga banyak digemari oleh berbagai kalangan.

Pedagang Harap Penjualan Terus Meningkat

Para pedagang berharap tren permintaan kolang-kaling akan terus meningkat hingga mendekati hari raya.

Biasanya, beberapa hari terakhir menjelang Lebaran menjadi puncak penjualan karena banyak masyarakat yang baru mulai menyiapkan hidangan untuk Hari Raya.

Dengan meningkatnya aktivitas belanja bahan makanan di pasar tradisional seperti Pasar Kemiri Muka di Depok, pedagang berharap momentum menjelang Lebaran dapat membantu meningkatkan pendapatan mereka di tengah naiknya harga sejumlah komoditas pangan yang semakin tak karuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *