Kepedulian Terhadap Anak Yatim, Evi Wiharjanti Hadirkan Senyum di Ponpes Nidaul Haq Depok
adainfo.id – Evi Wiharjanti merayakan ulang tahunnya yang ke-47 dengan menggelar kegiatan sosial bersama anak-anak yatim di Pondok Pesantren (Ponpes) Nidaul Haq, Cilodong, Kota Depok, pada Minggu (29/03/2026), sebagai bentuk kepedulian dan refleksi diri di momen pertambahan usia.
Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan, di mana Evi yang juga merupakan keluarga besar Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) ini memilih untuk menjadikan hari spesial tersebut sebagai momentum berbagi kebahagiaan.
Alih-alih menggelar perayaan mewah, Evi justru menghadirkan kegiatan yang menyentuh hati dengan mengunjungi langsung anak-anak panti dan berbagi kebahagiaan bersama mereka.
Bagi Evi, momen ulang tahun bukan sekadar perayaan, tetapi juga pengingat akan perjalanan hidup yang terus berjalan dan perlu diisi dengan hal-hal yang bermanfaat bagi sesama.
“Mudah-mudahan jadi inspirasi buat banyak orang. Tidak muluk-muluk, misi saya hari ini adalah memberi semangat untuk anak-anak di pesantren ini agar mereka tetap tangguh menghadapi tantangan dunia,” ujar Evi.
Momentum Ulang Tahun Jadi Ajang Refleksi Diri
Perayaan ulang tahun yang dilakukan Evi memiliki makna yang lebih dalam dibandingkan sekadar seremoni tahunan.
Ia memanfaatkan momen tersebut sebagai ruang refleksi diri sekaligus sarana untuk mempererat hubungan sosial melalui kegiatan halal bihalal bersama anak-anak yatim.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya Evi dalam menyebarkan nilai-nilai kepedulian sosial di tengah masyarakat, khususnya kepada generasi muda yang membutuhkan perhatian lebih.
Evi menilai bahwa berbagi tidak selalu harus dilakukan dalam skala besar, tetapi bisa dimulai dari hal sederhana yang memberikan dampak nyata bagi orang lain.
Kehadirannya di tengah anak-anak pesantren membawa suasana kebersamaan yang hangat, sekaligus memberikan semangat baru bagi mereka untuk terus menjalani kehidupan dengan optimisme.
Dorong Mentalitas Juara bagi Anak Yatim
Dalam kesempatan tersebut, Evi juga menekankan pentingnya membangun mentalitas kuat bagi anak-anak yatim agar mereka mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Ia mengajak anak-anak untuk tidak merasa sendiri dan tetap percaya diri dalam meraih masa depan yang lebih baik.
Pesan tersebut disampaikan sebagai bentuk motivasi agar anak-anak panti memiliki semangat juang yang tinggi dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Evi percaya bahwa dukungan moral dan perhatian sosial dapat memberikan dampak besar terhadap perkembangan mental anak-anak.
Melalui kegiatan ini, ia berharap anak-anak yatim dapat merasakan bahwa mereka memiliki banyak pihak yang peduli dan siap mendukung perjalanan hidup mereka.
Konsistensi dalam Kegiatan Sosial
Kepedulian terhadap sesama bukanlah hal baru bagi Evi. Dalam beberapa tahun terakhir, ia secara konsisten melakukan berbagai kegiatan sosial yang menyasar kelompok masyarakat yang membutuhkan.
Jika pada tahun sebelumnya ia lebih fokus pada lansia di panti werdha yang berusia di atas 70 tahun, kali ini ia memilih untuk memberikan perhatian kepada generasi muda.
Langkah tersebut menunjukkan komitmennya dalam menjangkau berbagai lapisan masyarakat melalui kegiatan sosial yang berkelanjutan.
Evi melihat bahwa setiap kelompok memiliki kebutuhan dan tantangan yang berbeda, sehingga pendekatan yang dilakukan juga perlu disesuaikan.
Kegiatan sosial yang dilakukan tidak hanya memberikan bantuan secara materi, tetapi juga menghadirkan dukungan emosional yang dibutuhkan oleh penerima manfaat.
Prinsip Kesetaraan dalam Berbagi
Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam kegiatan ini adalah prinsip kesetaraan yang diterapkan oleh Evi.
Ia memastikan bahwa makanan yang disajikan kepada anak-anak panti sama dengan yang dikonsumsi oleh dirinya.
Pendekatan ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan dan upaya untuk menghilangkan kesenjangan dalam kegiatan berbagi.
Anak-anak panti diposisikan sebagai tamu istimewa yang mendapatkan pelayanan terbaik selama acara berlangsung.
Evi juga mengajak masyarakat sekitar untuk turut meningkatkan kepedulian terhadap sesama, terutama kepada mereka yang membutuhkan perhatian lebih.
“Kalau makan enak sama teman-teman itu sudah sering. Tapi bagi mereka, belum tentu. Doa mereka itu langsung tembus ke langit. Di sini, mereka adalah tamu kami yang paling spesial,” pungkasnya.
Kegiatan yang berlangsung di Pondok Pesantren Nidaul Haq ini menjadi cerminan bahwa perayaan ulang tahun dapat dimaknai dengan cara yang lebih sederhana namun penuh arti.
Suasana kebersamaan yang terbangun antara Evi, komunitas, dan anak-anak yatim menciptakan pengalaman yang tidak hanya berkesan, tetapi juga memperkuat nilai-nilai kemanusiaan di tengah kehidupan sosial masyarakat.












