Ade Supriyatna Soroti Kesejahteraan Guru Lekar di Depok, Dorong Insentif Lebih Layak

ARY
Ketua DPRD Kota Depok, Ade Supriyatna. Ia mendorong kesejahteraan guru lekar lebih ditingkatkan. (Foto: Instagram/bang_adesupriyatna)

adainfo.id – Dorongan peningkatan kesejahteraan guru lekar atau pengajar Al-Qur’an kembali mengemuka seiring sorotan DPRD Kota Depok terhadap peran strategis pendidikan berbasis keagamaan dalam membentuk karakter generasi muda.

Ketua DPRD Kota Depok, Ade Supriyatna, menegaskan bahwa kebijakan insentif perlu diperluas baik dari sisi jumlah penerima maupun besaran bantuan yang diberikan.

Menurut Ade, keberadaan guru lekar ini memiliki kontribusi yang tidak dapat dipandang sebelah mata dalam membangun fondasi moral masyarakat.

Oleh karena itu, perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui pemberian insentif dinilai sebagai langkah penting yang perlu terus ditingkatkan.

“Insentif tersebut sebenarnya adalah penghargaan. Walaupun nilainya kecil, ini merupakan wujud perhatian pemerintah kota kepada para pengajar Al-Qur’an,” papar Ade usai Rapat Paripurna DPRD dalam rangka HUT ke-27 Kota Depok, Kamis (23/04/2026).

Ade menegaskan bahwa peran guru ngaji tidak hanya terbatas pada pengajaran membaca Al-Qur’an, tetapi juga mencakup pembentukan akhlak dan kepribadian generasi muda.

Hal ini menjadikan mereka sebagai bagian integral dalam sistem pendidikan yang lebih luas.

Dalam pandangannya, pendidikan karakter yang berbasis nilai keimanan dan ketakwaan menjadi fondasi penting dalam menciptakan generasi yang berkualitas.

Peran tersebut selama ini banyak dijalankan oleh para pengajar di lingkungan masyarakat, seperti di majelis taklim, TPA, maupun kegiatan keagamaan lainnya.

“Mereka juga mengajar akhlak dan kepribadian. Ini sebenarnya amanat konstitusi. Dalam Pasal 31 ayat (3) UUD 1945 disebutkan bahwa tujuan pendidikan adalah menciptakan generasi yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia,” jelas politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Ia menilai bahwa kegiatan keagamaan yang berlangsung di masyarakat, termasuk pengajian dan pendidikan berbasis keimanan, memiliki posisi penting dalam mendukung tujuan pendidikan nasional.

“Kegiatan pengajian itu dalam rangka membentuk iman, takwa, dan akhlak mulia. Karena itu, mereka adalah bagian integral dari penyelenggaraan pendidikan,” katanya.

Usulan Penambahan Penerima dan Besaran Insentif

Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan para pengajar, DPRD mendorong agar kebijakan insentif tidak hanya dipertahankan, tetapi juga diperluas cakupannya.

Hal ini mencakup penambahan jumlah penerima serta peningkatan nominal bantuan yang disesuaikan dengan kebutuhan.

Ade menyampaikan bahwa langkah tersebut penting untuk memastikan para guru keagamaan dapat menjalankan perannya dengan lebih optimal tanpa terbebani oleh keterbatasan ekonomi.

“Insentif ini terus kita dorong untuk bertambah, baik dari sisi jumlah penerima maupun besarnya,” tegasnya.

Dorongan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem pendidikan berbasis masyarakat yang selama ini berperan dalam membentuk karakter generasi secara langsung.

Peningkatan insentif dinilai tidak hanya berdampak pada kesejahteraan individu pengajar, tetapi juga pada kualitas pendidikan yang diberikan kepada peserta didik.

Perhatian terhadap Perlindungan Sosial Masyarakat Rentan

Selain menyoroti insentif bagi guru lekar, Ade juga menekankan pentingnya kebijakan perlindungan sosial bagi masyarakat miskin.

Salah satunya adalah bantuan berupa santunan kematian oleh Pemkot Depok yang telah dihentikan sejak 30 Juni 2025 lalu.

Ia menjelaskan bahwa kehilangan anggota keluarga, terutama yang menjadi tulang punggung ekonomi, dapat memberikan tekanan besar bagi keluarga yang ditinggalkan.

Dalam kondisi tersebut, bantuan sosial seperti santunan kematian dinilai dapat menjadi stimulus untuk membantu mereka bangkit kembali.

“Ketika kepala keluarga meninggal, sementara kondisi ekonomi sudah sulit, tentu ada istri dan anak yang bergantung. Santunan itu bisa menjadi stimulus agar mereka bisa bangkit kembali,” tutupnya.

Dorongan peningkatan insentif guru lekar dan perhatian terhadap bantuan sosial mencerminkan upaya dalam mendorong kebijakan yang lebih inklusif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Sinkronisasi antara program pendidikan dan perlindungan sosial menjadi hal yang dinilai penting dalam pembangunan daerah.

Kebijakan insentif bagi guru ngaji tidak hanya berkaitan dengan sektor pendidikan, tetapi juga memiliki dampak sosial yang luas, terutama dalam pembentukan karakter masyarakat.

Di sisi lain, program bantuan sosial menjadi penopang bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan perlindungan ekstra.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam menciptakan masyarakat yang tidak hanya sejahtera secara ekonomi, tetapi juga memiliki kualitas moral dan karakter yang kuat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *