Penjualan Hewan Kurban di Depok Tampil Beda, Pelayanan Bergaya Pramugari Curi Perhatian
adainfo.id – Penjualan sapi kurban di Kota Depok mengalami lonjakan signifikan menjelang perayaan Idul Adha 2026.
Tingginya minat masyarakat dalam menjalankan ibadah kurban mendorong peningkatan permintaan hewan ternak, bahkan sejak jauh hari sebelum puncak musim kurban tiba.
Salah satu pusat penjualan yang mencatat peningkatan tajam adalah Mall Hewan Kurban H. Doni di kawasan Kelapa Dua, Cimanggis.
Lokasi ini menjadi salah satu destinasi utama masyarakat untuk mencari hewan kurban dengan berbagai pilihan kualitas dan harga.
Dari total 3.500 ekor sapi yang telah disiapkan sejak awal tahun, lebih dari 2.200 ekor telah terjual hingga sekitar 20 hari menjelang Idul Adha.
Angka tersebut menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat dalam berkurban tahun ini.
Permintaan Tinggi, Pengadaan Sapi Jadi Tantangan
Pemilik usaha, H. Doni, mengungkapkan bahwa persiapan dilakukan jauh sebelum musim kurban dimulai.
Ia bersama tim harus berburu sapi ke berbagai daerah di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pasar.
“Sejak Januari kami sudah mulai berburu sapi. Total ada sekitar 3.500 ekor yang kami siapkan dari berbagai daerah,” ujar H. Doni, Rabu (06/05/2026).
Ia menjelaskan bahwa keterbatasan pasokan dalam negeri menjadi tantangan utama dalam pengadaan sapi dalam jumlah besar.
“Kami ambil dari beberapa wilayah seperti NTT, NTB, Bali, Jawa, hingga Sumatera. Untuk mengumpulkan ribuan ekor itu kami harus keliling hampir enam provinsi,” jelas H. Doni.
Upaya tersebut dilakukan demi memastikan ketersediaan hewan kurban tetap terjaga di tengah meningkatnya permintaan masyarakat.
Beragam Jenis Sapi Premium Tersedia
Selain jumlah yang melimpah, variasi jenis sapi yang ditawarkan juga menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen.
Di lokasi ini, pembeli dapat memilih berbagai jenis sapi unggulan dengan kualitas terbaik.
“Ada banyak jenis seperti Belgian Blue, Santa Gertrudis, Shorthorn, White Brahman, Limousin, hingga Simmental. Variasinya cukup lengkap,” kata H. Doni.
Keberagaman jenis sapi tersebut memberikan keleluasaan bagi konsumen untuk menyesuaikan pilihan dengan kebutuhan dan anggaran yang dimiliki.
Dari sisi harga, H. Doni menuturkan pihaknya menawarkan rentang yang cukup luas, mulai dari kelas menengah hingga premium.
“Harga mulai dari Rp17 juta, Rp20 juta, hingga Rp30 juta. Bahkan ada yang mencapai Rp100 juta lebih,” ungkap H. Doni.
Menariknya, sapi dengan kategori premium juga mencatat angka penjualan yang cukup tinggi. Bahkan, terdapat transaksi yang mencapai nilai fantastis.
“Tadi ada yang terjual Rp150 juta. Ada juga sapi jenis Santa Gertrudis seharga Rp125 juta dengan bobot sekitar 1,25 ton,” jelas H. Doni.
Meski demikian, sapi dengan harga menengah tetap menjadi pilihan utama masyarakat karena dinilai lebih sesuai dengan kemampuan mayoritas pembeli.
“Yang paling banyak diminati itu harga Rp20 juta sampai Rp25 juta. Tapi yang Rp50 juta sampai Rp70 juta juga cukup banyak peminatnya,” kata H. Doni.
Permintaan dari Timur Tengah Ikut Meningkat
Tidak hanya pasar domestik, penjualan sapi kurban di Mall Hewan Kurban H. Doni juga didorong oleh permintaan dari luar negeri, khususnya kawasan Timur Tengah.
“Ada permintaan dari Qatar, Dubai, Uni Emirat Arab, bahkan Saudi. Mereka memilih berkurban di Indonesia karena kondisi di sana sedang sulit untuk distribusi,” ujar H. Doni.
Menurutnya, total permintaan dari wilayah tersebut mencapai ratusan ekor.
“Dari Timur Tengah itu hampir 500 ekor permintaannya,” ungkap H. Doni.
Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia, khususnya Kota Depok, mulai dilirik sebagai salah satu pusat penyedia hewan kurban berkualitas.
Distribusi Luas dan Strategi Pemasaran Unik
Untuk menjangkau lebih banyak konsumen, penjualan dilakukan melalui beberapa titik distribusi yang tersebar di berbagai wilayah.
“Kami punya empat outlet, di Cileungsi, Tapos, Cisalak, dan di sini. Selain itu masih ada stok di Lampung,” tambah H. Doni.
Selain distribusi, strategi pemasaran yang diterapkan juga menjadi daya tarik tersendiri.
Pengelola melibatkan mahasiswa sebagai tenaga pemasaran dengan konsep pelayanan profesional bergaya pramugari.
Salah satu tenaga pemasaran, Andini, mengaku perlu waktu untuk beradaptasi dengan lingkungan kerja tersebut.
“Awalnya memang harus beradaptasi, terutama dengan aroma khas di sini. Tapi lama-lama jadi terbiasa,” ujar Andini.
“Kendalanya paling di bau saja, tapi selebihnya masih nyaman,” sambung Andini.
Pendekatan ini dinilai mampu memberikan pengalaman berbeda bagi konsumen dalam memilih hewan kurban.
Konsumen Puas dengan Pilihan dan Harga
Tingginya penjualan hewan kurban juga didukung oleh kepuasan konsumen terhadap kualitas dan variasi yang ditawarkan.
Salah satu pembeli yang juga merupakan publik figur, Ratu Meta, mengaku telah membandingkan beberapa tempat sebelum akhirnya memilih membeli di lokasi tersebut.
“Jadi saya tuh sebetulnya udah showing-showing ke beberapa tempat. Saya kan tahun ini pengen berkurban sapi yang besar ya, memang carinya yang lebih dari 1 ton,” tutur Ratu.
Ia mengaku baru pertama kali berkunjung dan terkesan dengan banyaknya pilihan yang tersedia.
“Iya, baru pertama, baru pertama saya melihat karena sapinya kan banyak banget ini. Pilihannya juga banyak dan alhamdulillah tadi dikasih harganya juga sesuai sama budget-nya gitu,” tukas Ratu.
Kondisi ini semakin memperkuat tren positif penjualan sapi kurban di Kota Depok menjelang Idul Adha 2026.
Di mana permintaan terus meningkat seiring tingginya kesadaran masyarakat untuk berkurban.












