Mobil Hanyut di Depok Tersangkut Jembatan, Evakuasi Dramatis Jadi Sorotan
adainfo.id – Sebuah mobil jenis Toyota Avanza hanyut terbawa arus banjir sejauh sekitar 100 meter di aliran kali wilayah Mekarsari, Kota Depok, setelah hujan deras menyebabkan luapan air yang cukup tinggi.
Kendaraan tersebut akhirnya ditemukan dalam kondisi tersangkut di dinding jembatan usai melewati dua titik aliran deras.
Peristiwa ini terjadi pada 21 Maret 2026. Arus air yang kuat membuat kendaraan tidak dapat dikendalikan dan terbawa hingga melintasi beberapa bagian aliran kali yang menghubungkan area permukiman warga.
Kondisi ini menjadi perhatian karena menunjukkan besarnya tekanan arus banjir yang mampu menyeret kendaraan roda empat.
Lokasi kejadian yang berada di jalur sempit dan sulit dijangkau juga memperumit proses penanganan awal.
Pemilik Tak Berdaya, Mobil Ditemukan Dua Hari Kemudian
Kepala Bidang Pengendalian Operasional Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok, Tesy Haryati, menjelaskan bahwa kendaraan tersebut hanyut saat debit air meningkat secara tiba-tiba akibat banjir.
“Hanyutnya itu sekitar 100 meter ya karena mobil tersebut melewati dua jembatan,” ucap Tesy dikutip Selasa (24/03/2026).
Pemilik mobil berinisial DH disebut tidak dapat berbuat banyak ketika kendaraan miliknya terbawa arus.
Situasi banjir yang terjadi secara cepat membuat upaya penyelamatan tidak memungkinkan dilakukan saat itu juga.
Akses menuju lokasi yang sempit dan hanya dapat dilalui sepeda motor menjadi kendala utama dalam proses pencarian awal.
Hal ini membuat mobil tidak langsung ditemukan pada hari kejadian.
Dua hari setelah banjir, tepatnya Senin (23/3/2026), pemilik akhirnya menemukan mobilnya dalam kondisi tersangkut di bagian dinding jembatan setelah debit air mulai surut.
Penemuan ini kemudian dilaporkan kepada petugas untuk dilakukan evakuasi.
“Mobilnya itu terbawa saat banjir beberapa waktu lalu, hanyut melewati kali RW 06 Mekarsari. Nah tanggal 23 Maret minta dievakuasi dari pemilik karena kali itu kan sudah surut ya,” bebernya.
Luapan Kali Cipinang Timur Picu Banjir Parah
Banjir yang menyebabkan mobil hanyut tersebut dipicu oleh meluapnya Kali Cipinang Timur yang berbatasan langsung dengan wilayah DKI Jakarta.
Tingginya curah hujan membuat debit air meningkat drastis hingga meluber ke kawasan permukiman warga.
“Dari Kali Cipinang Timur yang berbatasan dengan DKI Jakarta, ketinggian air itu sekitar dua meter karena meluap sampai ke kavling permukiman di kawasan Jalan Shofa Marwa,” ucapnya.
Ketinggian air yang mencapai sekitar dua meter menunjukkan skala banjir yang cukup besar dan berpotensi merusak berbagai infrastruktur serta kendaraan di sekitarnya.
Arus yang deras juga menjadi faktor utama yang membuat kendaraan dapat terseret dengan mudah.
Kondisi ini memperlihatkan kerentanan wilayah permukiman yang berada di sekitar aliran kali, terutama saat terjadi peningkatan debit air secara mendadak.
Sistem drainase dan pengendalian banjir menjadi faktor penting dalam meminimalisir dampak serupa di masa mendatang.
Evakuasi Dramatis Gunakan Pulley System Selama Empat Jam
Proses evakuasi mobil dilakukan setelah laporan diterima pada Senin (23/03/2026) sekitar pukul 13.15 WIB.
Petugas mengerahkan tujuh personel serta dua unit kendaraan untuk menangani proses penarikan mobil dari dalam kali ke daratan.
Namun, proses evakuasi tidak berjalan mudah. Posisi mobil yang terjepit di dinding jembatan serta kondisi medan yang licin menjadi tantangan utama bagi petugas di lapangan.
“Untuk kesulitannya itu karena mobil terjebak dalam dinding jembatan, pakai pulley system agar dapat menarik mobil dari kali ke daratan dengan kondisi beda ketinggian ya,” ungkapnya.
Metode pulley system digunakan untuk memberikan kekuatan tambahan dalam menarik kendaraan dari posisi yang sulit dijangkau.
Teknik ini memungkinkan petugas mengangkat mobil secara bertahap meski berada di posisi yang tidak stabil.
Selain itu, kondisi tanah yang licin akibat sisa genangan air turut memperlambat proses evakuasi.
Setelah melalui berbagai kendala, proses evakuasi akhirnya berhasil diselesaikan sekitar empat jam kemudian, tepatnya pada pukul 17.15 WIB.
Mobil berhasil ditarik ke daratan dengan kondisi yang mengalami kerusakan akibat terendam dan terbawa arus banjir.
Peristiwa ini menjadi gambaran nyata dampak banjir terhadap kendaraan serta pentingnya kewaspadaan masyarakat saat menghadapi kondisi cuaca ekstrem, terutama di wilayah yang dekat dengan aliran sungai atau kali.












